Hukum Menshalatkan Orang yang Membunuh Dirinya Sendiri



حكم الصلاة على قاتل نفسه

Hukum Menshalatkan Orang yang Membunuh Dirinya Sendiri

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Hukum Menshalatkan Orang yang Membunuh Dirinya Sendiri ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Fiqh Pidana Islam

السؤال:

Pertanyaan:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة وبعد هل يجوز الصلاة على المنتحر ؟ بالرغم من أنه مريض نفسيا بشكل غير ملحوظ ومنتظم على الرغم من أن من يتحدث معه يجده على درجة كبيرة من الطيية إلى درجة السذاجة وعدم تقييم الأمور بمقارنته بباقي الناس مما دفع بعض الأشخاص إلى تأليف بعض الحكايا الفكاهية وهو يقوم بتصديقها !

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Apakah boleh menshalatkan orang yang bunuh diri? Padahal ia mengalami gangguan kejiwaan yang tidak terlalu tampak dan kondisinya relatif stabil. Meskipun demikian, orang yang berbicara dengannya akan mendapati bahwa ia memiliki sifat sangat lugu, bahkan sampai pada tingkat mudah diperdaya dan kurang mampu menilai berbagai perkara sebagaimana orang lain. Hal itu sampai mendorong sebagian orang membuat berbagai cerita lucu yang dibuat-buat, lalu ia mempercayainya.

الإجابــة:

Jawaban:

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabat beliau. Amma ba‘du:

فقد ثبت في صحيح الإمام مسلم من حديث جابر بن سمرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم: “أتي برجل قتل نفسه بمشاقص فلم يصل عليه”.

Telah sahih dalam Shahih Imam Muslim, dari hadits Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“أتي برجل قتل نفسه بمشاقص فلم يصل عليه”

“Didatangkan kepada beliau seorang laki-laki yang membunuh dirinya sendiri dengan anak-anak panah, maka beliau tidak menshalatkannya.”

والمشاقص: سهام عراض، واحدها مِشقَص بكسر الميم وفتح القاف.

Al-masyaqish adalah anak-anak panah yang lebar. Bentuk tunggalnya adalah misyqash, dengan huruf mim berharakat kasrah dan huruf qaf berharakat fathah.

قال الإمام النووي رحمه الله في شرحه لهذا الحديث: “وفي هذا الحديث دليل لمن يقول لا يصلى على قاتل نفسه لعصيانه، وهذا مذهب عمر بن عبد العزيز والأوزاعي.

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata dalam penjelasannya terhadap hadits ini: “Di dalam hadits ini terdapat dalil bagi orang yang berpendapat bahwa orang yang membunuh dirinya sendiri tidak dishalatkan karena kemaksiatannya. Ini merupakan mazhab ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz dan Al-Auza‘i.

وقال الحسن والنخعي وقتادة ومالك وأبو حنيفة والشافعي وجماهير العلماء يصلى عليه، وأجابوا عن هذا الحديث بأن النبي صلى الله عليه وسلم لم يصل عليه بنفسه زجراً للناس عن مثل فعله، وصلت عليه الصحابة.

Sedangkan Al-Hasan, An-Nakha‘i, Qatadah, Malik, Abu Hanifah, Asy-Syafi‘i, dan mayoritas ulama berpendapat bahwa ia tetap dishalatkan. Mereka menjawab hadits tersebut dengan mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menshalatkannya sendiri sebagai bentuk pencegahan agar manusia tidak melakukan perbuatan serupa, sementara para sahabat tetap menshalatkannya.

ثم نقل النووي عن القاضي عياض قوله: “مذهب العلماء كافة الصلاة على كل مسلم ومحدود ومرجوم وقاتل نفسه وولد الزنا، وعن مالك وغيره أن الإمام يجتنب الصلاة على مقتول في حد، وأن أهل الفضل لا يصلون على الفساق زجراً لهم..” اهـ.

Kemudian An-Nawawi menukil perkataan Al-Qadhi ‘Iyadh: “Mazhab seluruh ulama adalah menshalatkan setiap muslim, termasuk orang yang dijatuhi hukuman hadd, orang yang dirajam, orang yang membunuh dirinya sendiri, dan anak hasil zina. Diriwayatkan dari Malik dan selainnya bahwa imam tidak menshalatkan orang yang meninggal karena pelaksanaan hukuman hadd, dan bahwa orang-orang yang memiliki keutamaan tidak menshalatkan orang-orang fasik sebagai bentuk pencegahan bagi mereka.” Sekian kutipan.

فالحاصل أن قاتل نفسه يصلى عليه ـ في الراجح ـ ولو كان عاقلا يعي كل ما يفعل ويقول ، وأحرى إذا كان على الوضع المذكور في السؤال.

Kesimpulannya, menurut pendapat yang lebih kuat, orang yang membunuh dirinya sendiri tetap dishalatkan, sekalipun ia berakal dan memahami sepenuhnya apa yang dilakukan dan diucapkannya. Terlebih lagi apabila keadaannya sebagaimana yang disebutkan dalam pertanyaan.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.