Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah [32] : Apakah Menyembah Patung Sama dengan Thawaf di Ka‘bah dan Benarkah Semua Agama Menuju Tuhan yang Sama?



فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء (٣٢)

Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal Ifta’ (32)

شهادة أن لا إله إلا الله

Tauhid Uluhiyyah : Apakah Menyembah Patung Sama dengan Thawaf di Ka‘bah dan Benarkah Semua Agama Menuju Tuhan yang Sama?

السؤال الثامن والتاسع من الفتوى رقم ٨٨٩٧

Pertanyaan Kedelapan dan Kesembilan dari Fatwa Nomor 8897

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Tauhid Uluhiyyah : Apakah Menyembah Patung Sama dengan Thawaf di Ka‘bah dan Benarkah Semua Agama Menuju Tuhan yang Sama? ini masuk dalam Kategori Fatwa Lajnah Daimah Saudi Arabia

السؤال:

Pertanyaan:

المسائل يطرحها المسلمون من أمكنة كثيرة لمجالس التوعية وهم يريدون الإجابة العقلية المستساغة المباشرة لفهم الذين لا يؤمنون بالقرآن ولا بالسنة بل يسندون على العقل أي أنهم ممن يستحسنون العقل فقط، ولهذا يريدون الإجابة العقلية المقنعة لهم وهم سائرون للترويج لغرض التشويش وتشكيك الجهلاء من المسلمين، منهم من يحسنون المجاملة مع المسلمين كالصينيين الماليزيين ومنهم من لهم السلطة والسياسة كالبوذيين بتايلند؛ وما الإجابة عما يأتي:

Persoalan-persoalan ini diajukan oleh kaum Muslimin dari berbagai tempat kepada majelis-majelis penyuluhan. Mereka menginginkan jawaban rasional yang mudah diterima dan langsung dapat dipahami oleh orang-orang yang tidak beriman kepada Al-Qur’an dan Sunnah, tetapi hanya bersandar kepada akal, yakni mereka yang hanya menganggap baik apa yang dinilai baik oleh akal.

Karena itu, mereka menginginkan jawaban rasional yang dapat meyakinkan orang-orang tersebut. Mereka terus menyebarkan pemikiran ini dengan tujuan menimbulkan kerancuan dan menanamkan keraguan kepada orang-orang awam dari kalangan kaum Muslimin. Di antara mereka ada yang bersikap ramah terhadap kaum Muslimin, seperti sebagian orang Cina di Malaysia, dan ada pula yang memiliki kekuasaan dan pengaruh politik, seperti kaum Buddha di Thailand. Bagaimana jawaban terhadap hal-hal berikut?

١ – أنه لا يختلف في شيء حيث إننا نعبد ونسجد لأحجار التماثيل في ماليزيا بين أنتم تذهبون بنفقات باهظة تبيعون لهم العقارات وما إلى ذلك من النفيسات لديكم ذاهبون إلى مكة أنتم هناك تركعون وتسجدون وتطوفون أحجار الكعبة بالمسجد الحرام وقد شاهدناها من خلال التلفاز في مواسم الحج وقالوا: الكل على كل حال أحجار بغض عن نظرنا على معتقداتكم غير هذا الظاهر؟ والمتقدم أو مروج لهذه مجوسيون صينيون ماليزيون.

1. Mereka mengatakan: Tidak ada perbedaan. Kami menyembah dan bersujud kepada batu-batu patung di Malaysia, sedangkan kalian mengeluarkan biaya yang besar, bahkan menjual harta benda dan barang-barang berharga kalian untuk pergi ke Makkah. Di sana kalian rukuk, sujud, dan mengelilingi batu-batu Ka‘bah di Masjidil Haram. Kami telah menyaksikannya melalui televisi pada musim haji. Mereka berkata: Bagaimanapun, semuanya adalah batu, terlepas dari keyakinan kalian yang tidak tampak secara lahir. Orang-orang yang mengemukakan dan menyebarkan pemikiran ini adalah orang-orang Cina Malaysia yang beragama Majusi.

٢ – إن مثل الأديان كمثل الأنهار العديدة المختلفة المنابع أقصاها من منبع واحد في أراضي عالية العالية والكل جريان إلى بحر واحد. يريدون منها: أن الأديان تعلم معتنقيها للأخلاق الحسنة وللأعمال النافعة والهادفة لمصلحة بني البشر وفلاحهم دنيوياً وأخروياً.. وأخيراً يحشرهم أمام الله ذلك المقصود منهم: من المنبع الواحد إلى البحر الواحد.

2. Mereka mengatakan bahwa agama-agama itu ibarat sungai-sungai yang banyak dan berbeda sumbernya, tetapi seluruhnya berasal dari suatu sumber di dataran tinggi dan semuanya akhirnya mengalir menuju satu laut.

Maksud mereka adalah bahwa agama-agama mengajarkan kepada para penganutnya akhlak yang baik dan amal-amal yang bermanfaat serta bertujuan bagi kemaslahatan manusia dan keberhasilan mereka di dunia dan akhirat. Pada akhirnya semuanya akan dikumpulkan di hadapan Allah. Inilah yang mereka maksud dengan ungkapan: “dari satu sumber menuju satu laut.”

٣ – بمعنى فمن تمسك بأي دين من الأديان فهو ناجح لأنه حق الله وإلى الله سواء بدين إسلامي أو بوذي أو مسيحي. ذلك للتشويش أو للتشكيك في صفوف المسلمين وخصوصاً في أبنائهم ترجو الإخطار سريعاً بوصول المراقب لديكم. إننا ننتظر ساعة بساعة نشكركم على ذلك مقدماً.

3. Dengan kata lain, mereka mengatakan bahwa siapa saja yang berpegang kepada agama apa pun akan memperoleh keselamatan, karena semuanya merupakan jalan menuju Allah, baik Islam, Buddha, maupun Kristen. Pemikiran ini disebarkan untuk menimbulkan kekacauan dan keraguan di tengah kaum Muslimin, khususnya kepada anak-anak mereka.

هذا ومع العلم هذا قول أو فلسفة رهبان البوذيين تايلنديين. قام رجال سياسيون تايلنديون بزرع الأفكار في صفوف أبناء المسلمين الذين يتعلمون في مدارسهم الحكومية فيؤمنون بها أغلبيتهم ذلك لغرض سياسة الانضمامية الإسلام إلى بوذيهم وملاءمتهم في سياستهم.. وهكذا.. وكذلك يفعلون.

Perlu diketahui bahwa pemikiran tersebut merupakan pendapat atau filsafat para rahib Buddha Thailand. Sejumlah tokoh politik Thailand menanamkan pemikiran ini di kalangan anak-anak kaum Muslimin yang belajar di sekolah-sekolah pemerintah mereka, sehingga banyak di antara mereka kemudian mempercayainya. Hal itu dilakukan dalam rangka kebijakan mengintegrasikan kaum Muslimin ke dalam masyarakat Buddha dan menyesuaikan mereka dengan kebijakan pemerintah.

وتقول الطائفة الشيعية في تأويلهم قول الله سبحانه وتعالى: (أقم الصلاة لذكري) فمن ذكر الله في قلبه فلا صلاة له بكيفياتها المعروفة.. ومن المعروف أن معتنقيها قاموا بالصلاة الباطنية وهو أن يغمضوا البصر برهة يبصر من خلالها عملية صلاته في ذهنهم.. وقالوا وبهذا قد قامت الصلاة.

Disebutkan pula bahwa suatu kelompok Syiah, dalam menakwilkan firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala, mengatakan:

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

“Dirikanlah sholat untuk mengingat-Ku.”

Menurut mereka, orang yang mengingat Allah di dalam hatinya tidak lagi memerlukan sholat dengan tata cara yang telah dikenal. Para penganutnya kemudian melakukan apa yang mereka sebut sebagai “sholat batin”, yaitu memejamkan mata sejenak dan membayangkan proses sholat di dalam pikiran mereka. Mereka mengatakan bahwa dengan cara itu sholat telah dilaksanakan.

قالوا: إن الصلاة الباطنية أقوى وأبقى من أعمال الظاهرية. أي بكيفياتها المعروفة مستدلون بقوله: (ما عندكم ينفد وما عند الله باق) أي ما عندكم هو عملية الصلاة بالظاهرية بالأعضاء، وهي ذاهبة بعد العمل مباشرة، وما عند الله باق، أي وهو القلب الذي كتمتم بأبي فيكم صوته وصورته تجئ إليكم على الدوام. تعملون للصلوات مرة يومياً أما من أول النهار وهو في الصبح وإما آخره وهو في وقت المغرب. والأفضل أن تفعلوا الكل في أوقاتها حيث أينما وحيثما كنتم وحتى في المراحيض وأثناء الأكل وإتيان النساء. هذا ما أفيد مضمون كلام الشيخ الذي حضر التوعية. وفق الله الجميع لما يحبه ويرضاه.

Mereka mengatakan bahwa “sholat batin” lebih kuat dan lebih kekal daripada amalan lahiriah dengan tata caranya yang dikenal. Mereka berdalil dengan firman Allah:

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ

“Apa yang ada pada kalian akan habis, sedangkan apa yang ada di sisi Allah tetap kekal.”

Mereka menafsirkan “apa yang ada pada kalian” sebagai pelaksanaan sholat secara lahiriah dengan anggota badan yang berakhir setelah amal tersebut selesai, sedangkan “apa yang ada di sisi Allah tetap kekal” mereka kaitkan dengan apa yang berada di dalam hati dan terus hadir dalam diri seseorang. Mereka mengerjakan sholat semacam itu sekali dalam sehari, baik pada awal hari, yaitu waktu pagi, maupun pada akhir hari ketika waktu Maghrib. Bahkan mereka menganggap lebih baik melakukannya pada semua waktu dan di mana pun berada, termasuk dalam keadaan-keadaan yang tidak layak bagi pelaksanaan sholat. Demikian kurang lebih isi perkataan seorang syaikh yang hadir dalam kegiatan penyuluhan. Semoga Allah memberi taufik kepada semua untuk melakukan apa yang Dia cintai dan ridhai.

الإجابــة:

Jawaban :

ج: ٨ و٩: الفرق بيننا وبين ما ذكرت عن الملاحدة عظيم فالمسلمون يعبدون الله وحده على ما جاء به كتابه العظيم القرآن ورسوله محمد صلى الله عليه وسلم الذي بعثه الله إلى الجن والإنس والعرب والعجم والرجال والنساء، وجعله خاتم الأنبياء عليه الصلاة والسلام، وأوجب على الثقلين اتباعه والتمسك بما جاء به صلى الله عليه وسلم، أما الملحدون فيتبعون أهواءهم وعقولهم، والعقول والأهواء لا تنجي أهلها من عذاب الله ولا ترشدهم إلى الأعمال والأقوال التي ترضي الله سبحانه وتعالى.

Jawaban untuk pertanyaan kedelapan dan kesembilan: Perbedaan antara kami dengan orang-orang yang Anda sebutkan dari kalangan orang-orang menyimpang tersebut sangat besar. Kaum Muslimin hanya menyembah Allah semata berdasarkan apa yang dibawa oleh Kitab-Nya yang agung, yaitu Al-Qur’an, dan Rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah mengutus beliau kepada jin dan manusia, bangsa Arab dan non-Arab, laki-laki dan perempuan, serta menjadikan beliau sebagai penutup para nabi. Allah mewajibkan kepada jin dan manusia untuk mengikuti beliau dan berpegang teguh kepada apa yang beliau bawa. Adapun orang-orang yang menyimpang tersebut mengikuti hawa nafsu dan akal mereka. Akal dan hawa nafsu tidak dapat menyelamatkan seseorang dari azab Allah dan tidak pula membimbingnya kepada perkataan serta perbuatan yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta‘ala.

وقد قال الله تعالى:

Allah Ta‘ala berfirman:

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ

“Siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya tanpa petunjuk dari Allah?”

وأما قولهم إن الأديان كلها من منبع واحد فهو باطل بل الإسلام الذي بعث الله به الرسل هو دين الحق ومنبعه من الله سبحانه الذي خلق من أجله الثقلين وأنزل به الكتب التي أعظمها القرآن الكريم وأرسل به الرسل الذين ختمهم بمحمد صلى الله عليه وسلم، وأما الأديان الأخرى فمنبعها آراء الناس وعقولهم وهي غير معصومة ولا يصح منها ولا يعتبر إلا ما وافق الشرع الذي جاءت به الرسل عليهم الصلاة والسلام.

Adapun perkataan mereka bahwa seluruh agama berasal dari satu sumber, maka itu adalah perkataan yang batil. Islam yang dengannya Allah mengutus para rasul adalah agama yang benar, dan sumbernya berasal dari Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Untuk tujuan beribadah kepada-Nya Dia menciptakan jin dan manusia, menurunkan kitab-kitab yang paling agung di antaranya adalah Al-Qur’an, serta mengutus para rasul yang ditutup dengan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Adapun agama-agama lainnya, sumbernya adalah pendapat dan akal manusia yang tidak terjaga dari kesalahan. Tidak ada sesuatu pun darinya yang dianggap benar kecuali yang sesuai dengan syariat yang dibawa oleh para rasul ‘alaihimush shalatu was salam.

وبعد بعث محمد صلى الله عليه وسلم لا يقبل من آراء الناس وعقولهم ولا ما في الكتب السابقة التي قبل القرآن إلا ما وافق شرعه عليه الصلاة والسلام.

Setelah diutusnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak diterima pendapat dan pemikiran manusia, demikian pula apa yang terdapat dalam kitab-kitab sebelum Al-Qur’an, kecuali yang sesuai dengan syariat beliau ‘alaihis shalatu was salam.

قال الله تعالى:

Allah Ta‘ala berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

“Katakanlah: Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.”

وقال تعالى:

Dan Allah Ta‘ala berfirman:

وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ فَاتَّبِعُوهُ وَاتَّقُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan ini adalah Kitab yang Kami turunkan, penuh berkah; maka ikutilah ia dan bertakwalah agar kalian mendapat rahmat.”

وقال سبحانه وتعالى في شأن نبيه محمد صلى الله عليه وسلم:

Allah Subhanahu wa Ta‘ala juga berfirman mengenai Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Maka demi Rabb-mu, mereka tidak beriman hingga menjadikan engkau sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak mendapati dalam diri mereka keberatan terhadap keputusanmu dan mereka menerimanya dengan sepenuhnya.”

وقال تعالى:

Dan Allah Ta‘ala berfirman:

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ ۝ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat itu bagi orang-orang yang bertakwa, menunaikan zakat, dan beriman kepada ayat-ayat Kami; yaitu orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi, yang mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka. Ia memerintahkan mereka kepada yang makruf, melarang mereka dari yang mungkar, menghalalkan bagi mereka segala yang baik, mengharamkan bagi mereka segala yang buruk, dan melepaskan dari mereka beban-beban serta belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang diturunkan bersamanya, merekalah orang-orang yang beruntung.”

ثم قال سبحانه:

Kemudian Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Katakanlah: Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah Rasul Allah kepada kalian semuanya, milik-Nya kerajaan langit dan bumi. Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Dia. Dia menghidupkan dan mematikan. Maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi, yang beriman kepada Allah dan kalimat-kalimat-Nya, dan ikutilah dia agar kalian mendapat petunjuk.”

والآيات في هذا المعنى كثيرة.

Ayat-ayat yang menjelaskan makna ini sangat banyak.

وفي الصحيحين عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: «والذي نفسي بيده لا يسمع بي أحد من هذه الأمة يهودي ولا نصراني ثم يموت ولم يؤمن بالذي أرسلت به إلا كان من أهل النار» والأحاديث في هذا المعنى كثيرة.

Dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim diriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak seorang pun dari umat ini, baik Yahudi maupun Nasrani, yang mendengar tentang diriku kemudian meninggal dalam keadaan tidak beriman kepada apa yang dengannya aku diutus, melainkan ia termasuk penghuni neraka.”

Dan hadits-hadits yang menerangkan makna ini sangat banyak.

فالواجب نصيحة هؤلاء الملاحدة ودعوتهم إلى الحق وتذكيرهم بغبة كفرهم وأن مصيرهم النار إن لم يؤمنوا بمحمد رسول الله صلى الله عليه وسلم ويتبعوا ما جاء به ولكم من الله الأجر العظيم وحسن العاقبة.

Karena itu, yang wajib adalah menasihati orang-orang tersebut, mengajak mereka kepada kebenaran, serta mengingatkan mereka tentang akibat kekafiran mereka dan bahwa tempat kembali mereka adalah neraka apabila mereka tidak beriman kepada Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak mengikuti apa yang beliau bawa. Semoga Allah memberikan kepada kalian pahala yang besar dan akhir yang baik.

أما زعم من ذكرت أنهم لا يقبلون إلا ما يقتضيه العقل فينبغي أن يبين لهم بلغتهم التي يفهمونها أن العقل غير معصوم وأن عقول الناس مختلفة فلهذا جاء شرع الله المطهر ليرد الاعتماد عليها وإنما يعتمد على ما دل عليه كتاب الله لكونه الحق الذي ليس بعده حق ولأنه أصدق من الله سبحانه ولأنه أعلم بأحوال عباده ثم ما صح عن رسول الله صلى الله عليه وسلم لأنه لا ينطق عن الهوى إن هو إلا وحي يوحى ولأن كتاب الله لا يأتيه الباطل من بين يديه ولا من خلفه.

Adapun anggapan bahwa orang-orang yang Anda sebutkan hanya menerima sesuatu yang dianggap sesuai dengan akal, maka hendaknya dijelaskan kepada mereka dengan bahasa yang mereka pahami bahwa akal tidaklah maksum dan bahwa akal manusia berbeda-beda.

Karena itulah syariat Allah yang suci datang agar manusia tidak semata-mata bergantung kepada akal, tetapi berpegang kepada apa yang ditunjukkan oleh Kitab Allah, karena ia adalah kebenaran yang tidak ada kebenaran setelahnya, karena tidak ada yang lebih benar perkataannya daripada Allah Subhanahu wa Ta‘ala, dan karena Dia lebih mengetahui keadaan hamba-hamba-Nya. Demikian pula berpegang kepada apa yang sahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebab beliau tidak berbicara menurut hawa nafsunya; yang beliau sampaikan hanyalah wahyu yang diwahyukan. Kitab Allah pun tidak didatangi kebatilan dari depan maupun dari belakangnya.

ولأن الرسول صلى الله عليه وسلم معصوم عن الخطأ في كل ما يبلغه عن الله سبحانه ولهذا أمر الله عز وجل في كتابه العظيم بالرجوع إلى حكمه عند الاختلاف، وإلى كتابه وسنة نبيه صلى الله عليه وسلم كما قال سبحانه:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga terjaga dari kesalahan dalam segala sesuatu yang beliau sampaikan dari Allah Subhanahu wa Ta‘ala. Karena itu, Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan dalam Kitab-Nya yang agung agar ketika terjadi perselisihan, manusia kembali kepada hukum-Nya, kepada Kitab-Nya, dan kepada Sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ

“Apa pun yang kalian perselisihkan, maka hukumnya dikembalikan kepada Allah.”

وقال عز وجل:

Dan Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah Rasul, dan ulil amri di antara kalian. Jika kalian berselisih tentang sesuatu, kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Yang demikian itu lebih baik dan lebih bagus akibatnya.”

ولم يأمر سبحانه ولا رسوله بالرجوع إلى العقول وتحكيمها وما ذلك إلا لعجزها عن حل المشكلات واختلافها ونسأل الله أن يوفق الجميع لما يرضيه وأن يعين الجميع للفقه في دينه والثبات عليه وترك ما خالفه إنه جواد كريم.

Allah Subhanahu wa Ta‘ala dan Rasul-Nya tidak memerintahkan manusia untuk kembali kepada akal dan menjadikannya sebagai hakim. Hal itu karena keterbatasan akal dalam menyelesaikan berbagai persoalan dan karena perbedaan yang terjadi di antara akal manusia.

Kami memohon kepada Allah agar memberikan taufik kepada semuanya menuju apa yang Dia ridhai, membantu semuanya untuk memahami agama-Nya, teguh di atasnya, dan meninggalkan segala sesuatu yang menyelisihinya. Sesungguhnya Dia Maha Pemurah lagi Mahamulia.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal Ifta’


عضو: عبد الله بن قعود
عضو: عبد الله بن غديان
الرئيس: عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Anggota: Syaikh ‘Abdullah bin Qu‘ud
Anggota: Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayyan
Ketua: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz

Sumber : Kitab Kompilasi Fatwa Lajnah Daaimah



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.