الخوض في القدر والتعمق فيه أمر خطير
Mendalami Persoalan Qadar Secara Berlebihan Adalah Perkara yang Berbahaya
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Mendalami Persoalan Qadar Secara Berlebihan Adalah Perkara yang Berbahaya ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Aqidah
السؤال:
Pertanyaan:
ينتابني أحياناً وسوسة من الشيطان وأسئلة في نفسي تدور كالتالي، وأنا أعرف الإجابة عليها ومطلعة على أكثر من إجابة وأستطيع أن أقنع غيري بها لكنني بالداخل أكون غير مقتنعة:
Terkadang saya mengalami bisikan dari setan dan muncul pertanyaan-pertanyaan dalam diri saya seperti berikut ini. Sebenarnya saya mengetahui jawabannya, telah membaca lebih dari satu jawaban, bahkan mampu meyakinkan orang lain dengannya, tetapi di dalam diri saya sendiri terkadang saya tetap belum merasa yakin:
1- لماذا خلقنا الله ووضع لنا الشهوات والرغبات وطلب منا الابتعاد عنها وسيعذبنا إذا ارتكبنا الفواحش.
1- Mengapa Allah menciptakan kita, memberikan kepada kita berbagai syahwat dan keinginan, kemudian memerintahkan kita menjauhinya dan akan mengazab kita apabila kita melakukan perbuatan-perbuatan keji?
2- ما ذنب الشخص أن يعذب وهو لم يختر حياته ولم يخلق نفسه بيده ولم يرغب في وجوده فلماذا تواجهه كل هذه المتاعب في الحياة والآخرة إذا لم يكن صالحاً.
2- Apa kesalahan seseorang sehingga ia harus diazab, padahal ia tidak memilih kehidupannya, tidak menciptakan dirinya dengan tangannya sendiri, dan tidak meminta untuk diwujudkan? Mengapa ia harus menghadapi seluruh kesulitan ini dalam kehidupan dan akhirat apabila ia tidak menjadi orang yang shalih?
3- خلقنا الله سبحانه وتعالى وهو القادر على أن نكون مستقيمين أو خطائين فلماذا لا يصلحنا كما أصلح الأنبياء وأصلح قلب سيدنا محمد عليه أفضل السلام،
3- Allah Subhanahu wa Ta‘ala menciptakan kita, dan Dia Mahakuasa untuk menjadikan kita orang-orang yang istiqamah ataupun orang-orang yang berbuat salah. Mengapa Dia tidak memperbaiki kita sebagaimana Dia memperbaiki para nabi dan memperbaiki hati Nabi kita Muhammad, semoga shalawat dan salam yang paling utama tercurah kepada beliau?
وبعد أن تدور هذه الأسئلة في عقلي أستغفر الله فوراً وأنا غير راضية بما يدور في نفسي من أسئلة هل أكون آثمة على ذلك وكثيراً ما توسوس نفسي بهذه الأسئلة؟ وجزاكم الله خيراً.
Setelah pertanyaan-pertanyaan tersebut berputar dalam pikiran saya, saya segera memohon ampun kepada Allah. Saya sendiri tidak ridha dengan pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam diri saya itu. Apakah saya berdosa karena hal tersebut? Pikiran saya cukup sering membisikkan pertanyaan-pertanyaan seperti ini. Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba‘du:
فاعلمي أن ما ينتابك من وساوس في هذه الأمور التي تتعلق بالغيب إنما هو من كيد الشيطان ليفسد عليك دينك، وليقودك إلى مهاوي الردى، وهذه الوسوسة دليل على إياس الشيطان من إغوائك،
Ketahuilah bahwa berbagai waswas yang menimpamu dalam perkara-perkara yang berkaitan dengan perkara gaib tersebut hanyalah bagian dari tipu daya setan untuk merusak agamamu dan membawamu menuju jurang kebinasaan. Waswas seperti ini merupakan tanda keputusasaan setan dalam menyesatkanmu.
وتراجع الفتوى الأخرى هنا، والفتوى الأخرى هنا،
Silakan lihat fatwa lainnya di sini:
- Waswas Setan Merupakan Tanda Keputusasaannya dalam Menyesatkan Seorang Hamba
- Waswas Termasuk Tipu Daya Setan terhadap Anak Adam
وهذا أولاً.
Ini yang pertama.
ثانياً: إن هذه الخواطر إن كانت مجرد حديث نفس فإنها لا تضرك ولا يترتب عليها إثم، ما لم تستقر في القلب أو يترتب عليها من القول أو الفعل ما لا يرضي الله تعالى، وراجعي الفتوى الأخرى هنا.
Kedua: Apabila pikiran-pikiran tersebut hanya sebatas bisikan dalam diri, maka hal itu tidak membahayakanmu dan tidak menimbulkan dosa, selama tidak menetap di dalam hati atau tidak melahirkan perkataan maupun perbuatan yang tidak diridhai Allah Ta‘ala. Silakan lihat fatwa lainnya di sini :
ثالثاً: إن كنت تدفعين هذه الوساوس، وتكرهها نفسك، فأنت على خير، بل إن ذلك صريح الإيمان كما أخبر سيد ولد عدنان عليه الصلاة والسلام، وتراجع الفتوى الأخرى هنا، والفتوى الأخرى هنا.
Ketiga: Apabila engkau menolak berbagai waswas tersebut dan dirimu membencinya, maka engkau berada dalam kebaikan. Bahkan hal tersebut merupakan tanda jelas dari keimanan, sebagaimana diberitakan oleh pemimpin keturunan ‘Adnan, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Silakan lihat fatwa lainnya di sini :
- Membedakan Waswas yang Menunjukkan Keimanan yang Nyata dan Waswas dari Setan
- Penjelasan yang Menenangkan tentang Penyebab Waswas dan Cara Mengatasinya
رابعاً: إن الخوض في القدر والتعمق فيه أمر خطير، ربما يؤدي بصاحبه إلى الكفر بالله تعالى، وخسارة دنياه وأخراه، فالواجب التسليم لله تعالى، واعتقاد أنه الحكيم العليم في شرعه وقدره، وراجعي الفتوى الأخرى هنا.
Keempat: Membicarakan persoalan qadar secara terlalu jauh dan mendalaminya secara berlebihan merupakan perkara yang berbahaya. Hal tersebut bisa membawa seseorang kepada kekufuran kepada Allah Ta‘ala serta kerugian di dunia dan akhiratnya. Karena itu, yang wajib adalah berserah diri kepada Allah Ta‘ala dan meyakini bahwa Dia Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui dalam syariat maupun qadar-Nya. Silakan lihat fatwa lainnya di sini :
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply