Muqaddimah Syarh Aqidah Thahawiyyah – Seri 11



الشرح – الجزء الحادي عشر

Syarh Aqidah Thahawiyyah – Seri 11

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Syarh Aqidah Thahawiyyah – Seri 11 ini masuk dalam Syarh Aqidah Thahawiyyah.

والإنصاف يدعو إلى أن يورد الإنسان النصوص التي تمدح والتي تذم، لا التي تذم فقط؟

Sikap adil menuntut seseorang untuk menyebutkan teks-teks yang memuji dan juga yang mencela, bukan hanya teks-teks yang mencela saja.

ثم إذا وجد عبارات عن بعض المتقدمين فيها ذم لبعض الأكابر عليه أن يعيد النظر فيها وينقدها، ليجد أسبابها وعللها، ولا يصح له أن يعتبرها هي المعتبرة عن هذا الإمام دون غيرها؛ ليتمسك به من بعد ويحتج بها على الناس جميعاً في الحط على هذا الإمام! فكم من واحد من العلماء إلا وقد وجد من يقدح فيه من المغرضين، أو ممن لهم نظرات خاصة وتقييمات معينة يحكمون إليها، فما بالك إذا كانت النصوص الجارحة تنسب إليه أموراً مكذوبة ومفترأة؟!

Kemudian, apabila seseorang menemukan ungkapan dari sebagian ulama terdahulu yang di dalamnya terdapat celaan terhadap sebagian tokoh besar, maka ia harus meninjaunya kembali dan mengkritisinya agar menemukan sebab-sebab dan alasan-alasannya. Tidak benar baginya untuk menganggap bahwa hanya ungkapan itulah yang dapat dijadikan pegangan mengenai imam tersebut dengan mengabaikan yang lainnya, lalu setelah itu berpegang kepadanya dan menggunakannya sebagai hujjah di hadapan seluruh manusia untuk merendahkan imam tersebut. Betapa banyak ulama yang ternyata ada orang yang mencelanya dari kalangan orang-orang yang memiliki kepentingan tertentu, atau dari mereka yang memiliki pandangan khusus dan penilaian tertentu yang mereka jadikan dasar dalam menghukumi. Lalu bagaimana apabila teks-teks celaan tersebut menisbatkan kepadanya perkara-perkara yang dusta dan dibuat-buat?!

ومن هنا فإننا نتعجب جداً من صنيع كثير من المنتسبين إلى السلفية والوهابية والتيمية في هذا الزمان، أولئك الذين يفرحون إذا وجدوا كلمة من هنا أو هناك في ذم الإمام أبي حنيفة، فإنك تراهم يطيرون بها، وينشرونها بين الناس، دون أن يكلفوا أنفسهم إعادة النظر فيها ونقدها، ونحن وإن كنا نعلم السبب الذي يدفعهم لذلك، إلا أننا نذكر ما نذكره لنشير للباحثين بأن هذه الطريقة من النقد والجرح غير سديدة، بل إنها طريقة مغرضة، ووراءها غرض لا يفصح عنه أصحابها.

Dari sinilah kami sangat merasa heran terhadap tindakan banyak orang yang menisbatkan diri kepada Salafiyyah, Wahhabiyyah, dan Taimiyyah pada zaman ini. Mereka adalah orang-orang yang merasa senang apabila menemukan satu perkataan dari sini atau dari sana yang mencela Imam Abu Hanifah. Anda akan melihat mereka segera membawa perkataan tersebut dan menyebarkannya di tengah manusia tanpa membebani diri mereka untuk meninjau dan mengkritisinya kembali. Meskipun kami mengetahui sebab yang mendorong mereka melakukan hal tersebut, kami menyebutkan apa yang kami sebutkan ini untuk menunjukkan kepada para peneliti bahwa metode kritik dan celaan seperti ini tidaklah tepat. Bahkan, ia merupakan metode yang memiliki kepentingan tertentu, dan di belakangnya terdapat suatu tujuan yang tidak dinyatakan secara terang oleh para pelakunya.

ثم إن النصوص التي يأتون بها لذم أبي حنيفة غالبها وردت عن مجسمة أو مشبهة أو من أصحاب البدع من الفرق الإسلامية، أو عن من لا يعرف هذا الفن أو فن الفقه الذي برع فيه أبو حنيفة، وشهادة الواحد فيها لا يعرف مردودة، وشهادة العدو على من يعاديه مردودة.1

Kemudian, teks-teks yang mereka bawakan untuk mencela Abu Hanifah sebagian besarnya berasal dari kalangan Mujassimah atau Musyabbihah, atau dari para pelaku bid‘ah dari berbagai kelompok Islam, atau dari orang yang tidak mengetahui bidang ini maupun ilmu fiqh yang di dalamnya Abu Hanifah sangat menonjol. Kesaksian orang yang tidak dikenal dalam perkara ini tertolak, dan kesaksian seorang musuh terhadap orang yang dimusuhinya juga tertolak.2

Bersambung ke bagian berikutnya in sya Allah

Catatan Kaki

  1. لا يعارضنا معارض بأن يقول: إن بعض رجال الحديث تكلموا في أبي حنيفة من حيث حفظه وضبطه، ونحو ذلك مما يتعلق بالرواية؛ لأن كلامهم هذا لا يقال عليه ذم وتشنيع، فهو وصف منهم له بحسب اجتهادهم. ولكننا نتكلم على من رموه بكل نقيصة وزعموا أنه ينقض عرى الإسلام، واتهموه بالكفر وغير ذلك.
  2. Janganlah seseorang membantah kami dengan mengatakan bahwa sebagian ahli hadits pernah berbicara mengenai Abu Hanifah dari sisi hafalan dan ketelitiannya, serta perkara-perkara semisal yang berkaitan dengan periwayatan. Sebab, perkataan mereka mengenai hal tersebut tidak dapat disebut sebagai celaan dan pencemaran. Itu merupakan penilaian mereka terhadap beliau berdasarkan ijtihad mereka. Yang kami bicarakan adalah orang-orang yang menuduh beliau dengan segala kekurangan, mengklaim bahwa beliau meruntuhkan ikatan-ikatan Islam, menuduh beliau kafir, dan tuduhan-tuduhan semisalnya.


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.