Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 105
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 105 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Dalam hal membelanjakan tabungan sendiri, orang seperti Mbok Mun bisa menjual alat modalnya seperti sepeda, tekstil, perhiasan, atau mereka bisa hanya menggadaikannya saja. Sepintas lalu, menggadaikan sama seperti meminjam uang dan sepanjang ada bunga yang harus dibayar kepada pegadaian (yang dimiliki dan dijalankan oleh pemerin- tah), hal itu memang sama dengan meminjam. Akan tetapi, dari sudut pandang orang Jawa, barang-barang seperti sepeda, tekstil dan perhiasan emas (yang dijual oleh tukang emas Cina lengkap dengan tiket yang menyatakan berapa jumlah uang gadai yang akan dibayarnya apabila pembeli kembali dengan barang-barang itu) seringkali dilihat terutama sebagai sebuah klaim atas simpanan uang kontan, sebagaimana kita melihat kredit dalam buku bank. Karena orang mengetahui berapa banyak yang akan diperolehnya dengan menggadaikan barang-barang itu, maka tekstil yang mahal dan perhiasan nyaris hanya digunakan untuk maksud pencatatan kekayaan, hingga dalam kenyataan jarang sekali dipakai. Dalam kenyataannya, barang-barang itu pertama kali dibeli dengan maksud yang tegas bahwa si pembeli hendak menghimpun surplus yang bisa digadaikan untuk keperluan khitanan dan perkawinan anak-anaknya. Sapi, kambing, ayam dan sebagainya sering dibeli dengan maksud untuk dipelihara untuk kemudian dijual ketika tiba saatnya menyelenggarakan sebuah upacara: pegawai kecil di kota sering membeli sebidang tanah seluas seperempat hektar atau lebih di desa untuk disewakan dengan maksud yang sama. Dengan demikian, sedikit sekali tabungan orang Jawa yang berbentuk uang tunai atau rekening di bank: kebanyakan tabungan itu berbentuk barang. Salahsatu cara dimana uang tunai dapat ditabung dengan lebih langsung adalah melalui berbagai arisan, semacam perkumpulan koperasi tabungan yang jumlahnya bisa mencapai lusinan diseantero kota. Orang membentuk perkumpulan ini di antara teman- teman, tetangga, sesama anggota klub, rekan-rekan sekerja dan ini terdapat hampir di semua kelompok sosial. Setiap orang memasukkan uang, katakanlah, lima rupiah setiap minggu. (Di kalangan mereka yang kaya, kontribusi mingguan itu bisa mencapai Rp 50 per orang). Setiap minggu dilakukan undian dan pemenang akan memperoleh Rp 50 (kalau perkumpulan itu beranggotakan 10 orang, sebuah hal yang memang umum) dan uang itu sering digunakan untuk keperluan slametan. Sistem ini juga berlaku dalam perkumpulan pemakaman. Setiap orang memasukkan iuran sampai jumlah tertentu setiap bulan


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 105 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi