Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 220
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 220 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Proses rekonsiliasi itu terdiri atas, di pihak konservatif, penerimaan secara pelan-pelan beberapa inovasi modernis dalam organisasi (dimana pembentukan Nahdatul Ulama di tahun 1925 merupakan salahsatu contoh pertama) dan pada pihak modernis, ditinggalkannya upaya apa saja yang intensif untuk memaksakan tafsiran baru atas detail- detail keagamaan kepada umat. Nahdatul Ulama mulai membangun sekolah-sekolah dengan setidaknya separuh kurikulumnya bersifat sekuler (atau pemberian beberapa pelajaran bukan agama di pondok- pondok), mengadakan pertemuan-pertemuan do'a mereka sendiri, mendirikan anak organisasi perempuan, memulai gerakan kepanduan dan sebagainya. Dalam arti ini, kaum modernis menang. Namun di sisi lain, barangkali dalam arti yang lebih fundamental, mereka kalah, karena mereka kehilangan atau berhenti menyerukan semangat reformasi Islamjustru pada titik—demikian kelihatannya bagi seorang luar—ketika hal itu baru mulai mencapai beberapa konklusi yang menarik. Abduh disisihkan ke pinggir dan dianggap terlampau radikal untuk penggunaan sehari-hari. Percobaan sungguh-sungguh untuk memikirkan kembali masalah-masalah Islam dihindari. Pasalnya, percobaan itu dianggap tak mungkin mencapai penyelesaian yang bisa diterima untuk semua keadaan. Pembahasan detail-detail kepercayaan serta praktik agama juga dihindari karena dianggap hanya menghasilkan perdebatan yang tak berguna. “Jangan perdebatkan perbedaan penafsiran tentang Islam,” kata pemimpin partai politik modernis di Mojokuto kepada sekelompok pemuda Islam di suatu pertemuan pada 1954, dimana saya ikut hadir, “halitu hanya akan mengarah pada retaknya persaudaraan”. Alasan untuk kompromi ini banyak. Depresi ekonomi memukul kelas menengah usahawan santri yang sedang naik yang merupakan pendukung utama dan sumber semangat modernisme, sama kerasnya dengan kelompok lain, menyapu banyak orang, mendorong yang lain ke kota-kota besar dan merampas banyak daya hidup serta semua optimisme kelompok lain. Di pedesaan, para kiai dan petani pengikutnya mulai makin banyak berhubungan dengan dunia modern begitu alat- alat komunikasi dan transportasi yang baru berlipat ganda, sedangkan di saat yang sama, beberapa anak laki-laki mereka pindah ke kota untuk jadi pedagang dan beberapa anak perempuan mereka menikah dengan kelompok santri kota, yang menyebabkan makin dekatnya dua kelompok itu. (Namun hanya ada satu perkawinan antara orang


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 220 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi