Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 208
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 208 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

negara, hingga masa sesudah perang, ketika pertimbangan partai politik menyebabkan mereka diganti. Mereka kaya raya (mereka memiliki separuh wilayah kauman sebelah timur: sedang Haji Hanawi, seorang asli Bawean, yang terkaya di antara para pedagang keliling, memiliki separuhnya lagi di sebelah barat), cukup terpelajar (penghulu Mojokuto yang terakhir dalam garis ini adalah satu-satunya orang Jawa bukan priyayi yang diperbolehkan masuk sekolah dasar untuk anak-anak Belanda yang terdapat di Mojokuto pada masa kolonial) dan secara politis berpengaruh di seluruh daerah itu. Keluarga ini berada di puncak piramida sosial dari umat di Mojokuto pada tahun-tahun sebelum perang dan dengan demikian, ia merupakan arena utama tempat pertempuran modernis-konservatif berlangsung. Tiga kelompok ini—petani santri yang tinggal di desa, pedagang kecil yang bermukim di kota dan keluarga penghulu, semacam aristokrasi santri kalau itu bukan kontradiksi dalam istilah—adalah titik-titik tetap di sekitar mana umat Mojokuto mengalami kristalisasi. Untuk sebagian besar, mereka merupakan umat borjuis, karena para petani santri cenderung lebih kaya daripada petani abangan, meskipun jumlah yang pertama jauh lebih kecil dari jumlah golongan kedua. Begitu pula, karena keluarga penghulu, walaupun dimuliakan, tidak pernah bisa mendapatkan status priyayi, sebab walau bagaimanapun mereka adalah seorang santri. Juga karena tentu saja, para pedagang mewakili usaha-usaha terbaik orang Jawa untuk merebut setidaknya sebagian perdagangan eceran antarkota dari tangan Cina, sebuah usaha yang belum banyak berhasil. Hal itu merupakan pertumbuhan bersama yang lambat dari petani penggarap yang baru di satu sisi dan bibit kelas menengah di sisi lain. Sebagian besar berada di bawah kepemimpinan kelompok penghulu, yang telah memberi isi kepada gerakan pembaruan dankontra-pembaruan Islam di Mojokuto. Adalah perbedaan-perbedaan sosial antar-kelompok ini yang menyebabkan munculnya konflik-konflik dan adalah kesamaan-kesamaan keagamaannya yang membuat konflik- konflik itu teratasi, sepanjang hal itu pernah teratasi. Lahirnya Modernisme: 1910-1940 Dari sisi pedesaan, lembaga Islam yang penting sekali adalah naik haji dan sekolah agama. Seseorang bekerja keras, menabung uangnya dan kalau seorang calo tiket yang tidak jujur tidak menipunya,


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 208 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi