الواجب على من يقيم في بلاد الكفر
Kewajiban bagi Orang yang Tinggal di Negeri Kafir
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Kewajiban bagi Orang yang Tinggal di Negeri Kafir ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Sosial Kemasyarakatan
السؤال:
Pertanyaan:
كيف أصنع في مجتمع لا يعرف الإسلام؟
Apa yang harus aku lakukan di dalam lingkungan masyarakat yang tidak mengenal Islam?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فإذا كان المجتمع المذكور مجتمع كفر -كما هو ظاهر السؤال- فالواجب عليك هو الهجرة من هذا البلد ، لأن النبي صلى الله عليه وسلم تبرأ ممن أقام بين أظهر المشركين ، وقال: “لا تتراءى ناراهما” وذلك لما للإقامة في بلادهم من المفاسد على المقيم وزوجه وأولاده.
Maka apabila lingkungan masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat kafir —sebagaimana yang tampak dari lahiriah pertanyaan— maka kewajiban atasmu adalah berhijrah dari negeri tersebut. Karena sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berlepas diri dari orang yang tinggal di tengah-tengah kaum musyrik, dan beliau bersabda: “Jangan sampai api keduanya saling terlihat.” Yang demikian itu dikarenakan menetap di negeri mereka dapat mendatangkan berbagai kerusakan (mafsadah) bagi orang yang menetap, istrinya, maupun anak-anaknya.
إلا إذا عجزت عن الهجرة فالواجب عليك حينئذ هو إقامة دينك حسب ما تستطيع ، والحفاظ على أولادك وزوجك من الضياع ، والسعي بقدر ما تستطيع للهجرة ، ولا بأس أن يقيم من عنده علم راسخ ، وإيمان ثابت ، من أجل الدعوة إلى الله عز وجل ، وتعليم الناس الخير ، بشرط أن يأمن على نفسه ، وأولاده ، وزوجه من الوقوع في المنكرات.
Kecuali apabila engkau tidak mampu untuk berhijrah, maka kewajibanmu saat itu adalah menegakkan agamamu sesuai dengan batas kemampuanmu, menjaga anak-anak dan istrimu dari kehancuran moral, serta terus berusaha sekuat kemampuanmu untuk bisa berhijrah. Dan tidak mengapa tinggal menetap bagi orang yang memiliki ilmu yang mendalam (rasikh) serta keimanan yang kokoh, dengan tujuan berdakwah di jalan Allah ‘Azza wa Jalla dan mengajarkan kebaikan kepada manusia; dengan syarat ia merasa aman atas dirinya, anak-anaknya, dan istrinya dari terjatuh ke dalam perkara-perkara mungkar.
ويمكن للأخ السائل أن يراجع الفتوى بالفتوى الأخرى هنا فإن فيها زيادة بيان.
Dan saudara penanya dimungkinkan untuk merujuk pada fatwa-fatwa lainnya dengan tema sama di sini, karena sesungguhnya di dalamnya terdapat tambahan penjelasan.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : Islamweb
Leave a Reply