وصفة للتوبة النصوح وللتحصن من الذنوب
Panduan Taubat Nashuha dan Membentengi Diri dari Dosa
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Panduan Taubat Nashuha dan Membentengi Diri dari Dosa ini masuk dalam Kategori Tanya Jawab Aqidah
السؤال:
Pertanyaan:
أنا كثير المعصية كثير التوبة أريد أن أتوب توبة نصوحا؟
Saya sering bermaksiat dan sering pula bertobat. Saya ingin bertobat dengan taubat nashuha. Bagaimana caranya?
الإجابــة:
Jawaban :
الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وعلى آله وصحبه، أما بعد:
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para shahabatnya. Amma ba‘du:
فنسأل الله لنا ولك الهداية والتوفيق والسلامة من الذنوب، وعليك بتجديد التوبة كل ما وقعت في ذنب أو معصية، والتوبة مقبولة -إن شاء الله- إذا استكملت شروطها المعروفة والمبينة في الفتوى الأخرى هنا.
Kami memohon kepada Allah agar memberikan kepada kami dan kepada Anda petunjuk, taufiq, serta keselamatan dari dosa-dosa. Hendaknya Anda memperbarui taubat setiap kali terjatuh ke dalam dosa atau kemaksiatan. Taubat akan diterima, insya Allah, apabila telah memenuhi syarat-syaratnya yang dikenal dan telah dijelaskan dalam fatwa lainnya di sini :
فما دمت تذنب وتستغفر وتتوب توبة نصوحاً، فإن الله يغفر لك قال سبحانه:
Selama Anda melakukan dosa kemudian memohon ampun dan bertobat dengan taubat nashuha, maka Allah akan mengampuni Anda. Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:
وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً ثُمَّ اهْتَدَى [طـه: 82]
“Dan sungguh, Aku benar-benar Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, dan beramal shalih, kemudian tetap berada di atas petunjuk.” [Thaha: 82]
وفي الصحيحين أن النبي صلى الله عليه وسلم قال:
Dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ عَبْدًا أَصَابَ ذَنْبًا وَرُبَّمَا قَالَ أَذْنَبَ ذَنْبًا فَقَالَ رَبِّ أَذْنَبْتُ وَرُبَّمَا قَالَ أَصَبْتُ فَاغْفِرْ لِي فَقَالَ رَبُّهُ أَعَلِمَ عَبْدِي أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ غَفَرْتُ لِعَبْدِي ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ أَصَابَ ذَنْبًا أَوْ أَذْنَبَ ذَنْبًا فَقَالَ رَبِّ أَذْنَبْتُ أَوْ أَصَبْتُ آخَرَ فَاغْفِرْهُ فَقَالَ أَعَلِمَ عَبْدِي أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ غَفَرْتُ لِعَبْدِي ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ أَذْنَبَ ذَنْبًا وَرُبَّمَا قَالَ أَصَابَ ذَنْبًا قَالَ قَالَ رَبِّ أَصَبْتُ أَوْ قَالَ أَذْنَبْتُ آخَرَ فَاغْفِرْهُ لِي فَقَالَ أَعَلِمَ عَبْدِي أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِهِ غَفَرْتُ لِعَبْدِي -ثَلَاثًا- فَلْيَعْمَلْ مَا شَاءَ.
“Sesungguhnya seorang hamba melakukan suatu dosa — atau beliau bersabda: berbuat dosa — lalu ia berkata: ‘Wahai Rabb-ku, aku telah berbuat dosa, maka ampunilah aku.’ Rabb-nya berfirman: ‘Apakah hamba-Ku mengetahui bahwa ia mempunyai Rabb yang mengampuni dosa dan menghukum karenanya? Aku telah mengampuni hamba-Ku.’ Kemudian ia berada dalam keadaan demikian selama yang Allah kehendaki, lalu ia kembali melakukan suatu dosa dan berkata: ‘Wahai Rabb-ku, aku telah melakukan dosa yang lain, maka ampunilah aku.’ Allah berfirman: ‘Apakah hamba-Ku mengetahui bahwa ia mempunyai Rabb yang mengampuni dosa dan menghukum karenanya? Aku telah mengampuni hamba-Ku.’ Kemudian berlalu waktu selama yang Allah kehendaki, lalu ia kembali berbuat dosa dan berkata: ‘Wahai Rabb-ku, aku telah melakukan dosa yang lain, maka ampunilah aku.’ Allah berfirman: ‘Apakah hamba-Ku mengetahui bahwa ia mempunyai Rabb yang mengampuni dosa dan menghukum karenanya? Aku telah mengampuni hamba-Ku’ — sebanyak tiga kali — ‘maka hendaklah ia berbuat apa yang ia kehendaki.'”
وفي الحديث بيان لرحمة الله ومغفرته بعبده، وليس فيه حث للعبد على المعصية، بل فيه زجر له عنها، إذ أن الرب الغفور الرحيم الذي أسبغ علينا النعم الظاهرة والباطنة، وستر عيوبنا عن الخلق -ونرجو أن يغفرها لنا يوم القيامة- يستحق منا الطاعة والعبادة لا المبارزة بالذنوب والمعاصي،
Hadits tersebut menjelaskan rahmat Allah dan ampunan-Nya kepada hamba-Nya. Hadits itu sama sekali bukan dorongan bagi seorang hamba untuk bermaksiat. Justru di dalamnya terdapat peringatan agar menjauhi kemaksiatan. Sebab, Rabb Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, yang telah melimpahkan kepada kita berbagai nikmat lahir dan batin serta menutupi aib-aib kita dari manusia — dan kita berharap Dia mengampuninya bagi kita pada Hari Kiamat — berhak untuk kita taati dan sembah, bukan justru kita hadapi dengan dosa-dosa dan kemaksiatan.
كما أن الذنوب جراح، ورب جرح وقع في مقتل فتموت على ذنبك ومعصيتك دون أن تدرك التوبة،
Selain itu, dosa-dosa adalah luka. Betapa banyak luka yang mengenai bagian yang mematikan, sehingga seseorang dapat meninggal dalam keadaan membawa dosa dan kemaksiatannya sebelum sempat bertobat.
هذا بالإضافة إلى أن الذنوب إذا كثرت على القلب أفسدته وقسته، وجعلت بينه وبين التوبة حجاباً كثيفاً، فقد تطلبها في وقت فلا تجدها.
Di samping itu, apabila dosa-dosa semakin banyak menumpuk pada hati, dosa-dosa tersebut akan merusak dan mengeraskannya serta membentuk penghalang yang tebal antara hati dan taubat. Bisa jadi pada suatu saat seseorang ingin bertobat, tetapi tidak lagi mendapatinya.
فاحرص -هداك الله- على العزم الحازم على ترك الذنوب.
Karena itu, bersungguh-sungguhlah — semoga Allah memberi Anda petunjuk — untuk memiliki tekad yang kuat dalam meninggalkan dosa-dosa.
ومما يحصنك منها مجالس الذكر، والرفقة الصالحة، والإكثار من الطاعات، واللجوء إلى الله أن يطهرك من المعاصي ويباعد بينك وبينها.
Di antara perkara yang dapat membentengi Anda dari dosa adalah menghadiri majelis-majelis dzikir, berteman dengan orang-orang shalih, memperbanyak ketaatan, serta berlindung dan memohon kepada Allah agar Dia membersihkan Anda dari kemaksiatan dan menjauhkan Anda darinya.
والله أعلم.
Wallahu a’lam.
Sumber : IslamWeb
Leave a Reply