معجزات على طريق الهجرة
Mukjizat-Mukjizat di Sepanjang Jalur Hijrah (Bagian 1)
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Mukjizat-Mukjizat di Sepanjang Jalur Hijrah (Bagian 1) ini masuk dalam Kategori Sirah Nabawiyah
بعث الله رسوله صلى الله عليه وسلم بالهدي ودين الحق، ووعده بالنصر والتأييد، وكان تأييده تعالى لرسوله بأمور كثيرة منها المعجزات والتي هي خوارق العادات، فقد وقعت له معجزات كثيرة ، ومنها ما كان على طريق الهجرة ، وهو ما سنقف عليه في هذه الكلمات.
Allah telah mengutus Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa petunjuk dan agama yang haq, serta menjanjikannya dengan pertolongan dan dukungan. Dan dukungan Allah Ta‘ala kepada Rasul-Nya terjadi melalui banyak hal, di antaranya adalah mukjizat-mukjizat yang merupakan hal-hal di luar kebiasaan (khwaariq al-‘aadaat). Sungguh telah terjadi banyak mukjizat bagi beliau, dan di antaranya adalah apa yang terjadi di sepanjang jalur hijrah, dan itulah yang akan kita bahas dalam kata-kata ini.
وقعت معجزة للنبي صلى الله عليه وسلم في طريق الهجرة , ولنقرأ ما سجله الصديق رضي الله عنه عن بداية الرحلة قال:
Telah terjadi mukjizat bagi Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam di jalur hijrah. Mari kita baca apa yang dicatatkan oleh Ash-Shiddiq radhiyallaahu ‘anhu mengenai permulaan perjalanan tersebut, beliau berkata:
أسرينا ليلتنا كلها حتى قام قائم الظهيرة , وخلا الطريق فلا يمر فيه أحد , حتى رفعت لنا صخرة طويلة لها ظل , لم تأت عليه الشمس بعد , فنزلنا عندها فأتيت الصخرة فسويت بيدي مكاناً ينام فيه النبي – صلى الله عليه وسلم – في ظلها ثم بسطت عليه فروة . ثم قلت : نم يا رسول الله وأنا أنفض لك ما حولك , فنام
“Kami berjalan sepanjang malam kami hingga tegak waktu dhuhur, dan jalanan terasa sunyi sehingga tidak ada seorang pun yang melintas di sana, sampai tampak bagi kami sebuah batu besar yang tinggi yang memiliki naungan, yang belum terkena sinar matahari. Maka kami pun singgah di dekatnya, lalu aku mendatangi batu tersebut dan meratakan dengan tanganku suatu tempat untuk tidur Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam di bawah naungannya, kemudian aku membentangkan selembar kulit berbulu di atasnya. Lalu aku berkata: ‘Tidurlah wahai Rasulullah, dan aku akan mengawasi keadaan di sekitarmu,’ maka beliau pun tidur.”
ثم حكى أبو بكر خبر مرور راع بهما , فطلب منه لبناً , وصادف استيقاظ الرسول صلى الله عليه وسلم فشرب ثم قال : ( ألم يأن للرحيل ) قلت : بلى . قال : فارتحلنا بعدما زالت الشمس , وأتبعنا سراقة بن مالك ونحن في جلد من الأرض .
Kemudian Abu Bakar menceritakan kabar tentang lewatnya seorang penggembala kepada keduanya, lalu ia meminta susu darinya, dan hal itu bertepatan dengan bangunnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau pun meminumnya lalu bersabda: “Apakah belum tiba waktunya untuk berangkat?” Aku menjawab: “Sudah.” Beliau berkata: Maka kami pun berangkat setelah matahari tergelincir, dan Suraqah bin Malik membuntuti kami sementara kami berada di tanah yang keras.
معجزة في خيمة أم معبد :
Mukjizat di Kemah Ummu Ma’bad:
وقد اشتهر في كتب السيرة والحديث خبر نزول الرسول صلى الله عليه وسلم وأصحابه بخيمة أم معبد بقديد طالبين القرى , فاعتذرت لهم لعدم وجود طعام عندها إلا شاة هزيلة لا تدرّ لبناً , فأخذ الشاة فمسح ضرعها بيده , ودعا الله , وحلب في إناء حتى علت الرغوة , وشرب الجميع , ولكن هذه الرواية طرقها ما بين ضعيفة وواهية .
Dan sungguh telah masyhur dalam kitab-kitab sirah dan hadits kabar tentang singgahnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam beserta para shahabatnya di kemah Ummu Ma’bad di Qudaid untuk meminta jamuan (al-qiraa), lalu ia meminta maaf kepada mereka karena tidak ada makanan padanya kecuali seekور kambing kurus yang tidak menghasilkan susu. Maka beliau mengambil kambing tersebut lalu mengusap ambing susunya dengan tangan beliau, berdoa kepada Allah, dan memerah susu ke dalam wadah hingga berbusa, lalu semuanya meminumnya. Akan tetapi riwayat ini jalur-jalurnya berkisar antara lemah (dha’if) dan sangat lemah (waahiyah).
إلا طريقاً واحدة يرويها الصحابي قيس بن النعمان السكوني ونصها:
Kecuali satu jalur yang diriwayatkan oleh seorang shahabat bernama Qais bin An-Nu’man As-Sukuni, dan redaksinya adalah:
لما انطلق رسول الله صلى الله عليه وسلم و أبو بكر يستخفيان نزلا بأبي معبد فقال : والله مالنا شاة , وإن شاءنا لحوامل فما بقي لنا لبن . فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : أحسبه – فما تلك الشاة ؟ فأتى بها . فدعا رسول الله صلى الله عليه وسلم بالبركة عليها , ثم حلب عسّاً فسقاه , ثم شربوا , فقال : أنت الذي يزعم قريش أنك صابيء ؟ قال : إنهم ليقولون . قال : أشهد أن ما جئت به حق . ثم قال : أتبعك . قال : لا حتى تسمع أناّ قد ظهرنا . فاتّبعه بعد
“Ketika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakar bertolak secara sembunyi-sembunyi, keduanya singgah di tempat Abu Ma’bad, lalu ia berkata: ‘Demi Allah kami tidak memiliki kambing, dan sesungguhnya kambing-kambing kami sedang hamil sehingga tidak ada tersisa susu bagi kami.’ Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda —perawi berkata: aku mengira beliau bersabda—: ‘Lalu kambing apakah itu?’ Maka ia membawanya. Lalu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mendoakan keberkahan atasnya, kemudian memerah susu ke dalam wadah besar ( ‘ass ) dan memberinya minum, lalu mereka pun meminumnya. Abu Ma’bad berkata: ‘Apakah engkau orang yang diklaim oleh Quraisy bahwasanya engkau telah menyimpang (shaabi’ )?’ Beliau menjawab: ‘Sesungguhnya mereka memang mengatakan demikian.’ Abu Ma’bad berkata: ‘Aku bersaksi bahwa apa yang engkau bawa adalah kebenaran.’ Kemudian ia berkata: ‘Aku akan mengikutimu.’ Beliau bersabda: ‘Jangan sekarang, sampai engkau mendengar bahwa kami telah menang.’ Maka ia pun mengikutinya (masuk Islam) setelah itu.”
وهذا الخبر فيه معجزة حسية للرسول صلى الله عليه وسلم شاهدها أبو معبد فأسلم .
Dan kabar ini memuat mukjizat inderawi (hissiyyah) bagi Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang disaksikan langsung oleh Abu Ma’bad sehingga ia pun masuk Islam.
Bersambung ke bagian berikutnya in sya Allah
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply