Nasib Orang yang Belum Sampai Kepadanya Dakwah dan Belum Mendengar Tentang Nabi



مصير من لم تبلغه الدعوة ولم يسمع بالنبي

Nasib Orang yang Belum Sampai Kepadanya Dakwah dan Belum Mendengar Tentang Nabi

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Nasib Orang yang Belum Sampai Kepadanya Dakwah dan Belum Mendengar Tentang Nabi ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Aqidah

السؤال:

Pertanyaan:

هل هناك بشر على الأرض لم تصلهم الرسالة واضحة في أي مكان أو زمان، وكيف يحاسبون بعد الموت، وهل يؤاخذ المسلمون على تقصيرهم في ذلك؟

Apakah masih ada manusia di bumi yang belum sampai kepada mereka risalah secara jelas, di tempat atau zaman mana pun? Bagaimana mereka akan dihisab setelah meninggal? Dan apakah kaum muslimin akan dimintai pertanggungjawaban karena kelalaian mereka dalam perkara tersebut?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba’du:

فمن المستبعد أن يكون على وجه الأرض الآن شعب لم تصله رسالة محمد صلى الله عليه وسلم لكثرة ما تنشره وسائل الإعلام من التعريف بالدين الإسلامي والدعوة إليه، وإذا افترض وجود مثل هذه الشعوب فإنهم لا يعذبون إلا بعد أن تقام عليهم الحجة، قال الله تعالى:

Sulit dibayangkan bahwa pada saat ini masih ada suatu bangsa di muka bumi yang sama sekali belum sampai kepadanya risalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena begitu banyaknya media yang menyebarkan pengenalan tentang agama Islam dan dakwah kepadanya. Namun apabila diasumsikan bahwa bangsa seperti itu memang ada, maka mereka tidak akan diazab kecuali setelah hujjah ditegakkan atas mereka. Allah Ta‘ala berfirman:

مَّنِ اهْتَدَى فَإِنَّمَا يَهْتَدي لِنَفْسِهِ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا وَلاَ تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولاً [الإسراء:15]

“Barang siapa mendapat petunjuk, maka sesungguhnya ia mendapat petunjuk untuk dirinya sendiri. Dan barang siapa tersesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu atas dirinya sendiri. Seseorang yang memikul beban tidak akan memikul beban orang lain. Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” [Al-Isra’: 15]

ولا فرق في هذا بين زمنه صلى الله عليه وسلم والأزمنة المتتالية من بعده، فمن لم تبلغه الدعوة ولم يسمع بالنبي صلى الله عليه وسلم فحكمه حكم أهل الفترة، وقد ورد في الحديث أنهم يمتحنون يوم القيامة، روى الإمام أحمد من حديث الأسود بن سريع أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:

Tidak ada perbedaan dalam hal ini antara masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan masa-masa setelah beliau. Maka orang yang belum sampai kepadanya dakwah dan belum pernah mendengar tentang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, hukumnya seperti Ahlul Fatrah. Telah disebutkan dalam hadits bahwa mereka akan diuji pada Hari Kiamat. Imam Ahmad meriwayatkan dari Al-Aswad bin Sari‘ bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَرْبَعَةٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ أَصَمُّ لَا يَسْمَعُ شَيْئًا وَرَجُلٌ أَحْمَقُ وَرَجُلٌ هَرَمٌ وَرَجُلٌ مَاتَ فِي فَتْرَةٍ: فَأَمَّا الْأَصَمُّ فَيَقُولُ رَبِّ لَقَدْ جَاءَ الْإِسْلَامُ وَمَا أَسْمَعُ شَيْئًا، وَأَمَّا الْأَحْمَقُ فَيَقُولُ رَبِّ لَقَدْ جَاءَ الْإِسْلَامُ وَالصِّبْيَانُ يَحْذِفُونِي بِالْبَعْرِ، وَأَمَّا الْهَرَمُ فَيَقُولُ رَبِّي لَقَدْ جَاءَ الْإِسْلَامُ وَمَا أَعْقِلُ شَيْئًا، وَأَمَّا الَّذِي مَاتَ فِي الْفَتْرَةِ فَيَقُولُ رَبِّ مَا أَتَانِي لَكَ رَسُولٌ، فَيَأْخُذُ مَوَاثِيقَهُمْ لَيُطِيعُنَّهُ فَيُرْسِلُ إِلَيْهِمْ أَنْ ادْخُلُوا النَّارَ، قَالَ: فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْ دَخَلُوهَا لَكَانَتْ عَلَيْهِمْ بَرْدًا وَسَلَامًا

“Ada empat golongan pada Hari Kiamat: seorang laki-laki tuli yang tidak dapat mendengar apa pun, seorang yang lemah akalnya, seorang yang telah sangat tua, dan seorang yang meninggal pada masa fatrah. Adapun orang tuli berkata: ‘Wahai Rabb-ku, sungguh Islam telah datang tetapi aku tidak dapat mendengar apa pun.’ Orang yang lemah akalnya berkata: ‘Wahai Rabb-ku, sungguh Islam telah datang sementara anak-anak melempariku dengan kotoran.’ Orang yang sangat tua berkata: ‘Wahai Rabb-ku, sungguh Islam telah datang sementara aku tidak dapat memahami apa pun.’ Adapun orang yang meninggal pada masa fatrah berkata: ‘Wahai Rabb-ku, tidak pernah datang kepadaku seorang rasul dari-Mu.’ Lalu Allah mengambil perjanjian dari mereka agar mereka menaati-Nya, kemudian Dia mengutus kepada mereka perintah: ‘Masuklah ke dalam neraka.’ Beliau bersabda: ‘Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, seandainya mereka memasukinya, niscaya neraka itu menjadi dingin dan keselamatan bagi mereka.'”

قال الألباني صحيح.

Al-Albani menilai hadits tersebut shahih.

وعما إذا كان المسلمون مؤاخذين على تقصيرهم في ذلك، فالجواب أنهم مؤاخذون إذا أمكنهم إيصال الرسالة إلى من لم تصلهم ولم يفعلوا.

Adapun mengenai apakah kaum muslimin akan dimintai pertanggungjawaban karena kelalaian mereka dalam perkara ini, maka jawabannya adalah bahwa mereka akan dimintai pertanggungjawaban apabila mereka memiliki kemampuan untuk menyampaikan risalah kepada orang-orang yang belum menerimanya, tetapi mereka tidak melakukannya.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.