Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
menunggu sampai Riyaya (hari besar yang mengakhiri bulan puasa). Bagi kalangan abangan, kalau seseorang sedang makan dan ada orang di luar kelaparan, ia harus memberikan separuh makanannya. Naik Haji, katanya, tidak perlu, kalau itu berarti pergi ke Mekkah. Baginya, cukuplah kalau orang bepergian kian-kemari, bergaul dengan orang lain dan memperoleh pengalaman, orang bisa bepergian ke mana pun juga. Ia mengatakan bahwa para haji itu sebenarnya adalah korban konspirasi kolonialis. Mekkah dimiliki oleh Inggris dan Belanda, yang berada di bawah kekuasaan Inggris, yang menipu orang Jawa agar pergi kesana dan menghamburkan uang mereka. Bagi orang Jawa “asli", yang penting adalah cara orang bertingkahlaku. Kenyataan bahwa seseorang telah pergi ke Mekkah saja tidak membuat seseorang berhak atas sebuah kehormatan khusus. Ia bisa saja berlaku buruk seperti sebelumnya. “Kenyataannya”, katanya, “untuk menjadi haji diperlukan banyak uang bukan? Jadi mereka ini kebanyakan memang kaya, yang menunjukkan bahwa mereka ini lebih curang dari orang-orang lain”. Menurut dia, “Beberapa haji masuk Permai, tetapi mereka harus membuka sorban dan menjadi orang Jawa kembali. Mengenai kalimat syahadat, kalangan Permai mempunyai sumpah rahasia sendiri”. Untukikut dalam organisasi itu, orang harus mengucapkan sumpah rahasia, yang diresmikan dengan minum secangkir kopi di depan anggota-anggota lainnya. Kabarnya kalau seorang anggota membuka rahasia organisasi, ia akan jatuh sakit, mati atau gila. Seorang anggota juga belajar mantera rahasia, dibisikkan kepadanya sebagai anggota baru enam bulan sesudah pelantikannya di malam buta. Mantera itu jika diucapkan tanpa suara pada air teh bisa menyembuhkan penyakit. Di sini jelas dasar kemampuan mengobati telah dipindahkan dari disiplin spiritual individual kepada keanggotaan dalam organisasi yang dilambangkan oleh satu mantera rahasia itu. Kemampuan mengobati dianggap universal pada semua anggota dan saya tahu sendiri beberapa kasus dimana anggota-anggota Permai, yang tanpa keanggotaannya sebenarnya bukan dukun, berusaha sungguh-sungguh mengobati penyakit-penyakit berat dengan metode mantera rahasia itu. Selain mantera ini, ada juga beberapa buku yang kebanyakan ditulis oleh pendiri gerakan ini dengan daftar keterangan yang menguraikan pentingnya arti esoterik dari istilah-istilah pokok dalam teks—“tidak seperti Al Gur'an, yang maknanya persis sama dengan perkataan yang ada”. Dengan demikian, isi doktrin itu dinyatakan dalam pamflet rahasia ini, yang kalau tidak begitu, secara terang-terangan