قصة حديث: “أنا بريء من كل مسلم يقيم بين أظهر المشركين، قالوا: يا رسول الله، ولم؟ قال: لا تتراءى ناراهما”
Kisah di Balik Hadits: “Aku Berlepas Diri dari Setiap Muslim yang Tinggal di Tengah-tengah Kaum Musyrik …”
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Kisah di Balik Hadits ini masuk dalam Kategori Ilmu Hadits
السؤال:
Pertanyaan:
ما هي المناسبة التي قال الرسول صلى الله عليه وسلم فيها هذا الحديث الشريف: “أنا بريء من كل مسلم يقيم بين أظهر المشركين، قالوا: يا رسول الله، ولم؟ قال: لا تتراءى ناراهما”. رواه مسلم، والترمذي؟ علمًا أني أسكن في بلد غير مسلم؛ لأجل لقمة العيش، وأدرس في نفس الوقت، ولا أزكّي نفسي عندما أقول لكم: إنني شاب ملتزم، وأحب ديني الإسلام، فأرجو منكم أن توضحوا لنا هذا الأمر؛ لأنه اشتبه علينا، وجزكم الله عنا خيرًا.
Apakah latar belakang (asbabul wurud) di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits syarif ini: “Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal di tengah-tengah kaum musyrik. Para shahabat bertanya: Wahai Rasulullah, mengapa? Beliau bersabda: Jangan sampai api keduanya saling terlihat.” Diriwayatkan oleh Muslim dan At-Tirmidzi? Perlu diketahui bahwasanya saya tinggal di negeri non-muslim demi mencari sesuap nasi, dan menuntut ilmu pada waktu yang bersamaan. Saya tidak bermaksud menyucikan diri saya ketika saya mengatakan kepada kalian: Bahwa saya adalah seorang pemuda yang berkomitmen (iltizam) dan mencintai agama Islam saya. Maka saya berharap dari kalian untuk menjelaskan perkara ini kepada kami; karena hal ini telah menimbulkan kesamaran bagi kami. Dan semoga Allah membalas kalian atas kami dengan kebaikan.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فقد روى أبو داود، والترمذي، والنسائي عن جرير -رضي الله عنه- أن النبي صلى الله عليه وسلم بعث سارية إلى خثعم، فاعتصم ناس بالسجود، فأسرع فيهم القتل، فبلغ ذلك النبي صلى الله عليه وسلم، فأمرهم بنصف العقل، وقال: أنا بريء من كل مسلم يقيم بين أظهر المشركين، قالوا: يا رسول الله، ولم؟ قال: لا تَرَاءَى نارَاهما.
Maka sungguh Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i telah meriwayatkan dari Jarir radhiyallahu ‘anhu: Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengirim satu pasukan khusus (sariyyah) menuju kabilah Khats’am. Lalu ada beberapa orang dari mereka yang mencari perlindungan dengan cara bersujud, namun pasukan terlanjur bersegera membunuh mereka. Ketika kabar tersebut sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau memerintahkan untuk membayar setengah tebusan darah (diyat/al-aql) kepada mereka, seraya bersabda: “Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal di tengah-tengah kaum musyrik.” Para shahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, mengapa?” Beliau bersabda: “Jangan sampai api keduanya (kaum muslimin dan musyrikin) saling terlihat.”
وليس الحديث في صحيح مسلم، هذا فيما يتعلق بقصة الحديث.
Dan hadits tersebut tidak terdapat di dalam kitab Shahih Muslim; ini adalah perkara yang berkaitan dengan latar belakang (kisah) hadits tersebut.
أما ما يتعلق بأحكام الهجرة والعيش في بلاد الكفار، فقد فصلناها في فتاوى كثيرة، منها الفتوى بالفتوى الأخرى هنا.
Adapun apa yang berkaitan dengan hukum-hukum hijrah dan menetap di negeri kafir, maka sungguh telah kami jabarkan rinciannya di dalam fatwa yang banyak, yang di antaranya adalah fatwa lainnya di sini.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : Islamweb
Leave a Reply