الفراعنة يوم القيامة
Para Fir‘aun pada Hari Kiamat
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Para Fir‘aun pada Hari Kiamat ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Aqidah
السؤال:
Pertanyaan:
ماذا عن الفراعنة الذين كانوا يعبدون الإله حورس والشمس وأشياء أخرى ولم ينزل عليهم الإسلام؟
Bagaimana dengan para Fir‘aun yang dahulu menyembah dewa Horus, matahari, dan berbagai hal lainnya, sementara Islam tidak diturunkan kepada mereka?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:
فإن الله تعالى لا يعذب أحداً من خلقه قبل بلوغ الحجة إليه، لقوله تعالى:
Sesungguhnya Allah Ta‘ala tidak mengazab seorang pun dari makhluk-Nya sebelum hujjah sampai kepadanya, berdasarkan firman Allah Ta‘ala:
وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولاً {الإسراء:15}
“Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” [Al-Isra’: 15]
فالظاهر من الآية أن الله تبارك وتعالى لا يعذب أحداً حتى يسبق إليه الإعذار من الله وتأتيه من الله بينة، وقد أوضح الله عز وجل هذا المعنى في آيات أخرى كثيرة منها قوله تعالى:
Makna yang tampak dari ayat tersebut adalah bahwa Allah Tabaraka wa Ta‘ala tidak mengazab seorang pun hingga sebelumnya telah datang kepadanya penegakan alasan dari Allah dan datang kepadanya bukti yang jelas dari Allah. Allah ‘Azza wa Jalla telah menjelaskan makna ini dalam banyak ayat lainnya, di antaranya firman Allah Ta‘ala:
رُّسُلاً مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلاَّ يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ وَكَانَ اللّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا {النساء:165}
“Rasul-rasul sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada lagi alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah diutusnya para rasul. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” [An-Nisa’: 165]
وقوله تعالى:
Dan firman Allah Ta‘ala:
وَلَوْ أَنَّا أَهْلَكْنَاهُم بِعَذَابٍ مِّن قَبْلِهِ لَقَالُوا رَبَّنَا لَوْلَا أَرْسَلْتَ إِلَيْنَا رَسُولًا فَنَتَّبِعَ آيَاتِكَ مِن قَبْلِ أَن نَّذِلَّ وَنَخْزَى {طـه: 134}
“Dan sekiranya Kami membinasakan mereka dengan suatu azab sebelum itu, tentulah mereka berkata: ‘Wahai Rabb kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami sehingga kami mengikuti ayat-ayat-Mu sebelum kami menjadi hina dan terhina?'” [Thaha: 134]
وأخبر سبحانه أن أهل النار يقرون بأنهم أنذروا، فقال تعالى:
Allah سبحانه وتعالى juga mengabarkan bahwa para penghuni neraka mengakui bahwa mereka telah diberi peringatan. Allah Ta‘ala berfirman:
كُلَّمَا أُلْقِيَ فِيهَا فَوْجٌ سَأَلَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَذِيرٌ * قَالُوا بَلَى قَدْ جَاءنَا نَذِيرٌ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللَّهُ مِن شَيْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ كَبِيرٍ {الملك:8-9}
“Setiap kali satu rombongan dilemparkan ke dalamnya, para penjaganya bertanya kepada mereka: ‘Apakah belum pernah datang kepada kalian seorang pemberi peringatan?’ Mereka menjawab: ‘Benar, sungguh telah datang kepada kami seorang pemberi peringatan, tetapi kami mendustakannya dan berkata: Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun; kalian hanyalah berada dalam kesesatan yang besar.'” [Al-Mulk: 8-9]
قال العلامة الشنقيطي: وهذه الآيات التي ذكرنا وأمثالها في القرآن العظيم تدل على عذر أهل الفترة بأنهم لم يأتهم نذير ولو ماتوا على الكفر… وبهذا قالت جماعة من أهل العلم، وذهبت جماعة أخرى من أهل العلم إلى أن كل من مات على الكفر فهو في النار، ولو لم يأته نذير. انتهى.
Al-‘Allamah Asy-Syinqithi berkata: “Ayat-ayat yang telah kami sebutkan dan ayat-ayat semisalnya dalam Al-Qur’an yang agung menunjukkan adanya uzur bagi Ahlul Fatrah karena tidak datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, meskipun mereka meninggal dalam keadaan kufur…. Pendapat ini dipegang oleh sekelompok ahli ilmu. Sementara kelompok lain dari ahli ilmu berpendapat bahwa setiap orang yang meninggal dalam keadaan kufur berada di dalam neraka, sekalipun tidak pernah datang kepadanya seorang pemberi peringatan.” Selesai kutipan.
وفي المسألة خلاف مشهور، وقد سبق بيانه في الفتوى الأخرى هنا، والراجح أنهم يمتحنون يوم القيامة.
Dalam persoalan ini terdapat perselisihan yang dikenal di kalangan ulama, dan hal tersebut telah dijelaskan sebelumnya dalam fatwa lainnya di sini.
Pendapat yang lebih kuat adalah bahwa mereka akan diuji pada Hari Kiamat.
وعليه، فإن كان هؤلاء الفراعنة لم يرسل إليهم رسول، ولم تصل إليهم بقايا دعوة المرسلين من التوحيد الصحيح فحكمهم حكم أهل الفترة، الذين لم تبلغهم دعوة الأنبياء ولا كتاب لهم، وأنهم يمتحنون يوم القيامة، وراجعي الفتوى الأخرى هنا، والفتوى الأخرى هنا.
Berdasarkan hal tersebut, apabila para Fir‘aun itu tidak pernah diutus kepada mereka seorang rasul dan tidak sampai kepada mereka sisa-sisa dakwah para rasul berupa tauhid yang benar, maka hukum mereka seperti hukum Ahlul Fatrah, yaitu orang-orang yang belum sampai kepada mereka dakwah para nabi dan tidak memiliki kitab. Mereka akan diuji pada Hari Kiamat. Silakan merujuk pula fatwa lainnya di sini :
- Orang yang Belum Sampai Kepadanya Dakwah Islam Akan Diuji pada Hari Kiamat
- Nasib Orang yang Belum Sampai Kepadanya Dakwah dan Belum Mendengar Tentang Nabi
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply