Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 191
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 191 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

bentuk yang sudah diterjemahkan oleh mereka yang datang setelahnya. Para pengikutnya sekarang tidak lagi hidup dalam gilang-gemilangnya inovasi keagamaan seperti dulu, tetapi lebih pada sinar ortodoksi doktrinal yang agak suram: karena, sebagaimana juga dalam agama Kristen, sejumlah besar doktor terpelajar—kaum Ulama (“mereka yang mengetahui”)—mengerubungi inti asli Islam dan menyelimutinya dengan konstruksi doktrin serta hukum, penafsiran dan kodifikasi yang disusun rapi. Inti Islam terletak dalam Al Gur'an dan Hadis, karena Al Gur'an merupakan himpunan firman Allah yang diucapkan oleh Muhammad antara tahun 610-622 Masehi, sedangkan Hadis merupakan kumpulan kisah-kisah pendek (masing-masing disebut sebuah Hadis) yang diceritakan oleh orang-orang yang mengenal Nabi secara pribadi semasa hidupnya dan menggambarkan beberapa perbuatan serta ucapan Nabi yang kemudian diturunkan dari abad ke abad untuk digunakan sebagai pedoman. Dengan mengambil Al Gur'an dan Hadis sebagaimana adanya, para Ulama menyusun Syari'at di atas dua dasar itu. Syari'at adalah hukum Islam, sebuah kodifikasi perundang-undangan yang rumit, meliputi hampir setiap bidang kehidupan sosial, tetapi dengan titikberat khusus pada urusan-urusan domestik. Untuk umat Islam, hal itu berlaku sebagai hukum, sebagaimana hukum Yahudi berlaku bagi orang Yahudi, pengganti organisasi resmi gereja yang tidak mampu atau tidak mau mereka dirikan. Tanpa pendeta dan paus, kaum Ulama, sebuah kelas ahli yang bertugas menafsirkan Al Gur'an serta Hadis, menjadi hati dan jiwa ortodoksi Islam. Ahli hukum yang sekaligus juga guru telah menggariskan bentuk dan menentukan banyak isi dari Islam. Aneka ragam penafsiran hukum atas Al Gur'an dan Hadis akhirnya mengalami kristalisasi menjadi empat mazhab ortodoks, yang kesemuanya dianggap sama-sama sah dan suci. Sesudah abad Islam yang kedua dan ketiga, hukum itu tidak boleh diperluas lagi. Pintu “ijtihad” (penafsiran individual atas Al Gur'an serta Hadis) ditutup dan selanjutnya tak seorang sarjana.pun, betapapun terkemukanya, dapat memenuhi syarat sebagai peramus hukum yang sah. Batang tubuh Islam ortodoks (disebut Islam Sunni dari perkataan Arab sunnah, “adat kebiasaan”), yang terdiri atas isi Al Gur'an, Hadis dan Syari'at, telah menjadi tetap sejak abad ke-10 Masehi. Islam berarti “pasrah”. Ucapan kesaksian iman umat Islam yang terkenal sedunia—“Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 191 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi