من الدلائل التي سلكها القرآن في غرس العقيدة
Di Antara Metode yang Ditempuh Al-Qur’an Dalam Menanamkan Akidah
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Di Antara Metode yang Ditempuh Al-Qur’an Dalam Menanamkan Akidah ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Aqidah
السؤال:
Pertanyaan:
أرجو أن تفيدوني بمعلومات حول -أهمية العقيدة للفرد والمجتمع، -الوسائل التي اتبعها القرآن لترسيخ العقيدة في قلوب المسلمين، -العقيدة فطرة في نفس البشرية، تقبل الله صيامكم وقيامكم وسائر أعمالكم ووفقكم إلى إنارة الطريق لهذه الأمة؟
Saya memohon agar Anda berkenan memberikan informasi kepada saya mengenai: 1) Pentingnya akidah bagi individu dan masyarakat, 2) Metode-metode yang diikuti Al-Qur’an untuk mengukuhkan akidah di dalam hati kaum muslimin, dan 3) Akidah sebagai fitrah dalam jiwa manusia. Semoga Allah menerima puasa, shalat malam, dan seluruh amal ibadah Anda sekalian, serta memberikan taufik kepada Anda untuk menerangi jalan bagi umat ini.
الإجابــة:
Jawaban:
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabat beliau. Amma ba‘du:
فلا سعادة حقيقية للفرد ولا للمجتمع إلا باتباع العقيدة الصحيحة التي ارتضاها الله لعباده، قال الله تعالى:
Maka tidak ada kebahagiaan yang hakiki bagi individu maupun masyarakat melainkan dengan mengikuti akidah yang benar yang telah diridhai Allah bagi hamba-hamba-Nya. Allah Ta‘ala berfirman:
﴿ إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ﴾ [آل عمران: ١٩]
“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam.” [Surah Ali ‘Imran: 19]
وقال تعالى:
Dan Allah Ta‘ala berfirman:
﴿ وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ ﴾ [آل عمران: ٨٥]
“Dan barang siapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” [Surah Ali ‘Imran: 85]
وحاجة الإنسان للعقيدة أعظم من حاجته للطعام والشراب فبها تحيا القلوب وتطمئن النفوس وتصح الأبدان، وينعم الفرد والمجتمع، وإلا عاشوا في بهيمية نكراء يأكل القوي الضعيف، وكان اختلافهم عن سائر الحيوانات في الشكل والصورة فقط، ولزمتهم الحيرة والنكد والحياة التعيسة التي يحياها كل من أعرض عن العقيدة الصحيحة، فهم وإن تنعموا بملذات الدنيا ونعيمها فقد فقدوا أغلى ما فيها، ويتقلبون في ظلمات الشك وبحور التيه، قال تعالى:
Dan kebutuhan manusia terhadap akidah itu jauh lebih besar daripada kebutuhannya terhadap makanan dan minuman. Sebab dengan akidahlah hati menjadi hidup, jiwa menjadi tenang, jasad menjadi sehat, serta individu dan masyarakat dapat merasakan kenikmatan hidup. Jika tidak demikian, niscaya mereka akan hidup dalam kebinatangan yang mengerikan—yang kuat memangsa yang lemah—dan perbedaan mereka dengan seluruh hewan hanyalah pada bentuk dan rupa fisik semata. Kebingungan, kesengsaraan, dan kehidupan yang tragis senantiasa melekat pada diri setiap orang yang berpaling dari akidah yang benar. Meskipun mereka dapat bergelimang kenikmatan dan kelezatan duniawi, sesungguhnya mereka telah kehilangan hal yang paling berharga di dalamnya, dan mereka terombang-ambing dalam kegelapan keraguan serta samudra kesesatan. Allah Ta‘ala berfirman:
﴿ وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى ﴾ [طه: ١٢٤]
“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” [Surah Thaha: 124]
أما الوسائل التي اتبعها القرآن في ترسيخ العقيدة فكثيرة منها: المقارنة بين عقائد الموحدين وعقائد المشركين وضرب الأمثال، قال تعالى:
Adapun metode-metode yang ditempuh Al-Qur’an dalam mengukuhkan akidah teramat banyak, di antaranya: membuat perbandingan antara akidah orang-orang yang bertauhid dengan akidah orang-orang musyrik serta membuat perumpamaan-perumpamaan. Allah Ta‘ala berfirman:
﴿ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا رَجُلًا فِيهِ شُرَكَاءُ مُتَشَاكِسُونَ وَرَجُلًا سَلَمًا لِرَجُلٍ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ ﴾ [الزمر: ٢٩]
“Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (hamba sahaya) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berselisih dan seorang hamba sahaya yang sepenuhnya milik satu orang saja. Apakah kedua hamba sahaya itu sama keadaannya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” [Surah Az-Zumar: 29]
ومنها الدعوة للنظر والتأمل وإعمال العقل، قال تعالى:
Dan di antara metode tersebut adalah seruan untuk memandangi (tanda-tanda kekuasaan Allah), merenung, dan mengoptimalkan fungsi akal. Allah Ta‘ala berfirman:
﴿ لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا ﴾ [الأنبياء: ٢٢]
“Sekiranya di antara keduanya (langit dan bumi) ada tuhan-tuhan selain Allah, niscaya keduanya telah binasa.” [Surah Al-Anbiya’: 22]
وقال تعالى:
Dan Allah Ta‘ala berfirman:
﴿ إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ﴾ [آل عمران: ١٩٠]
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.” [Surah Ali ‘Imran: 190]
وغير ذلك كثير.. ولا نستطيع أن نذكر جميع الوسائل لمخالفته لمقصود الفتوى، فراجع: معارج القبول، والعقيدة الواسطية، وتيسير العزيز الحميد، وغيرها من كتب العقائد.
Dan selain itu masih sangat banyak… Namun kami tidak dapat menyebutkan seluruh metode tersebut karena akan keluar dari batasan maksud fatwa ini. Maka silakan merujuk kitab: Ma‘arij al-Qabul, Al-‘Aqidah al-Wasithiyyah, Taisir al-‘Aziz al-Hamid, dan kitab-kitab akidah lainnya.
أما كون العقيدة فطرة في النفس البشرية: فإن الأدلة الشرعية والحسية تضافرت على أن الله فطر عباده على التوحيد، قال تعالى:
Adapun mengenai akidah sebagai fitrah dalam jiwa manusia: Maka sesungguhnya dalil-dalil syar’i dan inderawi telah saling menguatkan bahwa Allah telah memfitrahkan hamba-hamba-Nya di atas tauhid. Allah Ta‘ala berfirman:
﴿ وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا ﴾ [الأعراف: ١٧٢]
“Dan (ingatlah) ketika Rabbmu mengeluarkan dari sulbi tulang belakang anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap diri mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah Aku ini Rabbmu?’ Mereka menjawab: ‘Benar (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi.'” [Surah Al-A‘raf: 172]
ومعنى الآية عند كثير من المفسرين أن الله أخرج ذرية آدم من صلبه وأمرهم بعبادته وتوحيده سبحانه وأخذ عليهم الميثاق بذلك، وقال تعالى:
Dan makna ayat ini menurut kebanyakan ahli tafsir adalah bahwa Allah mengeluarkan keturunan Adam dari sulbinya dan memerintahkan mereka untuk beribadah serta mentauhidkan-Nya Subhanahu wa Ta‘ala, lalu mengambil perjanjian dari mereka atas hal tersebut. Dan Allah Ta‘ala berfirman:
﴿ فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ ﴾ [الروم: ٣٠]
“Maka menghadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” [Surah Ar-Rum: 30]
قال ابن عباس (لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ) أي لدين الله.
Ibnu ‘Abbas berkata mengenai firman-Nya: "La tabdila li-khalqillah", maknanya adalah: “Tidak ada perubahan bagi agama Allah.”
ومن أدلة السنة ما ثبت في الصحيحين عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
Dan di antara dalil-dalil dari As-Sunnah adalah apa yang telah diriwayatkan di dalam Ash-Shahihain (Shahih Al-Bukhari dan Muslim) dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
((كل مولود يولد على الفطرة))
“Setiap bayi lahir berada di atas fitrah.”
وروى مسلم عن عياض بن حمار قال: إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: قال الله تعالى:
Dan Muslim meriwayatkan dari ‘Iyadh bin Himar yang berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Allah Ta‘ala berfirman:
((إني خلقت عبادي حنفاء كلهم، وإنهم أتتهم الشياطين فاجتالتهم عن دينهم وأمرتهم أن يشركوا بي ما لم أنزل به سلطاناً))
“Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku berada dalam keadaan lurus semuanya, namun sesungguhnya syetan-syetan mendatangi mereka lalu memalingkan mereka dari agama mereka, dan memerintahkan mereka untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang Aku tidak menurunkan alasan untuk itu.”
ولمزيد فائدة راجع الفتوى الأخرى.
Untuk faedah tambahan, silakan merujuk ke fatwa lainnya di sini :
- Fitrah Bersama Kebenaran Laksana Cahaya Matahari Bersama Indera Penglihatan
- Setiap Bayi Lahir Dalam Keadaan Siap Menerima Islam
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply