Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 134
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 134 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

itu berakhir tidak lama setelah dimulai. Tak seorang pun yang saya ajak bicara dapat menyebut nama danyang desa atau menceritakan kepada saya siapa yang dimakamkan di makam utama di tengah pekuburan itu. Bersih desa, yang mulanya dirancang untuk mengintegrasikan rakyat yang kurang akrab satu dengan yang lain, kadang-kadang sulit melakukan fungsinya dalam konteks yang lebih bersifat kota, dimana kedekatan geografis kurang penting dibandingkan dengan komitmen ideologis dan perbedaan status sosial. Jadi di desa tersebut di atas, di mana danyang d€sa-nya minta supaya diadakan tayuban, hiburan itu diadakan dua kali: yang pertama sesudah zhuhur, yang hanya dihadiri oleh para petani, kuli serta jenis kelas rendah lainnya: yang kedua di malam hari, yang dihadiri oleh pejabat-pejabat pemerintah, pegawai, guru dan sebagainya. Bahkan upacara yang pernah saya catat untuk desa saya tampaknya melambangkan konflik maupun harmoni dengan kadar yang sama. 'Modin mengatakan bahwa maksud bersih desa adalah untuk membawa kesejahteraan kepada desa itu.... Ia mengatakan bahwa ada dua tafsiran tentang itu. Kalangan abangan menganggap bahwa persembahan itu adalah untuk sang danyang, tetapi ini salah dan merupakan dosa yang paling buruk yang bisa dilakukan orang. Wito menyampaikan tafsiran demikian dalam pidatonya di luar dan sang modin pasti sudah melarangnya apabila ia bisa, karena hal itu sama seperti menganggap adanya Tuhan kedua, dosa demikian tak bisa diampuni. Do'a ditujukan langsung kepada Tuhan, katanya. Slametan Selingan Apa yang saya sebut dengan slametan “selingan”, yakni slametan yang diadakan sekali-sekali untuk sebuah peristiwa atau maksud khusus yang biasanya tidak berulang kembali pada rangkaian jarak waktu tertentu, agak kurang umum di Mojokuto jika dibandingkan dengan slametan berkala yang digambarkan di atas dan hampir selalu merupakan urusan yang sederhana. Slametan pindah rumah, ganti nama, memulai perjalanan, mimpi buruk, menolak atau meminta hujan, ulang tahun klub-klub dan organisasi persaudaraan, slametan karena terkena tenung, untuk pengobatan serta slametan untuk anak tunggal—semua ini termasuk dalam kategori slametan selingan. Sebuah


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 134 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi