Cara Melepaskan Diri dari Sifat-Sifat Orang Munafik



كيفية التخلص من صفات المنافقين

Cara Melepaskan Diri dari Sifat-Sifat Orang Munafik

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Cara Melepaskan Diri dari Sifat-Sifat Orang Munafik ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Aqidah

السؤال:

Pertanyaan:

ما علاج الوقوع في صفات المنافقين؟

Apa cara mengatasi seseorang yang terjatuh ke dalam sifat-sifat orang munafik?

الإجابــة:

Jawaban :

الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:

Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba‘du:

فإن العلاج الشافي لمن ابتلي بالوقوع في صفات المنافقين -أجارانا الله والمسلمين منها- هو تجنبها والابتعاد عنها، والتوبة الصادقة إلى الله عز وجل منها، والاتصاف بصفات المؤمنين الصادقين.

Sesungguhnya pengobatan yang menyembuhkan bagi orang yang diuji dengan terjatuh ke dalam sifat-sifat orang munafik — semoga Allah melindungi kami dan kaum Muslimin darinya — adalah menghindari dan menjauhi sifat-sifat tersebut, bertobat dengan sungguh-sungguh kepada Allah ‘Azza wa Jalla darinya, serta menghiasi diri dengan sifat-sifat orang beriman yang benar.

جاء في الصحيحين: عن النبي صلى الله عليه وسلم:

Disebutkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أربع من كن فيه كان منافقاً خالصاً، ومن كانت فيه خصلة منهن كانت فيه خصلة من النفاق حتى يدعها: إذا حدث كذب، وإذا وعد أخلف، وإذا خاصم فجر، وإذا عاهد غدر.

“Empat perkara yang apabila terdapat pada seseorang, maka ia menjadi seorang munafik murni. Barang siapa memiliki salah satu sifat darinya, maka pada dirinya terdapat satu sifat dari nifaq sampai ia meninggalkannya: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia menyelisihinya, apabila berselisih ia melampaui batas, dan apabila membuat perjanjian ia berkhianat.”

فقوله صلى الله عليه وسلم: حتى يدعها، بيان منه لعلاج من ابتلي بذلك المرض الخطير، فإن من تجمعت فيه تلك الصفات القبيحة ـ الكذب وما بعده ـ لم تُبق من إيمانه شيئاً، وصار منافقاً خالصاً، إذ هي بمنزلة الأمراض الخطيرة التي متى تجمعت في جسم أفسدته وقضت عليه،

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, حَتَّى يَدَعَهَا — “sampai ia meninggalkannya” — merupakan penjelasan dari beliau mengenai pengobatan bagi orang yang diuji dengan penyakit berbahaya tersebut. Sesungguhnya orang yang pada dirinya terkumpul sifat-sifat buruk itu — yaitu berdusta dan sifat-sifat setelahnya — maka sifat-sifat tersebut tidak menyisakan sesuatu pun dari keimanannya, dan ia menjadi seorang munafik murni.

فقوله صلى الله عليه وسلم: حتى يدعها، بيان منه لعلاج من ابتلي بذلك المرض الخطير، فإن من تجمعت فيه تلك الصفات القبيحة ـ الكذب وما بعده ـ لم تُبق من إيمانه شيئاً، وصار منافقاً خالصاً، إذ هي بمنزلة الأمراض الخطيرة التي متى تجمعت في جسم أفسدته وقضت عليه،

Hal itu karena sifat-sifat tersebut bagaikan penyakit-penyakit berbahaya yang apabila semuanya berkumpul dalam satu tubuh, maka penyakit-penyakit itu akan merusak dan membinasakannya.

ومن كانت فيه خصلة واحدة منها كانت فيه صفة من صفات المنافقين، وصار فيه إيمان ونفاق، فإن استمرت فيه تلك الخصلة ولم يعالجها بعلاجها فلربما قضت على ما معه من الإيمان،

Adapun orang yang memiliki satu saja dari sifat-sifat tersebut, maka pada dirinya terdapat salah satu sifat orang-orang munafik, sehingga pada dirinya terdapat keimanan dan nifaq. Jika sifat tersebut terus menetap pada dirinya dan ia tidak mengobatinya dengan pengobatan yang semestinya, maka boleh jadi sifat itu akan menghancurkan keimanan yang masih ada pada dirinya.

وإن تاب منها إلى الله عز وجل واتصف بضدها من صفات المؤمنين برئ من النفاق، وتكامل إيمانه ـ والحمد لله ـ

Namun apabila ia bertobat darinya kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan menghiasi dirinya dengan sifat-sifat orang beriman yang merupakan kebalikan dari sifat-sifat tersebut, maka ia terbebas dari nifaq dan keimanannya menjadi sempurna — segala puji bagi Allah.

والله أعلم.

Wallahu a’lam.

Sumber : IslamWeb



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.