Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah [17] : Tauhid Rububiyyah : Apakah Operasi Dapat Mengubah Laki-laki Menjadi Perempuan atau Sebaliknya?



فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء (١٧)

Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal Ifta’ (17)

توحيد الربوبية

Tauhid Rububiyyah : Apakah Operasi Dapat Mengubah Laki-laki Menjadi Perempuan atau Sebaliknya?

السؤال الأول من الفتوى رقم ١٥٤٣

Pertanyaan Pertama dari Fatwa Nomor 1543

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Tauhid Rububiyyah : Apakah Operasi Dapat Mengubah Laki-laki Menjadi Perempuan atau Sebaliknya? ini masuk dalam Kategori Fatwa Lajnah Daimah Saudi Arabia

السؤال:

Pertanyaan:

يقولون في بعض الصحف العربية عن عمليات يقوم بها بعض الأطباء في أوروبا يتحول بها الذكر إلى أنثى والأنثى إلى ذكر، فهل ذلك صحيح؟ ألا يعتبر ذلك تدخلاً في حقوق الخالق الذي انفرد بالخلق والتصوير؟ وما رأي الإسلام في ذلك؟

Disebutkan dalam sebagian surat kabar Arab tentang operasi-operasi yang dilakukan oleh sejumlah dokter di Eropa, yang dengannya laki-laki berubah menjadi perempuan dan perempuan menjadi laki-laki. Apakah hal tersebut benar? Bukankah hal itu dianggap sebagai campur tangan terhadap hak Sang Pencipta yang hanya Dia sendiri yang memiliki kuasa menciptakan dan membentuk? Bagaimana pandangan Islam mengenai hal tersebut?

الإجابــة:

Jawaban :

لا يقدر أحد من المخلوقين أن يحول الذكر إلى أنثى ولا الأنثى إلى ذكر، وليس ذلك من شؤونهم ولا في حدود طاقتهم مهما بلغوا من العلم بمادة الخلق وصورة خواصها، إنما ذلك إلى الله وحده.

Tidak seorang pun dari kalangan makhluk mampu mengubah laki-laki menjadi perempuan atau perempuan menjadi laki-laki. Hal tersebut bukanlah urusan mereka dan tidak berada dalam batas kemampuan mereka, betapapun tingginya ilmu yang mereka capai mengenai materi penciptaan dan karakteristik-karakteristiknya. Hal itu hanyalah milik Allah semata.

قال تعالى:

Allah Ta‘ala berfirman:

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ يَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ إِنَاثًا وَيَهَبُ لِمَنْ يَشَاءُ الذُّكُورَ ۝ أَوْ يُزَوِّجُهُمْ ذُكْرَانًا وَإِنَاثًا وَيَجْعَلُ مَنْ يَشَاءُ عَقِيمًا إِنَّهُ عَلِيمٌ قَدِيرٌ [الشورى: ٤٩-٥٠]

“Milik Allah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia menganugerahkan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan menganugerahkan anak-anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan kepada mereka anak laki-laki dan perempuan, dan Dia menjadikan siapa yang Dia kehendaki mandul. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.” [Asy-Syura: 49-50]

فأخبر سبحانه في صدر الآية بأنه وحده هو الذي يملك ذلك ويختص به، ثم فصل ما خلق من ذكر وأنثى، وقد يخلق من ذكر وأنثى جميعاً، ويجعل من يشاء عقيماً.

Allah Subhanahu wa Ta‘ala mengabarkan pada awal ayat tersebut bahwa hanya Dia yang memiliki kekuasaan atas perkara itu dan hanya Dia yang mengkhususkannya. Kemudian Dia menjelaskan penciptaan laki-laki dan perempuan. Dia dapat menganugerahkan laki-laki dan perempuan sekaligus, dan menjadikan siapa yang Dia kehendaki mandul.

لكن قد يشتبه أمر المولود فلا يدرى أذكر هو أم أنثى، وقد يظهر في بادئ الأمر أنثى وهو في الحقيقة ذكر أو بالعكس، ويزول الإشكال في الغالب بتبين علامات الذكورة أو الأنوثة، وقد يحتاج إلى عملية جراحية تتناسب مع واقعه من ذكورة أو أنوثة، وقد لا يحتاج إلى شق ولا جراحة لما يقوم به من الأحوال.

Akan tetapi, terkadang keadaan seorang bayi tidak jelas sehingga tidak diketahui apakah ia laki-laki atau perempuan. Pada awalnya ia mungkin tampak sebagai perempuan, padahal pada hakikatnya laki-laki, atau sebaliknya. Kerancuan tersebut pada umumnya dapat hilang setelah tampak tanda-tanda kelaki-lakian atau keperempuanannya. Terkadang diperlukan tindakan operasi yang sesuai dengan keadaan sebenarnya, apakah laki-laki atau perempuan, dan terkadang tidak memerlukan pembedahan atau operasi karena keadaan yang ada telah menjelaskannya.

وإنما هو كشف عن واقع الحال لا تحويل الذكر إلى أنثى ولا الأنثى إلى ذكر، وبهذا يعرف أنهم لم يخلقوا، إنما هو من شأن الله، إنما يكشفون للناس عما هو من خلق الله.

Pada hakikatnya, hal tersebut hanyalah menyingkap keadaan yang sebenarnya, bukan mengubah laki-laki menjadi perempuan ataupun perempuan menjadi laki-laki. Dengan demikian diketahui bahwa mereka tidak menciptakan sesuatu. Penciptaan hanyalah urusan Allah. Mereka hanya menyingkap kepada manusia keadaan yang sebenarnya dari apa yang telah Allah ciptakan.

والله أعلم.

Wallahu a‘lam.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal Ifta’


عضو: عبد الله بن قعود
عضو: عبد الله بن غديان
نائب رئيس اللجنة: عبد الرزاق عفيفي
الرئيس: عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Anggota: Syaikh ‘Abdullah bin Qu‘ud
Anggota: Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayyan
Wakil Ketua Al-Lajnah: Syaikh ‘Abdur Razzaq ‘Afifi
Ketua: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz

Sumber : Kitab Kompilasi Fatwa Lajnah Daaimah



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.