Pengertian Agama (Ad-Din), Serta Apakah Agama/Sistem Buatan Manusia Masuk Dalam Penamaannya



تعريف الدين…والأديان الوضعية هل تدخل في مسماه

Pengertian Agama (Ad-Din), Serta Apakah Agama/Sistem Buatan Manusia Masuk Dalam Penamaannya

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Pengertian Agama (Ad-Din)… Serta Apakah Agama/Sistem Buatan Manusia Masuk Dalam Penamaannya ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Aqidah

السؤال:

Pertanyaan:

بسم الله الرحمن الرحيم
ما تعريف الدين لغة وشرعا وهل الديمقراطية والاشتراكية دين مثلا؟
وفقكم الله وسدد خطاكم.
وشكراً.

Bismillahirrahmanirrahim.
Apakah definisi agama (ad-din) secara bahasa dan syariat? Dan apakah demokrasi serta sosialisme tergolong sebagai agama misalnya?
Semoga Allah memberikan taufik kepada Anda sekalian dan meluruskan langkah-langkah Anda.
Terima kasih.

الإجابــة:

Jawaban:

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabat beliau. Amma ba‘du:

فالدين لفظ جاء في لغة العرب على معان متعددة، منها الطريقة والمذهب والملة والعادة والشأن، كما تقول العرب في الريح “عادت هيفُ لأديانها”، ويقولون: ما زال ذلك ديني وديدني، ومنها الجزاء والمكافأة يقال: دانه بدينه ديناً أي جازاه، ويقال: كما تدين تُدان أي كما تجازي تُجازى بفعلك، وبحسب ما عملت، ومنها سيرة الملك ومملكته، ومنه قول زهير بن أبي سلمى:

 

Maka agama (ad-din) merupakan lafaz yang hadir dalam bahasa Arab dengan memiliki ragam makna yang banyak. Di antaranya bermakna: jalan/cara (at-thariqah), mazhab, ajaran/agama (al-millah), kebiasaan (al-‘adah), dan urusan/keadaan. Sebagaimana bangsa Arab biasa mengatakannya pada angin: “Kembali angin barat daya pada kebiasaannya (li-adyaniha)”, dan mereka mengatakan: “Hal itu senantiasa menjadi kebiasaan dan jalan hidupku (dini wa daidani)”. Di antaranya juga bermakna balasan dan ganjaran (al-jaza’ wa al-mukafa’ah); dikatakan: danahu bi-dinihi dinan artinya mengganjarnya/membalasnya, dan dikatakan: kama tadin tudan artinya sebagaimana engkau membalas maka engkau akan dibalas sesuai dengan perbuatanmu dan seukuran apa yang telah engkau amalkan. Di antaranya pula bermakna kepemimpinan/rekam jejak seorang raja dan kerajaannya; di antaranya ucapan Zuhair bin Abi Sulma:

لئن حللت بجو في بني أسد … في دين عمرو وحالت بيننا فَدَكُ
يريد موضع طاعة عمرو وسيرته.

“Sekiranya engkau singgah di lembah di tengah Bani Asad… di dalam kekuasaan/kepemimpinan (‘fi dini’) ‘Amr, sementara Fadaq menghalangi antara kita”
maksudnya adalah wilayah ketaatan kepada ‘Amr dan kepemimpinannya.

ومنها: السياسة، والديان السائس، ومنه قول ذي الإصبع:

 

Dan di antaranya bermakna: politik/pengaturan (as-siyasah), dan kata ad-dayyan bermakna pengatur/pemimpin politik. Di antaranya ucapan Dzil Ishba‘:

لاه ابن عمك لا أفضلت في حسب … عني ولا أنت دياني فتخزوني

“Demi Allah wahai putra pamanmu, engkau tidaklah memiliki keutamaan nasab melebihi diriku… dan engkau bukanlah pengatursatu-satu/pemimpinku (‘dayyani’) yang bisa menundukkanku.”

ومعنى ديَّاني سائسي.

Dan makna dayyani di sini adalah pengatursatu-satu/pemimpinku (sa’isi).

ومنها: الطاعة والعبودية والخضوع تحت سلطان آخر والائتمار بأمره.
يقال: (دنتهم فدانوا) أي قهرتهم فأطاعوا، ومنه الحديث: “أريد من قريش كلمة تدين لهم بها العرب” أي تطيعهم وتخضع لهم.

Dan di antaranya bermakna: ketaatan, penghambaan, tunduk di bawah kekuasaan pihak lain, serta mematuhi perintahnya. Dikatakan: dantuhum fa-danu artinya aku menundukkan mereka maka mereka pun taat. Dan di antaranya adalah hadits: “Aku menginginkan dari Quraisy satu kalimat yang membuat bangsa Arab tunduk/taat (tadiru) kepada mereka”, yakni tunduk dan mematuhi mereka.

ومعنى الدين في الشرع وفي استخدام القرآن للفظة الدين، لا يخرج عن المعنى اللغوي.
فمن ذلك قول الله تعالى:

Adapun makna agama (ad-din) secara syariat dan dalam penggunaan Al-Qur’an terhadap lafaz ad-din, tidaklah keluar dari makna bahasanya. Di antara contohnya adalah firman Allah Ta‘ala:

﴿ إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ﴾ [يوسف: ٤٠]

“Keputusan itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus.” [Surah Yusuf: 40]

فدين الله هنا هو الخضوع له والانقياد لحكمه وأمره ونهيه.

Maka agama (din) Allah di sini maknanya adalah ketundukan kepada-Nya serta kepatuhan terhadap hukum, perintah, dan larangan-Nya.

وقوله تعالى:

Dan firman Allah Ta‘ala:

﴿ كَذَلِكَ كِدْنَا لِيُوسُفَ مَا كَانَ لِيَأْخُذَ أَخَاهُ فِي دِينِ الْمَلِكِ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ ﴾ [يوسف: ٧٦]

“Demikianlah Kami atur untuk Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang/hukum raja (dini al-maliki), kecuali jikalau Allah menghendakinya.” [Surah Yusuf: 76]

وقوله تعالى عن فرعون:

Dan firman Allah Ta‘ala tentang Fir’aun:

﴿ وَقَالَ فِرْعَوْنُ ذَرُونِي أَقْتُلْ مُوسَى وَلْيَدْعُ رَبَّهُ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يُبَدِّلَ دِينَكُمْ أَوْ أَنْ يُظْهِرَ فِي الْأَرْضِ الْفَسَادَ ﴾ [غافر: ٢٦]

“Dan Fir’aun berkata: ‘Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah dia memohon kepada Rabbnya; karena sesungguhnya aku khawatir dia akan mengubah agamamu (dinakum) atau menimbulkan kerusakan di muka bumi.'” [Surah Ghafir: 26]

فكلمة دينكم تعني ملتكم وتعني كذلك نظامكم وقوانينكم وتقاليدكم التي تسيرون عليها في الدولة.

Maka kata dinakum (agamamu) di situ bermakna ajaran/kepercayaan kalian, dan bermakna pula sistem, hukum undang-undang, serta tradisi kalian yang kalian jalankan di dalam negara.

فدين الملك سياسته وقانونه وشريعته ونظامه.

Maka agama (din) raja adalah sistem politiknya, hukum undang-undangnya, syariatnya, dan tata aturannya.

وقول الله تعالى:

Dan firman Allah Ta‘ala:

﴿ مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ﴾ [الفاتحة: ٤]

“Pemilik hari pembalasan.” [Surah Al-Fatihah: 4]

يوم الجزاء والحساب والمكافأة.

Yaitu hari pembalasan, penghisaban, dan perbandingan ganjaran.

وبعد هذا نقول: من اتخذ الديمقراطية أو الاشتراكية أو أي نظام أو فكر غير الإسلام عقيدة يعتقدها ونظاماً يلتزمه وسلطة يخضع لها وينطلق عن أمرها ونهيها فقد دان بدين غير دين الإسلام، ورضي عقيدة غير عقيدة الإسلام.

Setelah penjelasan ini kita katakan: Barang siapa yang menjadikan demokrasi, sosialisme, atau sistem/pemikiran apa pun selain Islam sebagai iktikad keyakinan yang diyakininya, sistem tata aturan yang diikatinya, dan otoritas kekuasaan yang ditundukinya serta bergerak di atas perintah dan larangannya, maka sungguh dia telah menganut agama selain agama Islam dan meridhai keyakinan selain keyakinan Islam.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.