Mukjizat-Mukjizat di Sepanjang Jalur Hijrah (2)



معجزات على طريق الهجرة

Mukjizat-Mukjizat di Sepanjang Jalur Hijrah (Bagian 2 – Selesai)

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Mukjizat-Mukjizat di Sepanjang Jalur Hijrah (Bagian 2 – Selesai) ini masuk dalam Kategori Sirah Nabawiyah

قصة سراقة بن معبد :

Kisah Suraqah bin Malik:

ولندع رواية سراقة بن مالك تكمل الخبر التاريخي ففيها تفاصيل تكشف عن المعجزة النبوية . قال سراقة : ” لما خرج رسول الله صلى الله عليه وسلم من مكة مهاجراً إلى المدينة جعلت قريش فيه مائة ناقة لمن رده عليهم . قال : فبينا أنا جالس في نادي قومي إذ أقبل رجل منا حتى وقف علينا فقال : والله لقد رأيت ركبة ثلاثة مروا عليّ آنفاً إني لأراهم محمداً وأصحابه . قال : فأومأت إليه بعيني أن اسكت . ثم قلت : إنما هم بنو فلان يبتغون ضالة لهم , قال : لعلّه , ثم سكت “.

Dan marilah kita biarkan riwayat Suraqah bin Malik menyempurnakan kabar sejarah ini, karena di dalamnya terdapat rincian-rincian yang menyingkap tentang mukjizat kenabian. Suraqah berkata: “Ketika Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam keluar dari Makkah berhijrah menuju Madinah, kaum Quraisy menjanjikan imbalan seratus ekor unta bagi siapa saja yang mengembalikan beliau kepada mereka. Ia berkata: Ketika aku sedang duduk di perkumpulan kaumku, tiba-tiba seorang pria dari kalangan kami datang hingga berdiri di hadapan kami seraya berkata: ‘Demi Allah, sungguh aku baru saja melihat rombongan penunggang yang terdiri dari tiga orang melintas di hadapanku, dan aku benar-benar menduga mereka adalah Muhammad dan para shahabatnya.’ Suraqah berkata: Maka aku memberi isyarat kepadanya dengan mataku agar ia diam, kemudian aku berkata: ‘Sesungguhnya mereka hanyalah Bani Fulan yang sedang mencari hewan ternak mereka yang hilang.’ Pria itu menjawab: ‘Bisa jadi demikian,’ lalu ia pun diam.”

ثم ذكر سراقة خروجه في أثرهم , وأن فرسه ساخت به حتى طلب الدعاء له من رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم لأبي بكر : ( قل له وما تبتغي منا ) ؟ فقال لي ذلك أبو بكر . قال قلت: تكتب لي كتاباً يكون آية بيني وبينك . قال : اكتب له يا أبا بكر ، فكتب لي كتاباً في عظم أو في رقعة أو في خزفة , ثم ألقاه إلي , فأخذته فجعلته في كنانتي , ثم رجعت فسكت , فلم أذكر شيئاً مما كان)) . ثم حكى خبر لقائه برسول الله صلى الله عليه وسلم بعد فتح مكة وإسلامه .

Kemudian Suraqah menyebutkan keberangkatannya mengejar jejak mereka, dan bahwasanya kudanya terperosok ke dalam tanah hingga ia meminta doa baginya dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Ia berkata: Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abu Bakar: “Katakan padanya, apa yang engkau inginkan dari kami?” Maka Abu Bakar menyampaikan hal itu kepadaku. Suraqah berkata: Aku menjawab: “Engkau menuliskan bagiku sebuah surat yang menjadi tanda (bukti keamanan) antara aku dan engkau.” Beliau bersabda: “Tuliskan padanya wahai Abu Bakar.” Maka Abu Bakar menuliskan bagiku sebuah surat di atas tulang, potongan kain, atau tembikar, kemudian melemparnya kepadaku. Lalu aku mengambilnya dan memasukkannya ke dalam tempat anak panahku (kinaanah), kemudian aku pulang dan diam, tidak menyebutkan sedikit pun dari apa yang telah terjadi. Kemudian ia menceritakan kabar pertemuannya dengan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam setelah peristiwa penaklukan kota Makkah (Fath Makkah) dan masuk Islamnya beliau.

وقد ذكر سراقة في رواية صحيحة أنه اقترب من الاثنين حتى سمع قراءة رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو لا يلتفت , و أبو بكر يكثر الالتفات , كما ذكر أنه عرض عليهما الزاد والمتاع فلم يأخذا منه شيئاً , وأن وصيته كانت : اخف عنا .

Dan sungguh Suraqah telah menyebutkan dalam sebuah riwayat yang sahih bahwa ia mendekati keduanya hingga mendengar bacaan Al-Qur’an Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sementara beliau tidak berpaling, sedangkan Abu Bakar banyak berpaling. Sebagaimana ia juga menyebutkan bahwa ia menawarkan bekal dan perbekalan (al-mataa’) kepada keduanya, namun keduanya tidak mengambil apa pun darinya, dan pesan beliau kepadanya adalah: “Sembunyikanlah kabar tentang kami.”

وتذكر رواية صحيحة أنه صار آخر النهار مسلمة للنبي صلى الله عليه وسلم بعد أن كان جاهداً عليه أوله . وأن الرسول صلى الله عليه وسلم هو الذي دعا عليه فصرعه الفرس . وقد احتاط الاثنان في الكلام مع الناس الذين يقابلونهم في الطريق , فإذا سئل أبو بكر عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : هذا الرجل يهديني السبيل , فيحسب الحاسب إنه إنما يعني الطريق , وإنما يعني سبيل الخير . وقد صح أن الدليل أخذ بهم طريق السواحل.

Dan sebuah riwayat yang sahih menyebutkan bahwa Suraqah berubah di akhir hari menjadi orang yang pasrah dan memberikan jaminan keamanan kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, setelah di awal hari ia berusaha keras memburu beliau. Dan bahواسnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam-lah yang mendoakan keburukan atasnya sehingga kudanya menghempaskannya. Dan keduanya (Nabi dan Abu Bakar) sangat berhati-hati dalam berbicara dengan orang-orang yang ditemui di jalan. Apabila Abu Bakar ditanya tentang Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata: “Pria ini menunjukkanku jalan (as-sabiil),” maka orang yang mendengar mengira ia bermaksud jalan lintasan, padahal yang dimaksudkannya adalah jalan kebaikan (Islam). Dan telah sahih bahwa sang penunjuk jalan mengambil jalur pesisir pantai untuk mereka.

وبالجملة: فإن المعجزات جند من جنود الله تعالى أيد بها رسوله صلى الله عليه وسلم، وأكرمه بها ، وكان لها الأثر الفاعل في إرساء دعائم دعوته المباركة ، والله الموفّق .

Kesimpulannya: Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu merupakan prajurit dari prajurit-prajurit Allah Ta‘ala yang dengannya Dia menguatkan Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan memuliakannya, serta memiliki pengaruh yang efektif dalam meletakkan pilar-pilar dakwah beliau yang diberkahi. Dan Allah-lah Yang memberi petunjuk.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.