Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
meninggalkan perut dan sekarang berada di kerongkongan, berjuang untuk membebaskan diri: apabila itu berhasil, jika akhirnya nafasnya keluar, ayaknya akan meninggal. Lalu, seseorang yang tahan menghadapi halitu dan menyaksikan kejadian itu tepat pada waktunya akan mencoba menelan nafas itu, untuk menampung ilmu haji yang tua itu. Apa yang perlu dilakukannya adalah menanti dihembuskannya nafas terakhir (bisa diketahui dengan munculnya liur pada bibir, tetapi ilmu itu sendiri tidak memiliki bentuk serta tak bisa dilihat), lalu meletakkan bibirnya pada bibir orang yang sedang meninggal itu dan menangkap pengetahuan magisnya (kepinteran) ke dalam mulutnya kemudian menelannya. Orang tua itu rupanya memiliki banyak ilmu, sebagaimana bisa diduga dari betapa kayanya dia. 1a memperoleh kekuatan itu mulanya dari seorang kiai (guru dan orang yang terpelajar dalam Al Gur'an) di pesisir utara. Ia belajar di pesantren kiai itu ketika masih kanak-kanak. Kiai itu mengajarkan ilmu kepadanya, termasuk arti rahasia ayat-ayat Al Gur'an: kiai menuliskan ayat-ayat dan menerangkannya kepada anak muda itu serta berkata agar menghafalkan pengetahuan tersebut serta jangan pernah sekali-kali menuliskannya lagi. Rupanya hal ini berlangsung beberapa lama. Kemudian, haji itu pulang ke tempat asalnya, menjadi kaya, berumur panjang dan sebagainya—semuanya berkat ilmu-nya ini. Oleh sebab itu, rugi besar kalau sampai ilmu itu begitu saja lepas ke udara dan hilang. Karena itulah, Abdui, kakaknya, terus-menerus berada di samping tempat tidurnya selama dua atau tiga hari ini. Apa yang bisa dilakukan orang dengan ilmu-nya sedikit banyak bergantung kepada jenis ilmu itu sendiri. Beberapa ilmu sangat spesifik. Ada ilmu untuk membuat orang yang berada dalam rumah tertidur lelap saat mau dirampok, ada ilmu untuk menemukan barang-barang yang hilang (beberapa ilmu memungkinkan orang untuk menunjukkan di mana barang itu tepatnya: ilmu lain hanya memberitahukan di arah mana letak barang itu), ada ilmu untuk menjadi kaya, untuk melihat apa yang terjadi di tempat lain, ada pula ilmu untuk kekebalan badan. Ilmu yang terakhir ini sangat populer semasa revolusi. Pada waktu perang melawan Inggris di Surabaya, sekitar 100 pemuda yang maju ke medan tempur, pertama-tama diberi segelas teh yang telah dimantrai oleh salah seorang dukun terkemuka Mojokuto agar mereka jadi kebal. Ada juga ilmu untuk menunjukkan di mana sebaiknya menggali sumur agar airnya tidak kotor, ilmu untuk menunjukkan di mana sebaiknya membangun rumah agar penghuninya tidak sakit, ada pula ilmu untuk memikat pasangan orang lain. Malahan ada ilmu untuk meramalkan kejadian-kejadian dunia. Seorang peramal pernah meramalkan bahwa