Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah [21] : Tauhid Rububiyyah : Benarkah Manusia Dahulu Kera Lalu Berevolusi?



فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء (٢١)

Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal Ifta’ (21)

نظرية التطور والارتقاء

Tauhid Rububiyyah : Benarkah Manusia Dahulu Kera Lalu Berevolusi?

السؤال الخامس من الفتوى رقم ٥١٦٧

Pertanyaan Kelima dari Fatwa Nomor 5167

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Tauhid Rububiyyah : Benarkah Manusia Dahulu Kera Lalu Berevolusi? ini masuk dalam Kategori Fatwa Lajnah Daimah Saudi Arabia

السؤال:

Pertanyaan:

هناك من يقول: إن الإنسان منذ زمن بعيد كان قرداً وتطور فهل هذا صحيح وهل من دليل؟

Ada orang yang mengatakan bahwa manusia pada zaman dahulu adalah kera, kemudian mengalami perkembangan. Apakah pernyataan ini benar? Apakah ada dalil mengenai hal tersebut?

الإجابــة:

Jawaban :

هذا القول ليس بصحيح والدليل على ذلك أن الله بين في القرآن أطوار خلق آدم فقال تعالى:

Pernyataan tersebut tidak benar. Dalil mengenai hal itu adalah bahwa Allah telah menjelaskan di dalam Al-Qur’an tahapan-tahapan penciptaan Adam. Allah Ta‘ala berfirman:

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ [آل عمران: ٥٩]

“Sesungguhnya perumpamaan ‘Isa di sisi Allah adalah seperti Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berfirman kepadanya, ‘Jadilah,’ maka jadilah ia.” [Ali ‘Imran: 59]

ثم إن هذا التراب بل حتى صار طيناً لازباً يعلق بالأيدي فقال تعالى:

Kemudian tanah tersebut mengalami tahapan hingga menjadi tanah liat yang melekat pada tangan. Allah Ta‘ala berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ [المؤمنون: ١٢]

“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati yang berasal dari tanah.” [Al-Mu’minun: 12]

وقال تعالى:

Dan Allah Ta‘ala berfirman:

إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لَازِبٍ [الصافات: ١١]

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat yang melekat.” [Ash-Shaffat: 11]

ثم صار حمأ مسنوناً قال تعالى:

Kemudian ia menjadi lumpur hitam yang diberi bentuk. Allah Ta‘ala berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ [الحجر: ٢٦]

“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” [Al-Hijr: 26]

ثم لما يبس صار صلصالاً كالفخار قال تعالى:

Kemudian setelah mengering, ia menjadi tanah liat kering seperti tembikar. Allah Ta‘ala berfirman:

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ [الرحمن: ١٤]

“Dia menciptakan manusia dari tanah liat kering seperti tembikar.” [Ar-Rahman: 14]

وصوره الله على الصورة التي أرادها ونفخ فيه من روحه قال تعالى:

Kemudian Allah membentuknya dalam bentuk yang Dia kehendaki dan meniupkan kepadanya ruh ciptaan-Nya. Allah Ta‘ala berfirman:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ ۝ فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ [الحجر: ٢٨-٢٩]

“Dan ketika Rabb-mu berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan meniupkan kepadanya ruh ciptaan-Ku, maka tunduklah kalian kepadanya dengan bersujud.’” [Al-Hijr: 28-29]

هذه هي الأطوار التي مرت على خلق آدم من جهة القرآن، وأما الأطوار التي مرت على خلق ذرية آدم فقال تعالى:

Inilah tahapan-tahapan yang dilalui dalam penciptaan Adam sebagaimana diterangkan dalam Al-Qur’an. Adapun tahapan-tahapan yang dilalui dalam penciptaan keturunan Adam, Allah Ta‘ala berfirman:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ ۝ ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ ۝ ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ [المؤمنون: ١٢-١٤]

“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari suatu sari pati yang berasal dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya setetes mani di dalam tempat yang kokoh. Kemudian setetes mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, kemudian segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami menjadikannya sebagai makhluk yang lain. Maka Mahasuci Allah, sebaik-baik Pencipta.” [Al-Mu’minun: 12-14]

أما زوجة آدم (حواء) فقد بين الله تعالى أنه خلقها منه قال تعالى:

Adapun istri Adam, yaitu Hawa, Allah Ta‘ala telah menjelaskan bahwa Dia menciptakannya darinya. Allah Ta‘ala berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً [النساء: ١]

“Wahai manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa, dan darinya Dia menciptakan pasangannya, serta dari keduanya Dia mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.” [An-Nisa’: 1]

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم.

Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para shahabat beliau.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal Ifta’


عضو: عبد الله بن قعود
عضو: عبد الله بن غديان
نائب رئيس اللجنة: عبد الرزاق عفيفي
الرئيس: عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Anggota: Syaikh ‘Abdullah bin Qu‘ud
Anggota: Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayyan
Wakil Ketua Al-Lajnah: Syaikh ‘Abdur Razzaq ‘Afifi
Ketua: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz

Sumber : Kitab Kompilasi Fatwa Lajnah Daaimah



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.