Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
upacara publik atau upacara supra-rumahtangga yang dapat ditemukan orang dalam sistem abangan, tak lain adalah penggabungan sumbangan dari berbagai slametan terpisah yang dilakukan oleh rumahtangga- rumahtangga desa itu dan bukan sebuah upacara untuk desa itu secara keseluruhan. Hidangannya merupakan penganan dari berbagai dapur yang dijadikan satu, bukan hidangan dari satu dapur yang lantas dibagi- bagi. Kecuali keharusan untuk datang dengan membawa penganan, sedikit sekali yang harus dilakukan oleh para peserta. Jenis upacara keagamaan yang besar-besaran yang dilaksanakan oleh klub-klub, kelompok-kelompok persaudaraan atau perkumpulan-perkumpulan khusus yang biasa ditemui orang, katakanlah, di Melanesia, di beberapa bagian Afrika, atau di kalangan suku Pueblo di Amerika, sangat asing bagi tradisi orang Jawa. Tidak satu pun dalam kehidupan keagamaan abangan, bahkan dalam arti yang paling jauh sekalipun, yang dapat disebut sebagai gereja atau organisasi keagamaan, kecuali Permai yang benar-benar merupakan pertumbuhan mutakhir dan sangat diwarnai oleh politik. Candi peribadatan pun tidak ada. Petani Jawa, yang seringkali dianggap sebagai sesuatu yang tak berarti dan tak berciri, yang terserap habis dalam keseluruhan sosialnya, sebetulnya menjauhkan diri daripadanya, menyimpan gagasan-gagasannya hanya untuk dirinya sendiri dan hanya bersedia memberikan kepada yang lain jika dijamin oleh tradisi akan diberi imbalannya oleh yang lain itu: dan agamanya menunjukkan hal itu. Pada hakikatnya, tidak ada komunitas keagamaan yang organis di kalangan abangan: di Mojokuto dewasa ini, setidaknya hanya ada serangkaian rumahtangga terpisah yang dikaitkan antara satu dengan yang lain seperti banyak biara tanpa jendela dan keharmonisan mereka ditetapkan terlebih dahulu oleh keta'atan mereka bersama kepada sebuah tradisi tunggal. Untuk kalangan santri, rasa sebagai satu komunitas (umat) adalah yang terutama. Islam dilihat sebagai serangkaian lingkaran sosial yang konsentris, komunitas yang semakin lama semakin lebar—Mojokuto, Jawa, Indonesia, seluruh dunia Islam—yang terbentang dari tempat berdiri seorang individu santri: sebuah komunitas besar orang-orang yang beriman, yang senantiasa mengulang pengucapan nama Nabi, melakukan sembahyang dan membaca Al Gur'an. Usman (seorang guru mengaji Al Gur'an setempat, berbicara kepada sekitar 20 petani yang kebanyakan buta huruf pada peringatan Maulud