درء تعارض العقل والنقل لشيخ الإسلام ابن تيمية
Menolak Pertentangan antara Akal dan Dalil Naqli (Bagian 48)
إعداد ودراسة: الدكتور محمد السيد الجليند
Disusun dan Dikaji oleh: Dr. Muhammad as-Sayyid al-Julaynad
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel ini merupakan bagian dari seri terjemahan kitab Dar’u Ta‘āruḍ al-‘Aql wa an-Naql li Syaikh al-Islām Ibn Taimiyyah dan masuk dalam kategori Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.
قال تعالى: «وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ» (سورة يوسف: ١٠٦).
Allah Ta‘ala berfirman: “Dan kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah kecuali dalam keadaan mempersekutukan-Nya.” (QS. Yusuf: 106).
قالت طائفة من السلف: تسألهم من خلق السماوات والأرض فيقولون: الله، وهم مع هذا يعبدون غيره.
Sekelompok ulama salaf berkata: apabila engkau bertanya kepada mereka, “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” mereka menjawab, “Allah.” Namun bersamaan dengan pengakuan itu, mereka tetap menyembah selain-Nya.
وقال تعالى: «قُلْ لِمَنِ الْأَرْضُ وَمَنْ فِيهَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ سَيَقُولُونَ لِلَّهِ قُلْ فَأَنَّى تُسْحَرُونَ» (سورة المؤمنون: ٨٤ – ٨٩).
Allah Ta‘ala juga berfirman: “Katakanlah: Milik siapakah bumi dan semua yang ada di dalamnya, jika kalian mengetahui? Mereka akan menjawab: Milik Allah. Katakanlah: Tidakkah kalian mengambil pelajaran? Katakanlah: Siapakah Rabb tujuh langit dan Rabb ‘Arsy yang agung? Mereka akan menjawab: Allah. Katakanlah: Tidakkah kalian bertakwa? Katakanlah: Siapakah yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu, sedangkan Dia melindungi dan tidak ada yang dapat dilindungi dari-Nya, jika kalian mengetahui? Mereka akan menjawab: Allah. Katakanlah: Lalu bagaimana kalian dapat dipalingkan?” (QS. al-Mu’minun: 84–89).
وقال تعالى: «وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ» (سورة العنكبوت: ٦١).
Dan Allah Ta‘ala berfirman: “Jika engkau bertanya kepada mereka, ‘Siapakah yang menciptakan langit dan bumi serta menundukkan matahari dan bulan?’ niscaya mereka benar-benar akan menjawab, ‘Allah.’” (QS. al-‘Ankabut: 61).
فليس كل من أقر أن الله رب كل شيء وخالقه يكون عابداً له دون ما سواه، داعياً له دون ما سواه، راجياً له خائفاً منه دون ما سواه، يوالي فيه ويعادي فيه، ويطيع رسله، ويأمر بما أمر به، وينهى عما نهى عنه.
Maka tidak setiap orang yang mengakui bahwa Allah adalah Rabb dan Pencipta segala sesuatu dengan sendirinya menjadi orang yang hanya beribadah kepada-Nya, hanya berdoa kepada-Nya, berharap dan takut hanya kepada-Nya, memberikan loyalitas dan permusuhan karena-Nya, menaati para rasul-Nya, memerintahkan apa yang Dia perintahkan, serta melarang apa yang Dia larang.
وقد قال تعالى: «وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ» (سورة الأنفال: ٣٩).
Allah Ta‘ala berfirman: “Perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah dan agama seluruhnya hanya untuk Allah.” (QS. al-Anfal: 39).
وعامة المشركين أقروا بأن الله خالق كل شيء، وأثبتوا الشفعاء الذين يشركونهم به، وجعلوا له أنداداً.
Mayoritas kaum musyrik mengakui bahwa Allah adalah Pencipta segala sesuatu. Namun mereka menetapkan para pemberi syafaat yang mereka sekutukan dengan-Nya dan menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah.
قال تعالى: «أَمِ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ شُفَعَاءَ قُلْ أَوَلَوْ كَانُوا لَا يَمْلِكُونَ شَيْئًا وَلَا يَعْقِلُونَ قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا» (سورة الزمر: ٤٣ – ٤٤).
Allah Ta‘ala berfirman: “Apakah mereka mengambil pemberi-pemberi syafaat selain Allah? Katakanlah: Apakah tetap demikian sekalipun mereka tidak memiliki sesuatu pun dan tidak memahami? Katakanlah: Milik Allah seluruh syafaat.” (QS. az-Zumar: 43–44).
وقال تعالى: «وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ» (سورة يونس: ١٨).
Dan Allah Ta‘ala berfirman: “Mereka menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi mudarat dan tidak pula manfaat kepada mereka, dan mereka berkata: ‘Mereka adalah para pemberi syafaat kami di sisi Allah.’ Katakanlah: Apakah kalian hendak memberitahukan kepada Allah sesuatu yang tidak Dia ketahui di langit maupun di bumi? Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Yunus: 18).
وقال تعالى: «وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَادَى كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُمْ مَا خَوَّلْنَاكُمْ وَرَاءَ ظُهُورِكُمْ وَمَا نَرَى مَعَكُمْ شُفَعَاءَكُمُ الَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَاءُ لَقَدْ تَقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنْكُمْ مَا كُنْتُمْ تَزْعُمُونَ» (سورة الأنعام: ٩٤).
Allah Ta‘ala juga berfirman: “Sungguh kalian datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana Kami menciptakan kalian pada pertama kali, dan kalian tinggalkan di belakang kalian segala yang telah Kami karuniakan kepada kalian. Kami tidak melihat bersama kalian para pemberi syafaat yang kalian sangka sebagai sekutu-sekutu dalam urusan kalian. Sungguh hubungan di antara kalian telah terputus dan lenyap dari kalian apa yang dahulu kalian sangka.” (QS. al-An‘am: 94).
وقال تعالى: «وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ» (سورة البقرة: ١٦٥).
Dan Allah Ta‘ala berfirman: “Di antara manusia ada yang menjadikan tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah.” (QS. al-Baqarah: 165).
وهذا كان من أتباع هؤلاء من يسجد للشمس والقمر والكواكب، ويدعوها كما يدعو الله تعالى، ويصوم لها، وينسك لها، ويتقرب إليها، ثم يقول: إن هذا ليس بشرك، وإنما الشرك إذا اعتقدت أنها هي المدبرة لي، فإذا جعلتها سبباً وواسطة لم أكن مشركاً.
Di antara para pengikut jalan semacam ini ada orang yang bersujud kepada matahari, bulan, dan bintang-bintang; berdoa kepada benda-benda tersebut sebagaimana ia berdoa kepada Allah Ta‘ala; berpuasa untuknya, mempersembahkan ibadah kepadanya, dan mendekatkan diri kepadanya. Kemudian ia berkata, “Ini bukan syirik. Syirik hanyalah apabila aku meyakini bahwa benda-benda itu sendiri yang mengatur urusanku. Adapun jika aku hanya menjadikannya sebagai sebab dan perantara, maka aku bukanlah seorang musyrik.”
Leave a Reply