مدخل: المُحدِّدات الرئيسة للقراءات الحداثية للقرآن
Pendahuluan: Faktor-Faktor Utama yang Menentukan Pembacaan Modernis terhadap Al-Qur’an [Seri 7]
Penulis : Thariq Hajji
Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu
Artikel Pendahuluan: Faktor-Faktor Utama yang Menentukan Pembacaan Modernis terhadap Al-Qur’an ini masuk dalam Kategori Ulumul Quran
القراءة الحداثية، ماذا تعني؟
Pembacaan Modernis, Apa yang Dimaksud Dengannya?
نستطيع إذن أن نُجمِل كلامنا السابق عن أبعاد القراءة الحداثية فنُحدِّدها إجمالًا بأنها: قراءات معاصرة تقف خارج التقليد، وتستخدم مناهج مستقاة من الفكر الغربي الحديث؛ «سواء الحداثي أو ما بعد الحداثي» لتُشغِّلها على النص القرآني،
Dengan demikian, kita dapat merangkum pembahasan sebelumnya mengenai dimensi-dimensi pembacaan modernis, lalu mendefinisikannya secara umum sebagai: pembacaan-pembacaan kontemporer yang berada di luar tradisi dan menggunakan metodologi-metodologi yang diambil dari pemikiran Barat modern — baik modern maupun pascamodern — untuk diterapkan pada teks Al-Qur’an.
وترتبط في نشأتها بمنعطف التأسيس الثاني لخطاب النهضة العربية وما له من ملامح فكرية خاصة،
Dalam kemunculannya, pembacaan-pembacaan tersebut berkaitan dengan titik balik “peletakan dasar kedua” bagi wacana kebangkitan Arab beserta karakteristik intelektual khas yang dimilikinya.
وبالتالي فرغم تشابه رهاناتها مع مجمل رهانات النهضة إلا أنها تحاول تحقيق التحديث بصورة أكثر جذرية وعمقًا، وأبعد عن التلفيق والتجاور والتساكن،
Karena itu, meskipun berbagai pertaruhannya memiliki kemiripan dengan keseluruhan pertaruhan wacana kebangkitan, pembacaan modernis berusaha mewujudkan modernisasi dengan cara yang lebih radikal dan lebih mendalam, serta lebih jauh dari eklektisisme, penjajaran, dan koeksistensi antara unsur-unsur yang berbeda.
فهي تُمثِّل من وجهة نظر روادها الحلّ لأزمة التنوير، والطريق لتجاوز فشله.
Dari sudut pandang para perintisnya, pembacaan-pembacaan tersebut merepresentasikan solusi bagi krisis pencerahan dan jalan untuk melampaui kegagalannya.
بالطبع فإنّ هذا التحديد الذي قمنا به لأبعاد القراءات الحداثية في هذا المقال -المدخل، يظلُّ تحديدًا عامًّا، بحيث لا ينفي وجود أبعاد خاصة لكلّ برنامج قراءة حداثي،
Tentu saja, penentuan yang telah kami lakukan terhadap dimensi-dimensi pembacaan modernis dalam artikel pendahuluan ini tetap merupakan penentuan yang bersifat umum. Ia tidak meniadakan adanya dimensi-dimensi khusus pada setiap program pembacaan modernis.
وهذا طبيعي بحكم السياقات الفكرية المخصوصة لكلّ خطاب، بل وكذلك الرهانات الخاصة لكلّ مفكر من هؤلاء، وطبيعة المناهج التي يستخدمها كلّ مفكر والمُؤثِّرة على مدخله ونمط مقاربته ومساحات اشتغاله،
Hal ini merupakan sesuatu yang wajar karena setiap wacana memiliki konteks intelektualnya sendiri, demikian pula setiap pemikir di antara mereka memiliki pertaruhan-pertaruhan khusus, serta metodologi yang digunakannya masing-masing, yang memengaruhi titik masuk, pola pendekatan, dan ruang lingkup pembahasannya.
وهو ما سنحاول بيانه تفصيلًا في تناولنا لاحقًا لكلّ مفكر من مفكري القراءة الحداثية على حدة، وهو العمل الذي سيُعمِّق فهمنا لأبعاد القراءة الحداثية،
Hal inilah yang akan kami coba jelaskan secara terperinci dalam pembahasan berikutnya terhadap masing-masing pemikir pembacaan modernis secara tersendiri. Kajian tersebut akan semakin memperdalam pemahaman kita terhadap dimensi-dimensi pembacaan modernis.
لكن ما ندَّعيه هنا هو أنَّ ما قمنا بتحديده يُعدّ الملامح العامة الرئيسة لكلّ قراءة حداثية، وأنّ هذه الملامح هي التي تُميِّز القراءة الحداثية عن كلّ قراءة أخرى مهما تشابهت معها في المضامين أو تَغَيَّت نفس الأهداف.
Namun, yang kami nyatakan di sini adalah bahwa apa yang telah kami tentukan merupakan karakteristik umum dan utama bagi setiap pembacaan modernis. Karakteristik-karakteristik inilah yang membedakan pembacaan modernis dari pembacaan lainnya, betapapun terdapat kemiripan dalam kandungan maupun tujuan yang hendak dicapai.
Leave a Reply