Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
yang mudah terkena sihir adalah mereka yang lemah batinnya, tetapi siapapun dapat kemasukan angin atau panas hanya dengan duduk di tempat aliran angin, atau mengenakan pakaian yang masih basah. Analisis khusus ini hanyalah pendapat satu orang saja dan tidak bijak untuk menganggapnya sebagai definitif. Namun, kategori seperti “darah kotor”, “kurang darah”, “jiwa kosong” adalah hampir universal serta diberi tafsiran menurut susunan umum yang sama sebagaimana dikemukakan di atas, walaupun banyak orang akan berbeda pendapat tentang perinciannya dan rakyat jelata pada umumnya tak mempunyai teori di luar istilah-istilahnya sendiri, yang mereka terapkan kurang lebih secara serampangan. Dalam keadaan apa pun, menurut dukun itu, ada dua hal yang sangat penting bagi orang Jawa untuk menjaga kesehatan dan dalam hal ini saya kira dia akan memperoleh kesepakatan umum. Pertama, memperhatikan makanannya agar terjamin kebersihannya serta jangan terlampau “mengagetkan”. Kedua, melatih jiwa untuk memperoleh kekuatan batin. Berdasarkan halini, ia meneruskan pembicaraan untuk memperlihat- kan bahwa tidak ada dukun yang bisa mengobati penyakit “umum” ini (tentu saja ia bisa mengobati penyakit yang spesifik), tetapi sekadar meri- ngankannya, karena ia tidak menyentuh sebab yang pokok. Misalnya, kalau orang terkena ruam yang disebabkan oleh darah kotor, ilmu dukun itu bisa menghilangkannya, tetapi darahnya masih akan tetap kotor dan ruam itu mungkin bisa kambuh lagi atau orang terkena gejala sakit yang lain sebagai gantinya, yang juga disebabkan oleh darah kotor yang menjadi sebab pokoknya. Itulah kenapa seseorang menemukan mereka yang terkena ruam, sesudah sembuh oleh dukun, kemudian mendapat bisul. Bisulnya hilang dan mereka mendapatkan sakit kepala. Kalau yang ini sembuh, orang itu mendapat encok sebagai gantinya. Orang tidak bisa membersihkan darah kotor dengan mantera, katanya. Hanya meditasi si pasien dan diet yang hati-hati yang bisa menyembuhkanny: Namun, dengan sedih ia mengakui bahwa beberapa dukun mau berjanj apa saja kepada pasiennya. Dukun yang Kerasukan: Dukun Tiban Kalau dukun biasa dilindungi dari ambivalensi pandangan publik yang tak terhindarkan kepada tukang mengobati jiwa di setiap kebudayaan, oleh “kenormalan” perannya dalam masyarakat, oleh