الكفر موجب لدخول النار
Kekufuran Menjadi Sebab Masuk Neraka
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Kekufuran Menjadi Sebab Masuk Neraka ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Aqidah
السؤال:
Pertanyaan:
عمري 16 عاما، ولا يخفى على أحد أنه في هذا العمر يبدأ التفكير والشك وطرح الأسئلة في كل شيء تعودنا عليه منذ صغرنا، وأنا مولود في أسرة مسلمة ـ والحمد لله ـ وعندما قرأت عن الإلحاد وعن حججهم وعن بعض الأديان الأخرى بدأت أسأل أسئلة في ذهني وأبحث عن إجابات،
Usia saya 16 tahun. Sudah diketahui bahwa pada usia seperti ini seseorang mulai berpikir, meragukan, dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai hal-hal yang sejak kecil telah biasa ia terima. Saya lahir dalam keluarga muslim —alhamdulillah— dan ketika saya membaca tentang ateisme, argumentasi mereka, serta beberapa agama lainnya, mulai muncul berbagai pertanyaan dalam pikiran saya dan saya pun mencari jawabannya.
ومن الأسئلة التي لا أجد لها إجابة مقنعة إلى حد ما: لماذا يدخل الله عز وجل كل كافر إلى النار حتى ولو كانوا ممن لم يقوموا بإيذاء المسلمين؟ وهناك بعض الكفار يساعد المسلمين.
Di antara pertanyaan yang hingga batas tertentu belum saya temukan jawaban yang memuaskan adalah: Mengapa Allah ‘Azza wa Jalla memasukkan setiap orang kafir ke dalam neraka, sekalipun mereka termasuk orang-orang yang tidak menyakiti kaum muslimin? Bahkan ada sebagian orang kafir yang membantu kaum muslimin.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن والاه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para shahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya. Amma ba‘du:
فإننا ننصحك أولا يا بُنَيَّ وأنت في مقتبل العُمُرِ بأن تُقبِلَ على تعلم القرآن حفظا وتفسيرا بدل أن تُشْغِلَ نفسك بالشبهات التي ربما تُفْسِدُ عليك قلبَك، ولا تستطيع دفعها لقلة علمك وصغر سنك، فالحذر الحذر من ذلك، وأما لماذا يدخل الله الكفار إلى النار؟ فاعلم أولا أن الله تعالى لا يعذب أحدا في النار إلا بعد قيام الحجة عليه، كما فصلناه في الفتوى الأخرى هنا.
Pertama-tama kami menasihatimu, wahai anakku, sementara engkau masih berada pada awal usia muda, agar bersungguh-sungguh mempelajari Al-Qur’an, baik dengan menghafalnya maupun mempelajari tafsirnya, daripada menyibukkan diri dengan berbagai syubhat yang bisa jadi merusak hatimu dan belum mampu engkau bantah karena sedikitnya ilmu dan masih mudanya usia. Maka berhati-hatilah terhadap hal tersebut.
Adapun mengapa Allah memasukkan orang-orang kafir ke dalam neraka, maka ketahuilah terlebih dahulu bahwa Allah Ta‘ala tidak mengazab seorang pun di neraka kecuali setelah hujjah tegak atasnya, sebagaimana telah kami jelaskan secara rinci dalam fatwa lainnya di sini.
ومن قامت عليه الحجة وأصر على الكفر فلا شك أنه مستحق للعذاب، وما ربك بظلام للعبيد، ومن علم الله قابليته للهدى هداه فضلا منه سبحانه، كما قال تعالى:
Adapun orang yang telah tegak hujjah atasnya lalu tetap bersikeras dalam kekufuran, maka tidak diragukan lagi bahwa ia layak mendapatkan azab. Rabb-mu tidak menzalimi hamba-hamba-Nya. Barang siapa Allah mengetahui bahwa dalam dirinya terdapat kesiapan menerima petunjuk, maka Allah memberinya petunjuk sebagai karunia dari-Nya سبحانه وتعالى. Allah Ta‘ala berfirman:
وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لَأَسْمَعَهُمْ {الأنفال: 23}
“Sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada diri mereka, niscaya Dia menjadikan mereka dapat mendengar.” [Al-Anfal: 23]
وكما قال تعالى:
Dan sebagaimana firman Allah Ta‘ala:
إِنْ يَعْلَمِ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا مِمَّا أُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ {الأنفال: 70}
“Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hati kalian, niscaya Dia akan memberikan kepada kalian sesuatu yang lebih baik daripada apa yang telah diambil dari kalian dan mengampuni kalian. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Al-Anfal: 70]
ومن علم الله عدم قابليته للهدى أضله عدلا، ولن يهتدي ولو تناطحت أمامه الجبال الرواسي، كما قال تعالى:
Dan barang siapa Allah mengetahui bahwa dirinya tidak memiliki kesiapan untuk menerima petunjuk, maka Allah menyesatkannya sebagai bentuk keadilan. Ia tidak akan mendapatkan petunjuk sekalipun gunung-gunung yang kokoh saling bertumbukan di hadapannya. Allah Ta‘ala berfirman:
وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَا إِلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ الْمَوْتَى وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَيْءٍ قُبُلًا مَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ {الأنعام: 111}
“Sekiranya Kami menurunkan malaikat kepada mereka, orang-orang mati berbicara kepada mereka, dan Kami kumpulkan segala sesuatu di hadapan mereka, mereka tetap tidak akan beriman kecuali jika Allah menghendaki. Akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” [Al-An‘am: 111]
وكما قال تعالى:
Dan sebagaimana firman Allah Ta‘ala:
وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آَيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا {الأعراف: 146}
“Dan apabila mereka melihat setiap tanda, mereka tidak akan beriman kepadanya.” [Al-A‘raf: 146]
بل لو وقفوا على النار ورأوها بأم أعينهم ثم ردهم الله إلى الدنيا لعادوا لكفرهم، كما قال تعالى:
Bahkan seandainya mereka berdiri di hadapan neraka dan melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri, kemudian Allah mengembalikan mereka ke dunia, niscaya mereka akan kembali kepada kekufuran mereka. Allah Ta‘ala berfirman:
وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِآَيَاتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ * بَلْ بَدَا لَهُمْ مَا كَانُوا يُخْفُونَ مِنْ قَبْلُ وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ {الأنعام: 27ـ 28}
“Sekiranya engkau melihat ketika mereka dihadapkan kepada neraka, lalu mereka berkata: ‘Seandainya kami dikembalikan ke dunia, kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Rabb kami dan kami akan menjadi orang-orang beriman.’ Bahkan telah tampak bagi mereka apa yang dahulu mereka sembunyikan. Seandainya mereka dikembalikan, niscaya mereka akan kembali kepada apa yang telah dilarang dari mereka. Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.” [Al-An‘am: 27-28]
وصدق الله العظيم إذ يقول:
Mahabenar Allah Yang Mahaagung ketika berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا وَلَكِنَّ النَّاسَ أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ {يونس:44}
“Sesungguhnya Allah tidak menzalimi manusia sedikit pun, tetapi manusialah yang menzalimi diri mereka sendiri.” [Yunus: 44]
وكذا قال تعالى:
Dan Allah Ta‘ala juga berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا {النساء: 40}
“Sesungguhnya Allah tidak menzalimi meskipun seberat zarrah. Jika ada suatu kebaikan, Dia akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.” [An-Nisa’: 40]
فالله تعالى يدخل الكفار النار بسبب كفرهم به جل في علاه، مع أنه هو الذي خلقهم ورزقهم وأنعم عليهم بالنعم الظاهرة والباطنة التي لا يستطيعون إحصاءها، وأرسل إليهم الرسل، وأقام عليهم الحجة، وبين لهم طريق النجاة من طريق الهلاك، ومع ذلك كله فإنهم كفروا به وعبدوا غيره فاستحقوا دخول النار.
Maka Allah Ta‘ala memasukkan orang-orang kafir ke dalam neraka karena kekufuran mereka kepada-Nya, Mahatinggi Dia. Padahal Dialah yang menciptakan mereka, memberi mereka rezeki, dan melimpahkan kepada mereka nikmat-nikmat lahir dan batin yang tidak mampu mereka hitung. Dia juga mengutus para rasul kepada mereka, menegakkan hujjah atas mereka, serta menjelaskan kepada mereka jalan keselamatan dan jalan kebinasaan. Namun setelah semua itu mereka tetap kufur kepada-Nya dan menyembah selain-Nya, sehingga mereka layak masuk neraka.
وأما كون بعض الكفار يساعد المسلمين: فهذه المساعدة لا تذهب هباءً، بل يثيبهم الله تعالى عليها في الدنيا، فقد روى مسلم في صحيحه من حديث أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
Adapun mengenai sebagian orang kafir yang membantu kaum muslimin, maka bantuan tersebut tidaklah sia-sia. Allah Ta‘ala akan memberikan balasan kepada mereka atasnya di dunia. Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللهَ لَا يَظْلِمُ مُؤْمِنًا حَسَنَةً، يُعْطَى بِهَا فِي الدُّنْيَا وَيُجْزَى بِهَا فِي الْآخِرَةِ، وَأَمَّا الْكَافِرُ فَيُطْعَمُ بِحَسَنَاتِ مَا عَمِلَ بِهَا لِلَّهِ فِي الدُّنْيَا، حَتَّى إِذَا أَفْضَى إِلَى الْآخِرَةِ، لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَةٌ يُجْزَى بِهَا.
“Sesungguhnya Allah tidak menzalimi seorang mukmin dalam satu kebaikan pun. Ia diberi balasan karenanya di dunia dan diberi pahala karenanya di akhirat. Adapun orang kafir, maka ia diberi bagian di dunia karena kebaikan-kebaikan yang dilakukannya untuk Allah, hingga ketika ia sampai ke akhirat tidak tersisa baginya kebaikan yang akan diberi balasan karenanya.” (HR. Muslim).
وإذا كان الكافر في الدنيا على خُلُقٍ حسنٍ مع الناس، فاعلم أنه على أسوأ ما يكون من الخلق مع خالقه وربه، وقد قال عز وجل:
Apabila seorang kafir di dunia memiliki akhlak yang baik terhadap manusia, maka ketahuilah bahwa terhadap Pencipta dan Rabb-nya ia berada dalam keadaan akhlak yang paling buruk. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
وَكَانَ الْكَافِرُ عَلَى رَبِّهِ ظَهِيرًا {الفرقان: 55}
“Dan orang kafir adalah penolong terhadap Rabb-nya.” [Al-Furqan: 55]
والمعنى: وَكَانَ الْكَافِرُ مُعِينًا لِلشَّيْطَانِ، وَحِزْبِهِ مِنَ الْكَفَرَةِ عَلَى عَدَاوَةِ اللَّهِ وَرُسُلِهِ.
Maknanya adalah: orang kafir menjadi penolong bagi setan dan kelompoknya dari kalangan orang-orang kafir dalam memusuhi Allah dan rasul-rasul-Nya.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply