فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء (٢٠)
Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal Ifta’ (20)
توحيد الربوبية
Tauhid Rububiyyah : Jika Rezeki Telah Ditentukan Allah, Apakah Usaha Dapat Menambah Rezeki?
السؤال الثاني من الفتوى رقم ١٠٩٩
Pertanyaan Kedua dari Fatwa Nomor 1099
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Tauhid Rububiyyah : Jika Rezeki Telah Ditentukan Allah, Apakah Usaha Dapat Menambah Rezeki? ini masuk dalam Kategori Fatwa Lajnah Daimah Saudi Arabia
السؤال:
Pertanyaan:
يقول بعض الناس كيف يكون الرزق كله من الله وأنا يمكنني أن أزيد في عملي اليوم من أجل أن أحصل رزق أكثر فكيف يكون مقدر علي الرزق ومكتوب علي لا دخل لي في زيادته أو نقصانه وهل هناك كتب تبحث في مثل هذه القضايا لتدلونا عليها؟
Sebagian orang berkata: Bagaimana mungkin seluruh rezeki berasal dari Allah, sementara saya dapat menambah pekerjaan saya hari ini agar memperoleh rezeki yang lebih banyak? Lalu bagaimana rezeki itu dikatakan telah ditetapkan dan dituliskan untuk saya, sedangkan saya seolah-olah tidak memiliki peran dalam bertambah atau berkurangnya rezeki tersebut? Apakah ada kitab-kitab yang membahas persoalan seperti ini yang dapat Anda tunjukkan kepada kami?
الإجابــة:
Jawaban :
الرزق من عند الله إيجاداً وتقديراً وإعطاءً، وكسباً وتسبباً فالعبد يباشر السبب أياً كان صعباً أو سهلاً كثيراً أو قليلاً، والله يقدر السبب ويوجده فضلاً منه ورحمة، فينسب الرزق إلى الله تقديراً وإعطاءً، وإلى العبد تسبباً وكسباً.
Rezeki berasal dari Allah dari sisi penciptaan, penetapan, dan pemberian. Adapun dari sisi usaha dan menempuh sebab, maka seorang hamba melakukan sebab tersebut, apa pun bentuknya, baik sulit maupun mudah, banyak maupun sedikit.
Allah-lah yang menetapkan sebab itu dan mewujudkannya sebagai karunia dan rahmat dari-Nya. Karena itu, rezeki dinisbatkan kepada Allah dari sisi penetapan dan pemberian, sedangkan kepada hamba dari sisi menempuh sebab dan melakukan usaha.
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal Ifta’
عضو: عبد الله بن غديان
نائب رئيس اللجنة: عبد الرزاق عفيفي
الرئيس: عبد العزيز بن عبد الله بن باز
Anggota: Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayyan
Wakil Ketua Al-Lajnah: Syaikh ‘Abdur Razzaq ‘Afifi
Ketua: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz
Sumber : Kitab Kompilasi Fatwa Lajnah Daaimah
Leave a Reply