Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
Suatu hal yang cukup menguntungkan. Sekitar awal bulan November 1953 (pada permulaan tahun Jawa, dalam bulan Sura), seorang penjual bawang di pasar kota yang dirundung kemelaratan (suaminya yang terjerat utang, tidak memiliki sebidang tanah pun dan harus mencari kerja sambilan di sawah mana saja yang bisa didapatkannya), kehilangan sebuah cincin. Ia mencari kian-kemari selama dua atau tiga hari tanpa hasil. Kemudian pada suatu malam, ia bermimpi melihat seberkas cahaya yang terang sekali memancar dari langit dan mengguncangkan atap rumah. Bata yang terkena pancaran cahaya itu pecah serta menganga dan ternyata berisi cincin yang hilang itu. Perempuan itu tahu—bagaimana bisa tahu, saya tak bisa menemukan sebabnya—bahwa kalau ia merendam cincin itu dalam ramuan obat yang dibuat di rumah, ia akan memiliki kemampuan untuk mengobati orang. Dalam satu minggu saja, kemasyhurannya telah menyebar ke seluruh wilayah Mojokuto, bahkan lebih jauh lagi (konon pasien pertamanya datang karena diperintahkan demikian dalam mimpi, dari jarak kurang lebih 100 kilometer). Setiap orang membicarakan dia—pen- dapat umum menganggap dia kemasukan makhluk halus jahat—serta kemampuannya menyembuhkan orang tuli, orang bisu dan orang buta secara ajaib. Seorang laki-laki yang sudah 15 tahun lamanya tak bisa membuka kepalan tangannya, sekarang bisa menggerakkannya secara normal setelah sekali diobati. Seorang lainnya disembuhkan dari buta, tetapi kemudian mengatakan sesuatu yang buruk tentang dukun itu, sehingga ia jadi buta kembali. Isteri seorang guru agama—ia sendiri seorang dukun, tetapi tidak manjur terhadap isterinya sendiri (dukun biasanya dianggap tidak mampu mengobati kerabat sendiri)—telah disembuhkan dari penyakit menahun. Benar-benar ratusan orang yang berduyun-duyun mengunjungi rumah dukun itu untuk memperoleh pengobatan, minggu demi minggu, sering dari tempat yang sangat jauh (kebanyakan pasien tampaknya datang dari daerah perkebunan lama di sebelah selatan dan timur Mojokuto). Keramaian itu berkurang sedikit demi sedikit hingga pada akhir Desember diberitakan orang bahwa ia telah kehilangan kemampuannya. Beberapa orang yang telah diobatinya mulai khawatir kalau-kalau itu berarti mereka harus jatuh sakit lagi. Pada masa kemampuannya sedang memuncak, dukun tiban itu menyelenggarakan sesi pengobatan massal hampir tiap sore di gubuk bambunya yang kecil. Tampaknya tak pernah kurang dari 10 orang