فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء (١١)
Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal Ifta’ (11)
منهج اللجنة في إعداد الفتاوى
Metode Al-Lajnah dalam Menyiapkan Fatwa
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Kategori: Fatwa Lajnah Daimah Saudi Arabia
ظهر من قواعد تشكيل اللجنة الاهتمام بالرأي الجماعي ولاشك أن هذا أعطى الفتاوى قوة علمية لأن تبادل الرأي يسهل الوصول إلى الصواب ومن الملاحظ أن اللجنة نهجت في مسلكها اختيار الرأي الذي يسنده الدليل بغض النظر عن قائله ولذلك نرى أن غالب الفتاوى مقرونة بالأدلة كما يلاحظ أن استدلالاتهم من السنة في الجملة يقتصر على الأحاديث الصحيحة ساعد على ذلك تمكن سماحة الشيخ/ عبد العزيز بن باز من علم الحديث ولذلك اقتصرت في عزو الأحاديث على بعض المصادر ليسهل على الباحث الرجوع إليها وأيضاً خبرة فضيلة الشيخ/ عبد الرزاق عفيفي في الفرق والمذاهب العقدية المعاصرة أضاف إلى هذه الفتاوى قوة علمية.
Dari kaidah pembentukan Al-Lajnah tampak adanya perhatian terhadap pendapat kolektif. Tidak diragukan bahwa hal ini memberikan kekuatan ilmiah kepada fatwa-fatwa tersebut, karena pertukaran pendapat memudahkan untuk sampai kepada kebenaran. Dapat pula diperhatikan bahwa Al-Lajnah menempuh metode memilih pendapat yang didukung oleh dalil tanpa memandang siapa yang mengemukakannya. Karena itu, kita mendapati bahwa sebagian besar fatwa disertai dengan dalil.
Dapat diperhatikan pula bahwa dalam pengambilan dalil dari Sunnah, secara umum mereka membatasi diri pada hadis-hadis sahih. Hal ini terbantu oleh penguasaan Samahatusy Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz dalam ilmu hadis. Karena itu, dalam menisbatkan hadis saya membatasi pada beberapa sumber agar memudahkan peneliti untuk merujuk kepadanya. Demikian pula pengalaman Fadhilatusy Syaikh ‘Abdur Razzaq ‘Afifi dalam masalah kelompok-kelompok dan mazhab-mazhab akidah kontemporer telah menambah kekuatan ilmiah pada fatwa-fatwa ini.
طريقة العمل في الفتاوى
Metode Kerja dalam Penyusunan Fatwa
لما صدر الأمر بجمع الفتاوى حصلت على نسخة كاملة من الجهة المختصة وكانت فتاوى كثيرة ومتنوعة تشمل العقائد واسترشدت في ترتيبها بكتاب التوحيد للإمام محمد بن عبد الوهاب رحمه الله والتفسير والسنة والفقه واسترشدت في ترتيبه بكتاب مختصر المقنع إلى غير ذلك.
Ketika perintah untuk menghimpun fatwa dikeluarkan, saya memperoleh salinan lengkap dari pihak yang berwenang. Fatwa-fatwa tersebut sangat banyak dan beragam, mencakup persoalan akidah. Dalam menyusun bagian akidah saya menjadikan Kitab At-Tauhid karya Imam Muhammad bin ‘Abdul Wahhab rahimahullah sebagai pedoman. Fatwa-fatwa itu juga mencakup tafsir, Sunnah, dan fikih. Dalam menata bagian fikih, saya menjadikan kitab Mukhtashar Al-Muqni‘ sebagai pedoman, dan demikian pula pada bagian-bagian lainnya.
والفتوى الواحدة كثيراً ما تشمل مجموعة أسئلة قد تزيد على الأربعين وفي مواضيع مختلفة وحتى يسهل على الراغب الرجوع إلى ما يريد بأسهل طريق رأيت ترتيبها حسب الموضوعات فحددت لكل سؤال موضوعه وأخذت للفتاوى ذات الموضوعات المتعددة صوراً بعدد موضوعاتها وضممت كل سؤال إلى موضوعه.
Satu fatwa sering kali mencakup sekumpulan pertanyaan yang jumlahnya dapat melebihi empat puluh pertanyaan dan membahas berbagai tema. Agar orang yang hendak merujuk kepada perkara tertentu dapat menemukannya dengan cara yang paling mudah, saya memandang perlu menatanya berdasarkan tema. Maka saya menentukan tema bagi setiap pertanyaan. Untuk fatwa yang mencakup banyak tema, saya membuat salinan sebanyak jumlah temanya, lalu menempatkan setiap pertanyaan pada tema yang sesuai.
واستبعدت من النشر الفتاوى التي تقتصر فائدتها على من صدرت له الفتوى مثل الإذن بإقامة صلاة الجمعة أو النظر في موضوع مقبرة إلى غير ذلك مما لا يستفيد منه القارئ وهو كثير، ثم تشاورت مع اللجنة واقتضى النظر أن تراجع من قبلهم حرصاً على تحرير الفتاوى واختيار الصالح منها للنشر.
Saya tidak memasukkan untuk diterbitkan fatwa-fatwa yang manfaatnya terbatas hanya kepada orang yang menerima fatwa tersebut, seperti izin untuk mendirikan shalat Jumat, peninjauan persoalan sebuah pemakaman, dan perkara-perkara lain semisalnya yang tidak memberikan manfaat kepada pembaca. Fatwa semacam ini jumlahnya cukup banyak. Kemudian saya bermusyawarah dengan Al-Lajnah, dan dipandang perlu agar fatwa-fatwa tersebut ditinjau kembali oleh mereka, demi menjaga ketelitian redaksi fatwa dan memilih mana yang layak diterbitkan.
ورتب لذلك ما يلزم فكنت أقرأ على سماحة الشيخ/ عبد العزيز، والشيخ/ عبد الرزاق معاً حسبما يتيسر من الوقت ومع كثرة العمل يسر الله عرض الكثير في وقت يعتبر قليلاً إذا قيس بما أنجز مع ظروف العمل فعملي يقتصر على الترتيب ومراجعة الأصل عند الاشتباه وعزو بعض الأحاديث إلى بعض مصادرها من كتب السنة.
Untuk keperluan tersebut disusunlah pengaturan yang diperlukan. Saya membacakan fatwa-fatwa itu kepada Samahatusy Syaikh ‘Abdul ‘Aziz dan Syaikh ‘Abdur Razzaq secara bersama-sama sesuai waktu yang tersedia. Meskipun kesibukan sangat banyak, Allah memudahkan untuk menelaah jumlah yang besar dalam waktu yang dapat dianggap singkat jika dibandingkan dengan banyaknya pekerjaan yang berhasil diselesaikan dan kondisi pekerjaan yang ada. Adapun tugas saya terbatas pada penyusunan, memeriksa naskah asli ketika terdapat keraguan, dan menisbatkan sebagian hadis kepada beberapa sumbernya dari kitab-kitab Sunnah.
وفيما يخص هذه الجزئية يلاحظ أني وبمساعدة معالي النائب، حيث كلف الشيخ/ الوليد بن عبد الرحمن الفريان أثابهما الله بمساعدتي. فكنت أذكر رقم الحديث إذا كان في الكتب التي تعنى بالترقيم وعند ذكر المجلد والصفحة قد أغفل اسم الكتاب وأعني بذلك إذا عزوت إلى الإمام أحمد (المسند) والإمام البخاري ومسلم (الصحيح) وأبو داود والترمذي وابن ماجه (السنن) والنسائي (المجتبى) وإذا كان العزو لغير هذه ذكرت اسم الكتاب.
Dalam bagian pekerjaan ini, perlu dicatat bahwa saya memperoleh bantuan melalui Ma‘ali Wakil Ketua, yang menugaskan Syaikh Al-Walid bin ‘Abdurrahman Al-Faryan — semoga Allah memberikan pahala kepada keduanya — untuk membantu saya. Saya mencantumkan nomor hadis apabila hadis tersebut terdapat dalam kitab-kitab yang menggunakan penomoran. Ketika menyebut jilid dan halaman, terkadang saya tidak mencantumkan nama kitab. Yang saya maksud adalah apabila saya menisbatkan hadis kepada Imam Ahmad — Al-Musnad — Imam Al-Bukhari dan Muslim — Ash-Shahih — Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah — As-Sunan — serta An-Nasa’i — Al-Mujtaba. Apabila rujukan berasal dari kitab selain kitab-kitab tersebut, saya menyebutkan nama kitabnya.
وسيلحظ القارئ التشابه بين بعض الموضوعات لأن جواب السؤال قد يستدعي الإشارة إلى الموضوعات المتشابهة خاصة في العقائد، ورأيت جمع ما يخص البدع في العقائد إلا ما يخص الجنائز وبعض بدع الصلاة فقد ضمت إلى مكانها من الفقه.
Pembaca akan mendapati adanya kemiripan antara sebagian tema, karena jawaban atas suatu pertanyaan terkadang menuntut adanya rujukan kepada tema-tema lain yang serupa, khususnya dalam masalah akidah. Saya memandang bahwa pembahasan yang berkaitan dengan bid‘ah dalam akidah sebaiknya dihimpun pada bagian akidah, kecuali yang berkaitan dengan jenazah dan sebagian bid‘ah dalam shalat, maka keduanya ditempatkan pada bagian masing-masing dalam fikih.
ولم أذكر اسم المستفتي لعدم استفادة القارئ من ذكره كما ذكرت أسماء المفتين ليعرف من أفتى، وأيضاً الفتاوى التي يبرز فيها الحكم على الحديث وبيان معناه رأيت أن تقرر باسم السنة. ونقلت الأسئلة كما وردت من السائل بصرف النظر عن صياغتها.
Saya tidak mencantumkan nama orang yang meminta fatwa karena penyebutan namanya tidak memberikan manfaat kepada pembaca. Sebaliknya, saya mencantumkan nama para mufti agar dapat diketahui siapa yang mengeluarkan fatwa. Adapun fatwa-fatwa yang menonjolkan penilaian terhadap hadis dan penjelasan maknanya, saya memandang agar dikelompokkan di bawah bagian “Sunnah”. Pertanyaan-pertanyaan saya nukil sebagaimana datang dari penanya, tanpa memandang bentuk redaksinya.
أسأل الله العلي القدير أن يمنحنا الفقه في الدين والعمل بما علمنا وأن يجعل عملنا خالصاً لوجهه وأن يجزل الأجر والثواب لمن أفتى ومن ساعد على نشرها وأن ينفع بها من قرأها ومن سمعها إنه سميع مجيب، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين وصلى الله وسلم على نبينا محمد وآله وصحبه.
Saya memohon kepada Allah Yang Mahatinggi lagi Mahakuasa agar menganugerahkan kepada kami pemahaman dalam agama dan kemampuan untuk mengamalkan ilmu yang telah Dia ajarkan kepada kami, menjadikan amal kami ikhlas karena wajah-Nya, melimpahkan pahala dan ganjaran kepada orang-orang yang memberikan fatwa serta mereka yang membantu menyebarkannya, dan menjadikan fatwa-fatwa ini bermanfaat bagi orang yang membacanya maupun yang mendengarnya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan. Dan akhir doa kami adalah segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para sahabat beliau.
كتبه الفقير إلى عفو ربه/ أحمد بن عبد الرزاق الدويش
Ditulis oleh hamba yang sangat membutuhkan ampunan Rabb-nya:
Ahmad bin ‘Abdur Razzaq Ad-Duwaisy
Leave a Reply