Pengertian Akidah dan Urgensinya



معنى العقيدة وأهميتها

Pengertian Akidah dan Urgensinya

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Pengertian Akidah dan Urgensinya ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Aqidah

السؤال:

Pertanyaan:

ما معنى العقيدة؟ ولماذا يركز عليها العلماء أكثر من بقية الأمور كالحديث والفقه؟

Apakah pengertian akidah? Dan mengapa para ulama lebih memfokuskan perhatian kepadanya dibandingkan perkara-perkara lainnya seperti hadits dan fikih?

الإجابــة:

Jawaban:

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabat beliau. Amma ba‘du:

فالعقيدة هي ما يعقد عليه الإنسان قلبَه، ويؤمن به إيمانا جازما، ويتخذُه مذهبًا ودينًا يدين به. فإذا كان هذا الإيمان الجازم صحيحًا؛ كانت العقيدة صحيحة. وإن كان باطلاً؛ كانت العقيدةُ باطلة.

Maka akidah adalah sesuatu yang diikatkan oleh seseorang pada hatinya, diimaninya dengan keimanan yang pasti (tanpa keraguan), serta dijadikannya sebagai mazhab dan agama yang dianutnya. Apabila keimanan yang pasti ini benar (sesuai syariat), maka akidahnya menjadi akidah yang benar. Dan apabila keimanan tersebut batil, maka akidahnya menjadi akidah yang batil.

هذا ملخص ما عرف به أهل العلم هذا المصطلح الشرعي، لهذا العلم الجليل، ويدخل في أفراد العقيدة الصحيحة أركان الإيمان الستة، وتفريعاتها، وما التحق بذلك من الحب في الله، والبغض في الله، والولاء والبراء، والموقف من الصحابة ونحو ذلك.

Inilah ringkasan dari apa yang didefinisikan oleh para ulama tentang istilah syar‘i untuk ilmu yang mulia ini. Dan termasuk ke dalam rincian bagian akidah yang benar adalah enam rukun iman beserta cabang-cabangnya, serta hal-hal yang menyertainya berupa cinta karena Allah (al-hubbu fillah), benci karena Allah (al-bughdhu fillah), loyalitas dan pemutusan hubungan (al-wala’ wa al-bara’), sikap terhadap para sahabat Nabi, dan yang semisalnya.

جاء في كتاب «مجمل أصول أهل السنة» الشيخ ناصر بن عبد الكريم العلي العقل: أما العقيدة في الاصطلاح فلها معنيان: معنى عام يشمل كل عقيدة، العقيدة الحق أو العقيدة الباطلة عند أهل الباطل، وهي تعني الإيمان واليقين الجازم الذي لا يتطرق إليه شك لدى معتقده.

Disebutkan di dalam kitab Mujmal Ushul Ahlis Sunnah karya Syekh Nasir bin ‘Abdul Karim al-‘Aql: “Adapun akidah secara istilah memiliki dua makna: makna umum yang mencakup setiap akidah, baik akidah yang hak (benar) maupun akidah yang batil di sisi para penganut kebatilan, yaitu bermakna keimanan dan keyakinan pasti yang tidak tersusupi oleh keraguan sedikit pun pada pemeluknya.”

أما العقيدة الإسلامية، فهي تعني: اليقين والتسليم والإيمان الجازم بالله عز وجل، وما يجب له من التوحيد والعبادة والطاعة، ثم بملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر والقدر، وسائر أصول الإيمان، ثم أركان الإسلام، والقطعيات الأخرى، وهي كثيرة، كالشفاعة والرؤية، والأمور العملية التي هي من قطعيات الدين؛ كالأمر بالمعروف والنهي عن المنكر، والجهاد، والحب في الله، والبغض في الله، ونحو ذلك مما يندرج في الواجبات، وفي العلاقات بين المسلمين كحب الصحابة -رضي الله عنهم- وحب السلف الصالح، وحب العلماء وحب الصالحين، ونحو ذلك مما هو مندرج في أصول الاعتقاد وثوابته. انتهى.

“Adapun Akidah Islamiah, maka ia bermakna: keyakinan, kepasrahan, dan keimanan yang pasti kepada Allah ‘Azza wa Jalla serta apa yang wajib bagi-Nya berupa tauhid, peribadatan, dan ketaatan; kemudian beriman kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, takdir, dan seluruh pokok keimanan; lalu rukun Islam, dan perkara-perkara pasti (qath’iyyat) lainnya—yang jumlahnya sangat banyak—seperti syafaat, melihat Allah (ar-ru’yah) di akhirat, serta amalan-amalan praktis yang termasuk perkara pasti dalam agama; seperti amar ma’ruf nahi munkar, jihad, cinta karena Allah, benci karena Allah, dan yang semisalnya dari perkara yang tergolong sebagai kewajiban; begitu pula dalam hubungan antar sesama muslim seperti mencintai para sahabat radhiyallahu ‘anhum, mencintai salafus shalih, mencintai para ulama, dan mencintai orang-orang saleh, serta hal-hal serupa yang masuk dalam pokok-pokok iktikad dan prinsip-prinsip bakunya.” Sekian kutipan.

وللسلف ألفاظ أخرى يطلقونها على هذا العلم منها التوحيد، وهذا من باب تسمية الشيء باسم بعضه الأهم. ومنها السنة، وهذه التسمية شائعة في العصر الأول، وسموا بها كتبا ألفوها في هذا العلم، ومنها أصول الدين، والفقه الأكبر والشريعة.

Dan para ulama Salaf memiliki istilah-istilah lain yang mereka gunakan untuk menyebut ilmu ini, di antaranya adalah At-Tauhid—dan ini termasuk bab menamai sesuatu dengan nama bagiannya yang paling penting. Di antaranya pula adalah As-Sunnah—dan penamaan ini sangat populer di masa awal (generasi pertama), yang mana mereka menamai kitab-kitab yang mereka susun dalam ilmu ini dengannya. Di antaranya juga adalah Ushuluddin (Pokok-Pokok Agama), Al-Fiqh al-Akbar (Fikih Terbesar), dan Asy-Syari’ah.

وكل ذلك يدل على أهمية هذا العلم ومكانته في الشرع، وكيف لا يكون كذلك وهو أساس دعوة الأنبياء، وعليه مرتكز الأعمال قبولا وردا.

Keseluruhan istilah tersebut menunjukkan betapa pentingnya ilmu ini dan betapa tingginya kedudukannya dalam syariat. Bagaimana tidak demikian, padahal ia merupakan fondasi utama dakwah para nabi, dan di atasnyalah menjadi tumpuan diterima atau ditolaknya seluruh amal perbuatan.

وإذا كان الحال كذلك، فهو يستحق العناية والتركيز في تعلمه وتعليمه، والتأليف فيه والدعوة إليه، والذب عنه على طريقة سلف هذه الأمة في قرونها المفضلة ومن تبعهم بإحسان.

Apabila keadaannya demikian, maka ilmu ini teramat layak untuk mendapat perhatian utama dan fokus konsentrasi dalam mempelajari maupun mengajarkannya, menyusun karya tulis padanya, berdakwah kepadanya, serta membelanya di atas jalan Salaf umat ini pada kurun-kurun yang diutamakan dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.

وجهود العلماء في هذا لم تكن بحال على حساب علوم الشريعة الأخرى كالتفسير والحديث الفقه وغيرها.

Dan kesungguhan para ulama dalam hal ini sama sekali tidak pernah mengabaikan atau mengorbankan cabang-cabang ilmu syariat lainnya seperti tafsir, hadits, fikih, dan selainnya.

ومن أراد أن يدرك طرفا من ذلك؛ فليطالع المكتبة الإسلامية، فسيجد لكل علم من هذه العلوم نصيبا وافرا منها، -لله الحمد والمنة- وما ذاك إلا تحقيق لما وعد الله به من حفظ هذا الدين.

Barang siapa yang ingin mengetahui sebagian dari kenyataan tersebut, hendaklah ia menelaah perpustakaan Islam, niscaya ia akan mendapati bahwa setiap disiplin dari ilmu-ilmu ini memiliki porsi bagian yang sangat melimpah—hanya bagi Allah segala puji dan karunia. Dan hal itu tidak lain melainkan bentuk wujud nyata dari apa yang telah dijanjikan Allah berupa pemeliharaan terhadap agama ini.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.