واجب تيار الوسطية الإسلامية
Kewajiban Arus Moderasi Islam [Bagian Pertama]
Dr. Yusuf al-Qaradhawi
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Kewajiban Arus Moderasi Islam ini masuk dalam Kategori Dr. Yusuf Qaradhawi
احذروا الإسلام المعتدل!!
Waspadalah terhadap Islam Moderat!!
لا مراء في أن هذا التيار هو موطن الأمل، ومعقد الرجاء في الغد، وعليه أن يبذل جهوداً مكثفة في إبراز دعوته، وتربية أنصاره، وإقناع خصومه، والحوار مع معارضيه، والاجتهاد في الإفلات من الشباك التي تنصب له لإيقاعه في ما لا يريد ولا يحب.
Tidak diragukan lagi bahwa arus ini merupakan tempat bertumpunya harapan dan pusat pengharapan bagi masa depan. Karena itu, ia harus mencurahkan upaya yang intensif untuk menampilkan dakwahnya, mendidik para pendukungnya, meyakinkan para penentangnya, berdialog dengan mereka yang berseberangan dengannya, serta bersungguh-sungguh melepaskan diri dari jaring-jaring yang dipasang untuk menjerumuskannya ke dalam sesuatu yang tidak ia kehendaki dan tidak ia sukai.
ومما أصبح معلوماً الآن بالشواهد الوفيرة، أن القوى المعادية في الداخل والخارج تخاف هذا التيار أكثر من غيره، بل تكرهه وتكن له العداء أكثر من التيارات الأخرى.
Di antara hal yang kini telah diketahui berdasarkan banyak bukti adalah bahwa kekuatan-kekuatan yang memusuhi dari dalam maupun luar lebih takut terhadap arus ini daripada terhadap yang lainnya. Bahkan mereka lebih membencinya dan menyimpan permusuhan terhadapnya dibandingkan terhadap arus-arus lainnya.
فقد كانوا من قبل يحذرون من تيارات التشدد والعنف. أما اليوم فقد ظهرت نغمة جديدة تقول : احذروا الإسلام المعتدل، فهو أشد خطراً من غيره. إن التيارات الأخرى قصيرة العمر لن تدوم طويلاً. أما هذا فهو الذي يستمر ويدوم . واعتداله في زعمهم ليس مأموناً. إنه يبدأ معتدلاً ثم يتطرف، لأن التطرف كامن في الإسلام ذاته، كما يقولون.
Sebelumnya mereka memperingatkan tentang arus-arus ekstremisme dan kekerasan. Namun hari ini muncul nada baru yang mengatakan: “Waspadalah terhadap Islam moderat, karena ia lebih berbahaya daripada yang lainnya.” Arus-arus lain berumur pendek dan tidak akan bertahan lama. Adapun arus ini, justru inilah yang akan terus bertahan. Menurut klaim mereka, moderasinya pun tidak dapat dipercaya. Ia bermula dalam keadaan moderat kemudian menjadi ekstrem, karena ekstremisme, sebagaimana yang mereka katakan, telah terkandung di dalam Islam itu sendiri.
من هنا بدأوا يخوفون من خطر الإسلام الزاحف ويسمونه الخطر الأخضر، ويجعلون منه عدواً جديداً، بدل (الخطر الأحمر) الذي زال بزوال الشيوعية من أوروبا كلها . وهو ما ردّ عليه المنصفون منهم، مؤكدين أن الخطر الإسلامي وهم لا حقيقة.
Dari sinilah mereka mulai menakut-nakuti orang dengan bahaya Islam yang terus bergerak maju, menyebutnya sebagai “bahaya hijau”, dan menjadikannya musuh baru sebagai pengganti “bahaya merah” yang telah lenyap seiring lenyapnya komunisme dari seluruh Eropa. Pandangan ini telah dibantah oleh orang-orang yang adil di antara mereka sendiri, yang menegaskan bahwa apa yang disebut “bahaya Islam” hanyalah ilusi dan bukan kenyataan.
ولابد لتيار الوسطية أن يواجه هؤلاء ويكشف تزييفهم، ويحاور المعتدلين من قومهم. كما لابد من مواجهة آخرين من فروخهم وتلاميذهم في داخل دار الإسلام نفسها، وممن يحملون أسماء المسلمين، ولكنهم يعادون بكل قوة المشروع الحضاري للإسلام، ويقفون في صف أعداء الأمة ودينها. وهم الذين وصفهم الرسول الكريم في حديث حذيفة المتفق عليه بأنهم:
Arus moderasi harus menghadapi mereka, membongkar pemalsuan mereka, dan berdialog dengan orang-orang moderat dari kalangan mereka. Demikian pula, harus dihadapi orang-orang lain yang merupakan anak didik dan murid-murid mereka di dalam negeri Islam sendiri; orang-orang yang menyandang nama kaum muslimin, tetapi dengan sekuat tenaga memusuhi proyek peradaban Islam dan berdiri di barisan musuh-musuh umat dan agamanya. Merekalah yang digambarkan oleh Rasul yang mulia dalam hadits Hudzaifah yang muttafaq ‘alaih sebagai:
“دعاة على أبواب جهنم، من أجابهم إليها قذفوه فيها”
“Para penyeru di pintu-pintu Jahannam. Barangsiapa memenuhi seruan mereka kepadanya, mereka akan melemparkannya ke dalamnya.”
قيل صفهم لنا يا رسول الله، قال:
Ditanyakan kepada beliau: “Jelaskanlah sifat mereka kepada kami, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda:
“هم من جلدتنا، ويتكلمون بألسنتنا”
“Mereka berasal dari kalangan kita sendiri dan berbicara dengan bahasa kita.”
لهذا كانت ضرورة مواجهة هؤلاء الذين يفسدون فكر الأمة، ويضللونها عن حقيقتها وعن أصالة هويتها، ويضعون لها السم الزعاف، في العسل الحلو، والدسم المشتهى مما يقرأ أو يسمع أو يشاهد فيعمل في عقول أبناء الأمة ما تعمل الأوبئة القتالة في الأجسام.
Karena itulah terdapat kebutuhan untuk menghadapi mereka yang merusak pemikiran umat, menyesatkannya dari hakikat dirinya dan dari keaslian identitasnya, serta menyisipkan racun yang mematikan ke dalam madu yang manis dan makanan lezat yang menggugah selera, melalui apa yang dibaca, didengar, atau ditonton. Semua itu bekerja pada akal putra-putri umat sebagaimana wabah mematikan bekerja pada tubuh.
إن هؤلاء المستغربين من قومنا يحملون أفكار الاستعمار، بعد أن حمل الاستعمار عصاه ورحل عن ديار
Sesungguhnya orang-orang yang terbaratkan dari kalangan kita ini membawa pemikiran kolonialisme setelah kolonialisme mengangkat tongkatnya dan pergi meninggalkan negeri-negeri…
معركتنا الحقيقية مع الغلاة
Pertarungan Kita yang Sebenarnya adalah dengan Kaum Ekstrem
إن معركتنا الحقيقية في داخل أرضنا يجب أن تكون مع هؤلاء (الغلاة) حقاً، من العلمانيين وبقايا الماركسيين، الذين لبسوا اليوم لبوس الليبرالية الغربية، والذين جندوا أقلامهم وأسلحتهم كلها لشن الحرب على صحوة الإسلام، وانبعاثه الجديد وتشويه دعوته، والتشويش على دعاته، واختراع مصطلحات جديدة لتنفير الناس منه مثل (الإسلام السياسي) أو (الأصولية) والإيقاع بينهم وبين الأنظمة الحاكمة، لاستنزاف قوى البلاد في صراعات دامية لا تكاد تنتهي إلا لتبدأ من جديد في صورة أخرى وباسم آخر.
Sesungguhnya pertarungan kita yang sebenarnya di dalam negeri kita haruslah menghadapi mereka yang benar-benar merupakan kaum “ekstrem”, yaitu kaum sekular dan sisa-sisa kaum Marxis yang kini mengenakan pakaian liberalisme Barat, serta mengerahkan pena dan seluruh senjata mereka untuk memerangi kebangkitan Islam dan kebangkitannya yang baru, mencemarkan dakwahnya, mengacaukan citra para da‘i-nya, dan menciptakan istilah-istilah baru untuk membuat manusia menjauh darinya, seperti “Islam politik” atau “fundamentalisme”, serta mengadu mereka dengan rezim-rezim yang berkuasa sehingga kekuatan negeri terkuras dalam konflik-konflik berdarah yang hampir tidak pernah selesai kecuali untuk kembali dimulai dalam bentuk lain dan dengan nama yang lain.
إن أي تحول للمعركة عن هذا المسار، ومحاولة اختراع أعداء من الإسلاميين أنفسهم ممن يخالفون بعض الناس في فروع الفقه، أو حتى في فروع العقيدة أو في أولويات العمل، أو في المواقف من القضايا الجزئية المختلفة، يعتبر غفلة شديدة عن حقيقة العدو الذي يتربص بالجميع الدوائر، ويريد أن يضرب بعضهم ببعض وهو يتفرج عليهم، ثم يضربهم جميعاً في النهاية الضربة القاصمة. فمن فعل ذلك من الدعاة إلى الإسلام عن جهل فهي مصيبة، لأن الجهل بمثل هذه القضية خطر كبير، ومن فعل ذلك عن علم وقصد فهي مصيبة أعظم وخطرها أكبر، لأنها تكون بمثابة الخيانة للإسلام وأمته وصحوته.
Setiap pengalihan pertarungan dari jalur ini dan usaha menciptakan musuh dari kalangan orang-orang Islam sendiri, yaitu mereka yang berbeda dengan sebagian orang dalam cabang-cabang fiqh, atau bahkan dalam cabang-cabang ‘aqidah, dalam prioritas kerja, ataupun dalam sikap terhadap berbagai persoalan parsial, merupakan kelalaian yang sangat besar terhadap hakikat musuh yang sedang menunggu kesempatan untuk mencelakakan semuanya. Musuh itu ingin membenturkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain sambil menonton mereka, kemudian pada akhirnya menghantam mereka semua dengan pukulan yang mematikan. Maka siapa di antara para da‘i Islam melakukan hal itu karena ketidaktahuan, itu adalah sebuah musibah, sebab ketidaktahuan dalam persoalan seperti ini merupakan bahaya besar. Adapun siapa yang melakukannya dengan pengetahuan dan kesengajaan, maka itu adalah musibah yang lebih besar dan bahayanya lebih berat, karena hal itu sama dengan pengkhianatan terhadap Islam, umatnya, dan kebangkitannya.
وأعتقد أن على تيار الوسطية واجباً كبيراً، يجب أن يسعى إليه ويحرص عليه ويجاهد من أجله، وهو العمل بصدق وإخلاص لتجميع الصف الإسلامي، صف العاملين للإسلام، على الأصول التي لا ينبغي الخلاف عليها، أي على أركان العقيدة الستة : الإيمان بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر والقدر، وعلى الأركان العملية الخمسة : الشهادتين وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، وصوم رمضان، وحج البيت. وعلى أصول الفضائل وأمهات الأخلاق وعلى اجتناب أصول الرذائل والمحرمات، وبخاصة الكبائر والموبقات.
Saya berpendapat bahwa arus moderasi mempunyai kewajiban besar yang harus diusahakan, diperhatikan dengan sungguh-sungguh, dan diperjuangkan, yaitu bekerja dengan jujur dan ikhlas untuk menyatukan barisan Islam, yakni barisan orang-orang yang bekerja untuk Islam, di atas pokok-pokok yang seharusnya tidak diperselisihkan. Yaitu enam rukun ‘aqidah: iman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan takdir; serta lima rukun amaliah: dua kalimat syahadat, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadhan, dan menunaikan haji ke Baitullah. Demikian pula di atas pokok-pokok keutamaan dan induk-induk akhlak, serta menjauhi pokok-pokok keburukan dan perkara-perkara yang diharamkan, khususnya dosa-dosa besar dan perkara-perkara yang membinasakan.
وقد ذكرت في أكثر من كتاب لي أنه لا مانع من أن تتعدد الجماعات العاملة للإسلام ما دام تعددها تعدد تنوع وتخصص، لا تعدد تضارب وتناقض، فتعدد التنوع يؤدي إلى مزيد من الإثراء والنماء، وتعدد التناقض إنما يؤدي إلى التآكل والفناء.
Saya telah menyebutkan dalam lebih dari satu buku saya bahwa tidak ada masalah jika kelompok-kelompok yang bekerja untuk Islam berjumlah lebih dari satu, selama keberagaman tersebut merupakan keberagaman dalam variasi dan spesialisasi, bukan keberagaman berupa pertentangan dan kontradiksi. Keberagaman dalam variasi akan menghasilkan lebih banyak kekayaan dan pertumbuhan, sedangkan keberagaman berupa pertentangan hanya akan membawa kepada pengikisan dan kehancuran.
لابد من جهد يبذل لتجميع العاملين لخدمة الإسلام، ونصرة دعوته، وتحكيم شريعته، وتوحيد امته.
Harus ada upaya yang dicurahkan untuk menyatukan orang-orang yang bekerja demi melayani Islam, menolong dakwahnya, menegakkan syari‘at-nya sebagai hukum, dan menyatukan umatnya.
وفي رأيي أن هذا العمل من الأولويات المهمة والمقدمة في الساحة الإسلامية اليوم. وإذا لم ينتبه الإسلاميون لخطر التمزق الذي يعيشونه فسيؤكلون جميعاً، ستفترسهم المخالب والأنياب الحادة للقوى المعادية للإسلام وأمته، سيضربون تياراً بعد تيار، ومجموعة بعد مجموعة، حتى يقضى عليهم جميعاً.
Menurut pendapat saya, pekerjaan ini merupakan salah satu prioritas penting dan harus didahulukan di medan Islam saat ini. Jika orang-orang Islam tidak menyadari bahaya perpecahan yang sedang mereka alami, mereka semua akan dimangsa. Cakar dan taring tajam kekuatan-kekuatan yang memusuhi Islam dan umatnya akan menerkam mereka. Mereka akan menghantam satu arus setelah arus lainnya, satu kelompok setelah kelompok lainnya, hingga pada akhirnya semuanya dihancurkan.
وإذا كنا لا نملك اليوم القدرة على تجميع قوى أمتنا الكبرى من المحيط إلى المحيط، فلنجتهد على الأقل في تجميع قوى الفصائل الكبرى في الصحوة الإسلامية، القابلة للحوار والتفاهم، وذلك بإزالة النتوءات وتقليص التطرفات وتقريب المفاهيم وتنسيق المواقف، والوقوف صفاً واحداً في القضايا والتعاون والتجمع: فريضة دينية وضرورة حيوية، فإذا لم تجمعنا الفكرة الواحدة، فلتجمعنا المحنة المشتركة.
Jika hari ini kita belum memiliki kemampuan untuk menyatukan kekuatan besar umat kita dari satu samudra hingga samudra lainnya, maka setidaknya hendaklah kita bersungguh-sungguh menyatukan kekuatan kelompok-kelompok besar dalam kebangkitan Islam yang dapat diajak berdialog dan saling memahami. Hal itu dilakukan dengan menghilangkan sisi-sisi yang menonjolkan perbedaan, mengurangi sikap-sikap ekstrem, mendekatkan pemahaman, mengoordinasikan sikap, dan berdiri dalam satu barisan dalam berbagai persoalan. Kerja sama dan persatuan adalah kewajiban agama dan kebutuhan vital. Jika satu gagasan belum mampu menyatukan kita, maka hendaklah cobaan bersama menyatukan kita.
Bersambung ke bagian berikutnya in sya Allah
Sumber : Situs Dr. Yusuf al-Qaradhawi
Leave a Reply