Mengabarkan Hal-Hal Gaib (1)



الإخبار عن المغيبات

Mengabarkan Hal-Hal Gaib (Bagian 1)

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Mengabarkan Hal-Hal Gaib (Bagian 1) ini masuk dalam Kategori Sirah Nabawiyah

من المعجزات التي أكرم الله بها نبيه صلى الله عليه وسلم إخباره عن الكثير من المغيبات ، سواء ما حدث منها قبل بعثته أم بعدها، أو ما تعلق بأخبار حياة البرزخ ، وأحداث يوم القيامة والجنة والنار، أو الإخبار عن العوالم الأخرى، كالجن وغيرها.

Di antara mukjizat-mukjizat yang Allah muliakan dengannya Nabi-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah pengabaran beliau tentang banyak hal yang gaib, baik apa yang terjadi sebelum diutusnya beliau maupun setelahnya, atau apa yang berkaitan dengan kabar-kabar kehidupan alam barzakh, peristiwa-peristiwa hari kiamat, surga dan neraka, ataupun pengabaran tentang alam-alam yang lain, seperti jin dan selainnya.

فمما أخبر به صلى الله عليه وسلم عن الأمم السابقة قصة جريج العابد، التي ثبتت في الصحيحين عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

Maka di antara apa yang beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam kabarkan tentang umat-umat terdahulu adalah kisah Juraij seorang ahli ibadah, yang telah shahih dalam Ash-Shahihain dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كان رجل في بني إسرائيل يقال له جريج يصلي، فجاءته أمه، فدعته، فأبى أن يجيبها، فقال: أجيبها أو أصلي؟ ثم أتته، فقالت: اللهم لا تمته حتى تريه وجوه المومسات، وكان جريج في صومعته، فقالت امرأة: لأفتنن جريجاً، فتعرضت له، فكلمته، فأبى، فأتت راعياً، فأمكنته من نفسها، فولدت غلاماً، فقالت: هو من جريج، فأتوه، وكسروا صومعته، فأنزلوه، وسبوه، فتوضأ، وصلى، ثم أتى الغلام، فقال: من أبوك يا غلام؟ قال: الراعي، قالوا: نبني صومعتك من ذهب، قال: لا إلا من طين

“Dahulu ada seorang laki-laki pada Bani Israil yang dipanggil Juraij, ia sedang sholat. Lalu ibunya mendatanginya dan memanggilnya, namun ia enggan menjawabnya, seraya berkata (dalam hati): ‘Apakah aku menjawabnya atau aku melanjutkann sholatku?’ Kemudian ibunya mendatanginya lagi (di lain waktu) lalu berdoa: ‘Ya Allah, janganlah Engkau wafatkan dia sampai Engkau memperlihatkan kepadanya wajah-wajah para wanita pezina.’ Dan Juraij berada di tempat peribadatannya (shouma’ah). Lalu seorang wanita berkata: ‘Sungguh aku akan memfitnah Juraij.’ Maka wanita itu menawarkan diri kepadanya dan mengajaknya bicara, namun Juraij menolaknya. Lalu wanita itu mendatangi seorang penggembala dan menyerahkan dirinya kepadanya hingga ia melahirkan seorang anak laki-laki. Wanita itu berkata: ‘Anak ini dari Juraij.’ Maka orang-orang mendatangi Juraij, menghancurkan tempat peribadatannya, menyuruhnya turun, dan mencacinya. Lalu Juraij berwudhu dan sholat, kemudian ia mendatangi bayi itu dan bertanya: ‘Siapakah ayahmu wahai bayi?’ Bayi itu menjawab: ‘Penggembala.’ Orang-orang pun berkata: ‘Kami akan membangun kembali tempat peribadatanmu dari emas.’ Juraij berkata: ‘Tidak, kecuali dari tanah liat (seperti semula).'”

فهذه من الأخبار الماضية التي وقعت في الأمم السابقة وأخبر عنها صلى الله عليه وسلم.

Maka ini termasuk di antara kabar-kabar masa lalu yang terjadi pada umat-umat terdahulu dan dikabarkan oleh beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

ومن المغيبات ما بشر به صلى الله عليه وسلم بعض أصحابه بذكر منازلهم في الجنة، كما فعل صلى الله عليه وسلم مع الخلفاء الراشدين ، وبقية العشرة المبشرين بالجنة، وغيرهم من الصحابة رضي الله عنهم جميعاً مما لا يسع المجال لذكره ، وكذلك ما بشر به صلى الله عليه وسلم بعض زوجاته ، فقال: ( بشروا خديجة ببيت من الجنة من قصب، لا صخب فيه ولا نصب ) متفق عليه. وبشر مؤذنه بلال رضي الله عنه بقوله: ( فإني سمعت دف نعليك بين يدي في الجنة ) متفق عليه.

Dan di antara hal-hal gaib adalah apa yang beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam berikan kabar gembira dengannya kepada sebagian shahabatnya dengan menyebutkan kedudukan-kedudukan mereka di surga, sebagaimana yang dilakukan beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersama Al-Khulafa’ Ar-Rasyidun, sisa dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga (Al-‘Asyarah Al-Mubasysyaruuna bil Jannah), serta para shahabat lainnya radhiyallaahu ‘anhum ajma’iin yang tidak memungkinkan ruang untuk menyebutkannya. Demikian pula apa yang beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam berikan kabar gembira dengannya kepada sebagian istri-istri beliau, maka beliau bersabda: “Berikanlah kabar gembira kepada Khadijah dengan sebuah rumah di surga dari mutiara berongga (qashab), tidak ada kegaduhan di dalamnya dan tidak pula keletihan.” (Muttafaq ‘Alaih). Dan beliau memberikan kabar gembira kepada muazinnya, Bilal radhiyallaahu ‘anhu dengan sabdanya: “Karena sesungguhnya aku mendengar gesekan langkah sandalmu di hadapanku di surga.” (Muttafaq ‘Alaih).

ومن المغيبات إخباره صلى الله عليه وسلم عن أناسٍ أنهم من أهل النار، من ذلك ما ثبت في الصحاح من حديث سهل بن سعد الساعدي رضي الله عنه ( أن رسول الله صلى الله عليه وسلم التقى هو والمشركون، فاقتتلوا، فلما مال رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى عسكره، ومال الآخرون إلى عسكرهم، وفي أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم رجل لا يدع لهم شاذة، ولا فاذة، إلا اتبعها يضربها بسيفه، فقال: ما أجزأ منا اليوم أحد كما أجزأ فلان، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أما إنه من أهل النار، فقال رجل من القوم: أنا صاحبه، قال: فخرج معه، كلما وقف وقف معه، وإذا أسرع أسرع معه، فجرح الرجل جرحاً شديداً، فاستعجل الموت، فوضع نصل سيفه بالأرض وذبابه- أي طرفه- بين ثدييه، ثم تحامل على سيفه، فقتل نفسه، فخرج الرجل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: أشهد أنك رسول الله، قال: وما ذاك؟ قال: الرجل الذي ذكرت آنفاً، أنه من أهل النار- وذكرنا قصته – ، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم عند ذلك: إن الرجل ليعمل عمل أهل الجنة فيما يبدو للناس، وهو من أهل النار، وإن الرجل ليعمل عمل أهل النار فيما يبدو للناس وهو من أهل الجنة ) متفق عليه ، وهذا لفظ البخاري .

Dan di antara hal-hal gaib adalah pengabaran beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam tentang sebagian orang bahwasanya mereka termasuk penghuni neraka. Di antara hal itu adalah apa yang telah shahih dalam kitab-kitab shahih dari hadits Sahl bin Sa’d As-Sa’idi radhiyallaahu ‘anhu (bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bertempur melawan orang-orang musyrik, lalu kedua belah pihak saling berperang. Tatkala Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam kembali ke pasukannya dan musuh pun kembali ke pasukan mereka, di antara para shahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam ada seorang laki-laki yang tidak membiarkan satu pun musuh yang terpisah atau terisolasi melainkan ia mengejarnya dan menebasnya dengan pedangnya. Maka para sahabat berkata: “Tidak ada seorang pun di antara kita hari ini yang berjuang sehebat fulan.” Lantas Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ketahuilah bahwasanya ia termasuk penghuni neraka.” Maka seorang laki-laki dari kaum tersebut berkata: “Aku akan terus mengawasinya.” Ia berkata: Maka ia pun keluar bersamanya, setiap kali orang itu berhenti ia ikut berhenti bersamanya, dan jika orang itu bergegas ia pun ikut bergegas bersamanya. Lalu orang tersebut terluka dengan luka yang sangat parah, maka ia ingin mempercepat kematiannya. Ia meletakkan gagang pedangnya di tanah dan ujungnya di antara kedua dadanya, kemudian ia merebahkan tubuhnya ke pedang tersebut hingga ia membunuh dirinya sendiri. Maka laki-laki (yang mengawasinya) mendatangi Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Aku bersaksi bahwasanya engkau adalah utusan Allah!” Beliau bertanya: “Ada apa dengan hal itu?” Ia menjawab: “Pria yang engkau sebutkan tadi bahwasanya ia termasuk penghuni neraka —dan kami pun menceritakan kisahnya—.” Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada saat itu: “Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang benar-benar melakukan amalan penghuni surga menurut apa yang tampak bagi manusia, padahal ia termasuk penghuni neraka. Dan sesungguhnya ada seorang laki-laki yang benar-benar melakukan amalan penghuni neraka menurut apa yang tampak bagi manusia, padahal ia termasuk penghuni surga.“) (Muttafaq ‘Alaih, dan ini redaksi Al-Bukhari).

Bersambung ke bagian berikutnya in sya Allah

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.