Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah [37] : Hukum Sholat di Belakang Imam Sufi yang Mengajarkan Tawassul dan Istighatsah kepada Selain Allah



فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء (٣٧)

Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal Ifta’ (37)

الاستغاثة بغير الله

Tauhid Uluhiyyah : Hukum Istighatsah kepada Para Nabi dan Wali serta Tawassul dengan Kedudukan Mereka

السؤال الخامس من الفتوى رقم ٥٥٥٣

Pertanyaan Kelima dari Fatwa Nomor 5553

Alih Bahasa : Reza Ervani bin Asmanu

Artikel Tauhid Uluhiyyah : Hukum Istighatsah kepada Para Nabi dan Wali serta Tawassul dengan Kedudukan Mereka ini masuk dalam Kategori Fatwa Lajnah Daimah Saudi Arabia

السؤال:

Pertanyaan:

الاستغاثة بالأنبياء والأولياء والصالحين في حياتهم وبعد مماتهم في كشف السوء، وجلب الخير والتوسل بهم أيضاً في الحالتين لقضاء الحوائج والمآرب أيجوز ذلك أم لا؟

Meminta pertolongan kepada para nabi, para wali, dan orang-orang shalih ketika mereka masih hidup maupun setelah mereka meninggal untuk menghilangkan keburukan dan mendatangkan kebaikan, serta bertawassul dengan mereka dalam kedua keadaan tersebut untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan keperluan, apakah hal itu diperbolehkan atau tidak?

الإجابــة:

Jawaban :

أما الاستغاثة بالأموات من الأنبياء وغيرهم فلا تجوز بل هي من الشرك الأكبر.

Adapun istighatsah kepada orang-orang yang telah meninggal, baik dari kalangan para nabi maupun selain mereka, maka hal itu tidak diperbolehkan. Bahkan, ia termasuk syirik akbar.

وأما الاستغاثة بالحي الحاضر والاستغاثة به فيما يقدر عليه فلا حرج لقول الله سبحانه في قصة موسى:

Adapun meminta pertolongan kepada orang hidup yang hadir dalam perkara yang mampu ia lakukan, maka tidak mengapa. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala dalam kisah Musa:

فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِنْ شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِ [القصص: ١٥]

“Maka orang yang berasal dari golongannya meminta pertolongan kepadanya untuk menghadapi orang yang berasal dari pihak musuhnya.” [Al-Qashash: 15]

أما التوسل بالأحياء أو الأموات من الأنبياء وغيرهم بذواتهم أو جاههم أو حقهم فلا يجوز بل هو من البدع ووسائل الشرك.

Adapun tawassul dengan orang-orang yang masih hidup maupun yang telah meninggal, baik dari kalangan para nabi maupun selain mereka, dengan dzat mereka, kedudukan mereka, atau hak mereka, maka hal itu tidak diperbolehkan. Bahkan, ia termasuk bid‘ah dan sarana-sarana menuju syirik.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah wal Ifta’


عضو: عبد الله بن قعود
عضو: عبد الله بن غديان
نائب رئيس اللجنة: عبد الرزاق عفيفي
الرئيس: عبد العزيز بن عبد الله بن باز

Anggota: Syaikh ‘Abdullah bin Qu‘ud
Anggota: Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayyan
Wakil Ketua Al-Lajnah: Syaikh ‘Abdur Razzaq ‘Afifi
Ketua: Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz

Sumber : Kitab Kompilasi Fatwa Lajnah Daaimah



Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.