معنى حديث (إن الله لا يمل حتى تملوا)
Makna Hadits “Sesungguhnya Allah Tidak Bosan Sampai Kalian Bosan”
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Makna Hadits “Sesungguhnya Allah Tidak Bosan Sampai Kalian Bosan” ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Aqidah
السؤال:
Pertanyaan:
الإخوة الأعزاء في ركن الفتاوى
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته… وبعد:
جاء في الحديث إن الله لا يمل حتى تملوا فما معنى ذلك؟ وجزاكم الله خيراً.
Kepada Saudara-saudara yang terhormat di Rubrik Fatwa,
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh… Amma ba‘du:
Disebutkan di dalam hadits bahwasanya: “Sesungguhnya Allah tidak bosan sampai kalian bosan.” Apakah makna dari hadits tersebut? Semoga Allah membalas kebaikan Anda sekalian.
الإجابــة:
Jawaban:
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabat beliau. Amma ba‘du:
فهذا الحديث مما اختلف فيه أهل العلم، فمنهم من ذهب إلى أنه من أحاديث الصفات التي يؤمن بها أهل السنة ويثبتون ما دلت عليه، على الوجه اللائق به سبحانه، دون تحريف أو تعطيل، ودون تكييف أو تمثيل.
Hadits ini termasuk perkara yang diperselisihkan oleh para ulama. Di antara mereka ada yang berpendapat bahwasanya hadits ini termasuk hadits-hadits tentang sifat (ahadits al-shifat) yang diimani oleh Ahlus Sunnah dan mereka menetapkan apa yang ditunjukkannya, sesuai dengan keagungan yang layak bagi-Nya Subhanahu wa Ta‘ala, tanpa tahrif (pengubahan makna), tanpa ta‘thil (pengingkaran), tanpa takyif (mempertanyakan bagaimananya), dan tanpa tamtsil (menyerupakan dengan makhluk).
ومنهم من قال إن هذا الحديث لا يدل على إثبات صفة الملل لله تعالى؛ لأن قول القائل: لا أقوم حتى تقوم لا يستلزم قيام الثاني، فقوله: لا يمل حتى تملوا لا يستلزم ثبوت الملل لله عز وجل.
Dan di antara mereka ada pula yang berpendapat bahwasanya hadits ini tidak menunjukkan penetapan sifat bosan (al-malal) bagi Allah Ta‘ala. Sebab ucapan seseorang: “Aku tidak akan berdiri sampai kamu berdiri” tidak secara otomatis meniscayakan berdirinya orang kedua. Maka sabda Nabi: “Dia tidak bosan sampai kalian bosan” tidak secara otomatis meniscayakan penetapan sifat bosan bagi Allah ‘Azza wa Jalla.
وقد حكى الخلاف الشيخ ابن عثيمين رحمه الله، وعلق عليه بقوله:
Perbedaan pendapat ini telah dipaparkan oleh Syekh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah, dan beliau memberikan komentar atasnya dengan perkataannya:
((وعلى كل حال يجب علينا أن نتفق أن الله تعالى منزه عن كل صفة نقص من الملل وغيره، وإذا ثبت أن هذا الحديث دليل على الملل فالمراد به ملل ليس كملل المخلوق))
“Bagaimanapun juga, wajib bagi kita untuk sepakat bahwa Allah Ta‘ala Maha Suci dari setiap sifat kekurangan, baik berupa kebosanan maupun selainnya. Dan apabila telah tetap bahwa hadits ini merupakan dalil atas sifat al-malal (bosan), maka yang dimaksud dengannya adalah sifat bosan yang tidak seperti bosannya makhluk.”
انتهى من مجموع فتاوى الشيخ ابن عثيمين (١/ ١٧٤).
Selesai dikutip dari Majmu‘ Fatawa asy-Syaikh Ibn ‘Utsaimin (1/174).
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply