درء تعارض العقل والنقل لشيخ الإسلام ابن تيمية
Menolak Pertentangan antara Akal dan Dalil Naqli (Bagian 2)
إعداد ودراسة: الدكتور محمد السيد الجليند
Disusun dan Dikaji oleh: Dr. Muhammad as-Sayyid al-Julaynad
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel ini merupakan bagian dari seri terjemahan kitab Dar’u Ta‘āruḍ al-‘Aql wa an-Naql li Syaikh al-Islām Ibn Taimiyyah dan masuk dalam kategori Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.
بسم الله الرحمن الرحيم
مقدمة
Pendahuluan
يدرك المتخصصون في الدراسات الفلسفية قبل غيرهم أهمية الكتاب المنهجي في عرض قضاياه ومناقشتها نقداً وتمحيصاً، فهو لا يغني عنه في مجال تخصصه كتاب أو مؤلف آخر.
Para spesialis dalam kajian filsafat, lebih daripada yang lain, memahami pentingnya sebuah kitab metodologis dalam memaparkan persoalan-persoalannya serta membahasnya secara kritis dan mendalam. Dalam bidang spesialisasinya, kitab semacam ini tidak dapat begitu saja digantikan oleh kitab atau karya lainnya.
فهذه النوعية من الكتب تجعل بيد المتخصص مادة ملائمة يتسلح بها العقل، حيث يدور عقله مع أطراف أدلة الكتاب وبراهينه، وقوة حججه ونصاعة بيانه.
Jenis kitab seperti ini memberikan kepada seorang spesialis bahan yang sesuai untuk membekali akalnya. Pikirannya bergerak mengikuti berbagai sisi dalil dan argumentasi kitab tersebut, kekuatan hujahnya, serta kejernihan penjelasannya.
فإذا ما فرغ القارئ من قراءة كتاب من هذا النمط وجد نفسه مشحوناً ألبتة بزاد من المعرفة، لما وجده فيه من أصول منهجية وقواعد كلية تكاد تفرض نفسها على العقل لما ملكت من قوة الإقناع، ومنهجية الاستدلال.
Ketika seorang pembaca selesai membaca kitab dengan corak seperti ini, ia mendapati dirinya benar-benar telah dibekali dengan tambahan pengetahuan. Hal itu karena ia menemukan di dalamnya prinsip-prinsip metodologis dan kaidah-kaidah umum yang hampir-hampir memaksakan dirinya kepada akal karena kekuatan daya yakinnya dan keteraturan metode argumentasinya.
والكتاب الذي أقدمه إلى القارئ الكريم خلال هذه المختارات هو من هذا النمط من المؤلفات الجيدة والجادة التي ما زال بعضها مطموراً في خزائن المخطوطات.
Kitab yang saya sajikan kepada pembaca yang mulia melalui pilihan-pilihan ini termasuk dalam jenis karya yang bermutu dan serius semacam itu. Sebagian karya seperti ini masih terkubur di dalam khazanah manuskrip.
ولكن المطبوعة منها والمخطوطة لم يصب منها الباحثون شيئاً، حتى كادت أن تصبح معظمها بفعل الزمن، وبعض من يملكها، في حالة تستحيل معها الإفادة منها.
Namun, baik karya yang telah dicetak maupun yang masih berupa manuskrip, belum banyak dimanfaatkan oleh para peneliti. Bahkan sebagian besar darinya, akibat perjalanan waktu dan juga keadaan sebagian orang yang memilikinya, hampir berada dalam kondisi yang membuatnya sulit untuk dimanfaatkan.
فهذه المكتبات خزائن حافلة بعيون التراث العلمي والفكري الإسلامي الذي يجهل كثير من الباحثين أهميته، ولا يعرفون شيئاً عن هذه المؤلفات القيمة إلا أسماءها.
Perpustakaan-perpustakaan itu merupakan khazanah yang penuh dengan mutiara warisan keilmuan dan pemikiran Islam, yang nilai pentingnya tidak diketahui oleh banyak peneliti. Mereka tidak mengetahui apa pun tentang karya-karya berharga tersebut kecuali nama-namanya saja.
فمنهم من لا يعرف عنها اسماً ولا مسمى، مع أنها أحق بأن تكون بين أيديهم لما تحويه من كنوز الفكر الإسلامي.
Bahkan di antara mereka ada yang sama sekali tidak mengetahui nama maupun keberadaan karya-karya tersebut, padahal karya-karya itu jauh lebih layak berada di tangan mereka karena mengandung berbagai kekayaan pemikiran Islam.
أجازوا لأنفسهم أن يصدروا أحكاماً على تراثنا الإسلامي، تحتاج في كثير من جوانبها إلى مراجعة منهم، وفي جوانب أخرى إلى التخلي عنها كلية، لأن الرجوع إلى الحق فضيلة.
Mereka membolehkan diri mereka sendiri untuk mengeluarkan berbagai penilaian terhadap warisan Islam kita, padahal banyak dari penilaian tersebut perlu mereka tinjau kembali, dan pada sisi-sisi lainnya bahkan harus mereka tinggalkan sama sekali. Sebab kembali kepada kebenaran merupakan suatu keutamaan.
ولكن لا ينبغي لمن يريد أن يصدر حكماً على تراث الأمة بعد أن يكون قد تعلمه وعلمه، وأن يتبع المنهج العلمي الصحيح إن كانوا ينتسبون إليه، وبناء العقل المفكر إن كانوا ينتمون إليه.
Seseorang yang hendak menjatuhkan penilaian terhadap warisan umat semestinya terlebih dahulu mempelajari dan mengetahuinya. Ia harus mengikuti metode ilmiah yang benar jika memang mengaku menisbatkan diri kepadanya, serta membangun akal yang berpikir jika memang mengaku termasuk di dalamnya.
* * *
وأقدم هذا الكتاب الذي أقدمه اليوم حسب ما في خزائن الكتب من التراث الخاص للمفكرين، إلى أن يخرج إلى النور في ثوب جديد.
Kitab yang saya sajikan pada hari ini merupakan bagian dari warisan para pemikir yang selama ini tersimpan dalam khazanah kitab-kitab, hingga akhirnya dapat keluar ke alam terang dalam bentuk yang baru.
وقد حققه الأستاذ الدكتور محمد رشاد سالم تحقيقاً علمياً عالياً، وأخرجه في طبعة رائعة، ثم أخرج الجزء الأول منه المجلس الأعلى للشئون الإسلامية بمصر.
Kitab ini telah ditahqiq oleh al-Ustadz ad-Duktur Muhammad Rasyad Salim dengan tahqiq ilmiah yang bermutu tinggi dan diterbitkan dalam cetakan yang sangat baik. Kemudian bagian pertamanya diterbitkan oleh Majelis Tertinggi Urusan Islam di Mesir.
وكان لي شرف العلم على بقية أجزائه في إخراج هذا الكتاب، وتقديمه رحمه الله.
Saya pun memperoleh kehormatan untuk mengetahui kelanjutan bagian-bagiannya dalam proses penerbitan kitab ini dan penyajiannya oleh beliau—semoga Allah merahmatinya.
إن أبحاث هذا الكتاب لا يكفي أن نصفها بأنها جهد من جهود الإسلام العلمية، وإنما هي ثمرة جهاد عقلي دؤوب ومتصل، وقراءة وتأمل وتدبر وتحقيق.
Pembahasan-pembahasan dalam kitab ini tidak cukup hanya digambarkan sebagai salah satu bentuk usaha ilmiah Islam. Ia merupakan buah dari perjuangan intelektual yang tekun dan berkesinambungan, melalui pembacaan, perenungan, penghayatan, dan penelitian.
وأنا مطمئن بهذا العمل، وبعد أن أضعه بين أيدي الطلاب والدارسين والباحثين في بناء العقل وتحقيقه، وأنا على يقين من أن هذا العمل لا يخلو من نقص، فإن الكمال لله وحده.
Saya merasa tenteram dengan pekerjaan ini. Setelah saya meletakkannya di tangan para pelajar, pengkaji, dan peneliti sebagai bagian dari upaya membangun serta menata akal, saya pun meyakini bahwa pekerjaan ini tidak mungkin terbebas dari kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik Allah semata.
أهمية الكتاب وموضوعه
Pentingnya Kitab dan Pokok Bahasannya
يعالج الكتاب مشكلة العلاقة بين العقل والشرع، تلك المشكلة التي أرقت كثيراً من المفكرين قديماً وحديثاً.
Kitab ini membahas persoalan hubungan antara akal dan syariat, suatu persoalan yang telah menyibukkan banyak pemikir, baik pada masa lalu maupun masa modern.
فلقد أفرغت فيها في مجال الفلسفة وعلم الكلام كم هائل الآن من مؤلفات المتكلمين في العالم الإسلامي، ومع أن المتكلمين والفلاسفة قد قدموا إلى قائل بوجود تعارض، وإلى رافض له.
Persoalan ini telah banyak dibahas dalam bidang filsafat dan ilmu kalam, sebagaimana tampak dari banyaknya karya para ahli kalam di dunia Islam. Di antara para mutakallim dan filsuf ada pihak yang mengatakan adanya pertentangan, dan ada pula pihak yang menolaknya.
نجد المتقدمين حديثاً يعيشون نفس المشكلة مع تباعد الزمان وتبدل الأحوال والظروف، ثقافياً واجتماعياً، فهل نقول: إن التاريخ يعيد نفسه؟
Namun kita mendapati bahwa manusia pada masa kemudian juga hidup dengan persoalan yang sama, meskipun jarak zaman telah jauh dan keadaan serta kondisi—baik kebudayaan maupun sosial—telah berubah. Apakah kita akan mengatakan bahwa sejarah mengulang dirinya sendiri?
أم نقول: إن السنن الكونية مطردة، شأنها في ذلك شأن القوانين الثابتة التي لا تتبدل، يستوي في ذلك الأمم والأفراد؟
Ataukah kita mengatakan bahwa sunnatullah yang berlaku di alam berjalan secara konsisten, sebagaimana hukum-hukum tetap yang tidak berubah, baik terhadap bangsa-bangsa maupun individu?
ولقد كان سبب ظهور المشكلة قديماً عوامل كثيرة تتصل بوضع الأمة الإسلامية بين أمم الأرض، ووضعها السياسي والحضاري على خارطة الكرة الأرضية، ومدى صلتها عقلياً بأوروبا وحضارتها التي كانت تعيش عهداً يختلف تماماً عن عهدنا.
Munculnya persoalan ini pada masa lalu disebabkan oleh banyak faktor yang berkaitan dengan posisi umat Islam di antara bangsa-bangsa di dunia, kedudukan politik dan peradabannya pada peta dunia, serta tingkat hubungan intelektualnya dengan Eropa dan peradabannya, yang pada saat itu hidup dalam suatu masa yang sama sekali berbeda dari masa kita.
فما الذي بعث المشكلة في عصرنا؟
Lalu, apakah yang membangkitkan kembali persoalan tersebut pada zaman kita?
لقد سيطر على عقول بعض المفكرين قديماً أن كل ما جاءهم عن غيرهم من الأمم الأخرى حق لا باطل فيه، وأن ما جاءهم عن نبيهم صلى الله عليه وسلم…
Pada masa lalu, pikiran sebagian pemikir dikuasai oleh anggapan bahwa segala sesuatu yang datang kepada mereka dari bangsa-bangsa lain adalah kebenaran yang tidak mengandung kebatilan, sedangkan apa yang datang kepada mereka dari Nabi ﷺ…
Leave a Reply