مقدمة – الجزء الثالث
Pengantar Syarh Aqidah Thahawiyyah – Seri 3
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Pengantar Syarh Aqidah Thahawiyyah – Seri 3 ini masuk dalam Syarh Aqidah Thahawiyyah.
ثانياً: قمت بالاستدلال على المطالب والأحكام بالأدلة الكافية من الكتاب والسنة، ولم أعرج كثيراً في هذا الشرح على التطويل والتعمق في الأدلة العقلية، فقد يكون الآن لهذه البحوث كتب أخرى.
Kedua: Saya mengemukakan dalil bagi berbagai pembahasan dan hukum dengan dalil-dalil yang memadai dari Al-Qur’an dan Sunnah. Dalam syarh ini saya tidak banyak memperpanjang pembahasan ataupun mendalami dalil-dalil ‘aqli, karena untuk pembahasan-pembahasan semacam itu sekarang telah tersedia kitab-kitab lainnya.
ثالثاً: حرصت على مناقشة بعض الشراح والمعلقين على العقيدة الطحاوية، بما رأيت أنه ابتعد عن مراد الشارح، وحمل ألفاظه على غير معانيه المفهومة منه، ودللت على ذلك بالأدلة الكافية.
Ketiga: Saya berusaha membahas dan menanggapi sebagian pensyarah serta pemberi komentar atas al-‘Aqidah ath-Thahawiyyah dalam hal-hal yang menurut pandangan saya telah menjauh dari maksud pensyarah dan membawa lafazh-lafazhnya kepada makna yang bukan merupakan makna yang dapat dipahami darinya. Saya pun menunjukkan hal tersebut dengan dalil-dalil yang memadai.
وهذه الطريقة تزيد في مساعدة طالب العلم والباحث على التعمق في فهم ألفاظ المتن، فالمقارنة بين آراء الناس طريقة من الطرق المعتمدة في الفهم، والاقتراب من الرأي الأصوب.
Metode ini semakin membantu penuntut ilmu dan peneliti untuk mendalami pemahaman terhadap lafazh-lafazh matan. Membandingkan berbagai pendapat manusia merupakan salah satu metode yang dapat dijadikan pegangan dalam memahami suatu persoalan dan mendekati pendapat yang lebih tepat.
وقد تقتضي هذه الطريقة ردوداً وتحليلات لكلام هؤلاء الكتاب والشراح من المعاصرين أو المتقدمين.
Metode ini terkadang menuntut adanya tanggapan dan analisis terhadap perkataan para penulis dan pensyarah tersebut, baik dari kalangan kontemporer maupun terdahulu.
وقد يظن القارئ أن هذا الأسلوب يخرج الكتاب عن مقصده، ولكني أرجو أن ينتبه إلى أنه لما كان المقصود محاولة تحقيق معاني المتن، فإن المقارنة والمعارضة في بعض المواضع لمقترحات الآخرين مناسب لهذا المطلوب، فمقارنة الطرائق مفيدة جداً لطالب العلم.
Pembaca mungkin mengira bahwa metode seperti ini akan membawa kitab keluar dari tujuan asalnya. Akan tetapi, saya berharap pembaca memperhatikan bahwa karena tujuan yang hendak dicapai adalah berusaha meneliti dan memastikan makna-makna matan, maka membandingkan dan mengemukakan pandangan yang berbeda terhadap pendapat orang lain pada beberapa tempat merupakan sesuatu yang sesuai dengan tujuan tersebut. Membandingkan berbagai metode sangat bermanfaat bagi seorang penuntut ilmu.
وحاولت أن ألتزم في ذلك كله طريقة الإنصاف، وأحلت في بعض التفاصيل والمواضع على كتب ألفتها في مسائل خاصة، لم أر أنه من المناسب إيراد تلك التفاصيل هنا، معتمداً على همة القارئ الحريص على طلب العلم.
Dalam seluruh pembahasan tersebut saya berusaha berpegang pada metode yang adil dan objektif. Pada beberapa rincian dan tempat tertentu, saya merujukkan pembaca kepada kitab-kitab yang telah saya tulis mengenai persoalan-persoalan khusus, karena saya memandang tidak tepat untuk mencantumkan seluruh rincian tersebut di sini. Dalam hal ini saya mengandalkan kesungguhan pembaca yang memiliki semangat dalam menuntut ilmu.
رابعاً: حرصت على التفصيل في مجموعة من المسائل المهمة المبحوثة في علم التوحيد من أول الكتاب إلى آخره، وذلك بحسب مواضع ذكر المصنف لها.
Keempat: Saya berusaha memberikan uraian terperinci mengenai sejumlah persoalan penting yang dibahas dalam ilmu tauhid, sejak awal kitab hingga akhirnya, sesuai dengan tempat-tempat di mana penulis matan menyebutkannya.
وقمت بشرحها شرحاً مفصلاً نوع تفصيل، مستدلاً عليها بالأدلة المناسبة، واستأنست بكلام أهل العلم في بيان مسائل العلوم، مع العزو، والحرص على الأمانة في النقل.
Saya menjelaskannya dengan uraian yang cukup terperinci, dengan mengemukakan dalil-dalil yang sesuai, serta mengambil manfaat dari perkataan para ahli ilmu dalam menjelaskan berbagai persoalan keilmuan, disertai penyebutan sumber dan perhatian terhadap amanah dalam menukil.
فما وجد من تقصير في هذا الباب فمحمول على الخطأ والتقصير بلا قصد إليها، وسوف أكون شاكراً لمن يدلني على شيء من ذلك لنعمل على تصويبه، وله الأجر من الله تعالى، والاعتراف مني بالجميل.
Maka apabila ditemukan suatu kekurangan dalam bagian ini, hendaknya hal itu dipandang sebagai kekeliruan dan kekurangan yang terjadi tanpa saya sengaja. Saya akan berterima kasih kepada siapa pun yang menunjukkan kepada saya sesuatu dari kekurangan tersebut agar kita dapat memperbaikinya. Baginya pahala dari Allah Ta‘ala, dan dari saya pengakuan atas kebaikan yang telah diberikannya.
Leave a Reply