Tingkatan-Tingkatan Iman kepada Qadar



مراتب الإيمان بالقدر

Tingkatan-Tingkatan Iman kepada Qadar

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Tingkatan-Tingkatan Iman kepada Qadar ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Aqidah

السؤال:

Pertanyaan:

ما هي أركان الإيمان بالقضاء والقدر ؟
وجزاكم الله خيرا

Apa saja tingkatan iman kepada qadha’ dan qadar? Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba‘du:

فإن الإيمان بالقدر خيره وشره ركن من أركان الإيمان، لا يتم إيمان العبد إلا باستيفائه. قال صلى الله عليه وسلم كما في حديث جبريل المشهور الذي رواه عبد الله بن عمر عن أبيه عمر بن الخطاب رضي الله عنهما وفيه قال: فأخبرني عن الإيمان؟ قال:

Sesungguhnya iman kepada qadar, yang baik maupun yang buruk, merupakan salah satu rukun iman. Iman seorang hamba tidak sempurna kecuali dengan memenuhinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana dalam hadits Jibril yang terkenal, yang diriwayatkan ‘Abdullah bin ‘Umar dari ayahnya, ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhuma. Dalam hadits tersebut Jibril berkata: “Beritahukan kepadaku tentang iman.” Beliau menjawab:

أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر، وتؤمن بالقدر خيره وشره.

“Engkau beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, Hari Akhir, dan engkau beriman kepada qadar, yang baik maupun yang buruk.”

قال: صدقت…

Jibril berkata: “Engkau benar…”

ومن الأدلة على وجوب الإيمان بالقضاء والقدر من القرآن قوله تعالى:

Di antara dalil Al-Qur’an yang menunjukkan kewajiban beriman kepada qadha’ dan qadar adalah firman Allah Ta‘ala:

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ {القمر: 49}

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut qadar.” [Al-Qamar: 49]

وقوله:

Dan firman-Nya:

وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا {الأحزاب: 38}

“Dan ketetapan Allah itu merupakan ketetapan yang pasti berlaku.” [Al-Ahzab: 38]

وقوله:

Dan firman-Nya:

فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ {المرسلات: 23}

“Lalu Kami menentukannya, dan Kamilah sebaik-baik yang menentukan.” [Al-Mursalat: 23]

ومن أدلة السنة على وجوب الإيمان بالقضاء والقدر حديث جبريل الآنف الذكر، وقوله صلى الله عليه وسلم:

Adapun di antara dalil Sunnah mengenai kewajiban beriman kepada qadha’ dan qadar adalah hadits Jibril yang telah disebutkan sebelumnya, serta sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لا يؤمن عبد حتى يؤمن بالقدر خيره وشره من الله، وحتى يعلم أن ما أصابه لم يكن ليخطئه وأن ما أخطأه لم يكن ليصيبه.

“Seorang hamba tidak beriman hingga ia beriman kepada qadar, yang baik maupun yang buruk, berasal dari Allah, dan hingga ia mengetahui bahwa apa yang menimpanya tidak mungkin luput darinya dan apa yang luput darinya tidak mungkin menimpanya.” (HR. At-Tirmidzi dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

هذا، وإن مراتب الإيمان بالقدر أربع، وهي إجمالا:

Adapun tingkatan iman kepada qadar ada empat. Secara ringkas, tingkatan-tingkatan tersebut adalah:

الأولى: العلم: أي أن الله علم ما الخلق عاملون بعلمه القديم.

Pertama: Ilmu. Yaitu meyakini bahwa Allah telah mengetahui apa yang akan dilakukan seluruh makhluk dengan ilmu-Nya yang azali.

الثانية: الكتابة: أي أن الله كتب مقادير الخلائق في اللوح المحفوظ

Kedua: Penulisan. Yaitu meyakini bahwa Allah telah menuliskan seluruh ketetapan makhluk di Lauh Mahfuzh.

الثالثة : المشيئة: أي أن ما شاء الله كان وما لم يشأ لم يكن، وأن ليس في السموات والأرض من حركة ولا سكون إلا بمشيئته سبحانه، ولا يكون في ملكه إلا ما يريد.

Ketiga: Masyi’ah atau kehendak. Yaitu meyakini bahwa apa yang Allah kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak akan terjadi. Tidak ada gerakan maupun diam di langit dan di bumi kecuali dengan kehendak-Nya Subhanahu wa Ta‘ala, dan tidak terjadi di dalam kerajaan-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki.

الرابعة: الخلق والتكوين، أي أن الله خالق كل شيء، ومن ذلك أفعال العباد، كما دلت على ذلك النصوص.

Keempat: Penciptaan dan pengadaan. Yaitu meyakini bahwa Allah adalah Pencipta segala sesuatu, termasuk perbuatan para hamba, sebagaimana ditunjukkan oleh berbagai nash.

وللوقوف على أدلة كل مرتبة من هذه المراتب راجع كتاب القضاء والقدر في ضوء الكتاب والسنة للدكتور عبد الرحمن المحمود، أو باب القدر في كتب العقيدة الشاملة، مثل معارج القبول للشيخ حافظ حكمي، أو الإيمان للدكتور محمد نعيم ياسين

Untuk mengetahui dalil-dalil dari setiap tingkatan tersebut, silakan merujuk kitab Al-Qadha’ wa Al-Qadar fi Dhau’ Al-Kitab wa As-Sunnah karya Dr. ‘Abdurrahman Al-Mahmud, atau pembahasan tentang qadar dalam kitab-kitab aqidah yang komprehensif, seperti Ma‘arij Al-Qabul karya Syaikh Hafizh Hakami, atau Al-Iman karya Dr. Muhammad Na‘im Yasin.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.