Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 122
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 122 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

baik kalau orang tidak ingin apa-apa lagi, seperti Tuhan. Ia tampaknya tidak bisa memahami (mboten masuk akal—secara harfiah berarti “tidak masuk akal”) kenapa hal ini tidak bisa saya terima sebagai dalil yang terang dan jelas. Ada tiga pengertian terpisah tentang kehidupan sesudah mati di Mojokuto, lagi-lagi sering dipegang secara bersamaan oleh individu yang sama. Yang pertama adalah versi Islam dari konsep balas jasa abadi, hukuman dan pahala di akhirat untuk dosa-dosa serta amal saleh yang bersangkutan. Kepercayaan ini tentu saja paling kuat di kalangan santri, seringkali—terutama di kelompok-kelompok yang lebih modern—lengkap dengan gagasan tentang neraka, pemeriksaan moral secara terus-menerus oleh Tuhan terhadap seseorang dan kedahsyatan Hari Kiamat (tetapi, tentu saja tak pernah ada dosa warisan, sebuah konsep yang jelas tidak ada dalam Islam). Seseorang menemukan kepercayaan itu di seantero masyarakat, sekalipun biasanya dimengerti secara agak kabur dan hanya setengah dipercaya di luar kalangan muslim yang kuat. Yang lebih populer di kalangan abangan adalah konsep sampurna, secara harfiah berarti “lengkap” atau “sempurna”, tetapi dalam konteks ini, memberikan indikasi bahwa kepribadian individu menghilang sepenuhnya setelah ia meninggal dan tak ada lagi yang tersisa kecuali debu. (Seperti kebanyakan orang di dunia ini, orang Jawa, sekalipun mereka sering menganggap orang mati sebagai roh-roh yang meng- ganggu mereka yang hidup dan menuntut untuk dipuja, mereka tak pernah memikirkan dengan sungguh-sungguh bagaimana rupanya roh itu dan tak pernah membayangkan diri mereka sendiri menjadi roh semacam itu. Seseorang kadang mendengar bahwa roh orang mati yang menyerang manusia adalah roh orang-orang yang selalu berbuat jahat di sepanjang hidupnya. Terkadang setan dan sebangsanya sebagian dianggap berasal dari sumber ini, sekalipun pendapat demikian sering ditolak secara tegas). Pandangan ketiga, yang dipegang secara sangat luas oleh semua orang kecuali orang santri yang menganggapnya sebagai bid'ah, adalah pengertian tentang reinkarnasi—bahwa ketika seseorang meninggal, tidak lama setelah itu, ji' kemudian lahir kembali. Cara yang biasa terjadi adalah ketika seorang perempuan hamil tiba-tiba mengidamkan makanan yang khas—


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 122 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi