درء تعارض العقل والنقل لشيخ الإسلام ابن تيمية
Menolak Pertentangan antara Akal dan Dalil Naqli (Bagian 39)
إعداد ودراسة: الدكتور محمد السيد الجليند
Disusun dan Dikaji oleh: Dr. Muhammad as-Sayyid al-Julaynad
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel ini merupakan bagian dari seri terjemahan kitab Dar’u Ta‘āruḍ al-‘Aql wa an-Naql li Syaikh al-Islām Ibn Taimiyyah dan masuk dalam kategori Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.
وجماع هذا: أن يعلم أن المنقول عن الرسول ﷺ شيئان: ألفاظه وأفعاله، ومعاني ألفاظه ومقاصده بأفعاله، وكلاهما منه ما هو متواتر عند العامة والخاصة، ومنه ما هو متواتر عند الخاصة، ومنه ما يختص بعلمه بعض الناس، وإن كان عند غيره مجهولاً أو مظنوناً أو مكذوباً.
Kesimpulan seluruh pembahasan ini adalah bahwa apa yang dinukil dari Rasul ﷺ mencakup dua hal: lafaz-lafaz dan perbuatan beliau, serta makna lafaz-lafaz beliau dan maksud dari perbuatan-perbuatan beliau. Pada masing-masingnya terdapat perkara yang mutawatir di kalangan umum maupun khusus, terdapat pula yang mutawatir hanya di kalangan khusus, dan terdapat perkara yang pengetahuannya hanya dimiliki sebagian orang, sementara bagi orang lain ia mungkin tidak diketahui, hanya diduga, atau bahkan dianggap tidak benar.
وأهل العلم بأقواله كأهل العلم بالحديث والتفسير المنقول والمغازي والفقه يتواتر عندهم من ذلك ما لا يتواتر عند غيرهم ممن لم يشركهم في علمهم.
Orang-orang yang mendalami perkataan Rasul—seperti para ahli hadis, tafsir yang dinukil, sirah peperangan beliau, dan fikih—dapat memiliki pengetahuan mutawatir mengenai berbagai perkara yang tidak mencapai tingkat mutawatir bagi orang-orang yang tidak bersama mereka dalam bidang ilmu tersebut.
وكذلك أهل العلم بمعاني القرآن والحديث والفقه في ذلك يتواتر عندهم من ذلك ما لا يتواتر عند غيرهم من معاني الأقوال والأفعال المأخوذة عن الرسول.
Demikian pula para ahli yang mendalami makna Al-Qur’an, hadis, dan fikih. Di kalangan mereka dapat menjadi mutawatir berbagai pengetahuan mengenai makna perkataan dan perbuatan yang diambil dari Rasul, sementara pengetahuan tersebut tidak mencapai tingkat yang sama pada orang-orang di luar bidang mereka.
كما يتواتر عند النحاة من أقوال الخليل وسيبويه والكسائي والفراء وغيرهم ما لا يعلمه غيرهم.
Sebagaimana di kalangan para ahli nahwu terdapat berbagai perkataan al-Khalil, Sibawaih, al-Kisa’i, al-Farra’, dan selain mereka yang diketahui secara luas dan pasti, tetapi tidak diketahui oleh orang-orang di luar bidang mereka.
ويتواتر عند الأطباء من معاني أقوال أبقراط وجالينوس وغيرهما ما لا يتواتر عند غيرهم.
Demikian pula di kalangan para dokter terdapat berbagai makna dari perkataan Hippocrates, Galen, dan selain keduanya yang dikenal secara mutawatir, tetapi tidak demikian halnya di kalangan orang-orang selain mereka.
ويتواتر عند كل أحد من أصحاب مالك والشافعي والثوري والأوزاعي وأحمد وأبي داود وأبي ثور وغيرهم من مذاهب هؤلاء الأئمة ما لا يعلمه غيرهم.
Demikian pula para pengikut Malik, asy-Syafi‘i, ats-Tsauri, al-Auza‘i, Ahmad, Abu Dawud, Abu Tsaur, dan selain mereka memiliki pengetahuan yang tersebar luas mengenai berbagai pendapat mazhab imam-imam tersebut yang tidak diketahui oleh orang-orang di luar mereka.
ويتواتر عند أتباع رؤوس أهل الكلام والفلسفة من أقوالهم ما لا يعلمه غيرهم.
Demikian pula di kalangan para pengikut tokoh-tokoh utama ahli kalam dan filsafat terdapat berbagai perkataan tokoh mereka yang dikenal secara luas di antara mereka, tetapi tidak diketahui oleh orang-orang di luar kelompok tersebut.
ويتواتر عند أهل العلم بنقلة الحديث من أقوال شعبة ويحيى بن سعيد وعلي بن المديني ويحيى بن معين وأحمد بن حنبل وأبي زرعة وأبي حاتم والبخاري وأمثالهم في الجرح والتعديل ما لا يعلمه غيرهم.
Demikian pula para ahli yang mendalami para perawi hadis memiliki pengetahuan yang tersebar luas mengenai perkataan Syu‘bah, Yahya bin Sa‘id, ‘Ali bin al-Madini, Yahya bin Ma‘in, Ahmad bin Hanbal, Abu Zur‘ah, Abu Hatim, al-Bukhari, dan tokoh-tokoh semisal mereka dalam ilmu jarh wa ta‘dil, yang tidak diketahui oleh orang-orang di luar bidang tersebut.
بحيث يعلمون بالاضطرار اتفاقهم على تعديل مالك والثوري وشعبة وحماد بن زيد والليث بن سعد وغير هؤلاء.
Sampai-sampai mereka mengetahui secara pasti kesepakatan para ahli tersebut dalam menilai terpercaya Malik, ats-Tsauri, Syu‘bah, Hammad bin Zaid, al-Laits bin Sa‘d, dan tokoh-tokoh lainnya.
وعلى تكذيب محمد بن سعيد المصلوب1، وأبي البختري وهب بن وهب القاضي، وأحمد بن عبد الله الجويباري، وأمثالهم.
Demikian pula mereka mengetahui secara pasti kesepakatan para ahli hadis dalam mendustakan Muhammad bin Sa‘id al-Mashlub, Abu al-Bukhtari Wahb bin Wahb al-Qadhi, Ahmad bin ‘Abdillah al-Juybari, dan orang-orang semisal mereka.
Bersambung ke bagian berikutnya in sya Allah
Leave a Reply