Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
dengan berbagai cabang setempat dari partai-partai itu di setiap desa yang kebanyakan nyaris tidak memili pun. Dewan pimpinan kedua partai, bertempat di kota Mojokuto (Salahsatu pengecualian yang menonjol adalah anak Nazir, yang menjadi anggota dewan pimpinan, tetapi tinggal di desa di pinggir kota itu), senantiasa menjaga hubungan dengan massa pengikutnya, yakni penduduk 17 desa di sekitarnya, dengan berbagai cara. Kontak dilakukan dengan mengadakan rapat kerja teratur antara dewan pimpinan sebagai sebuah kelompok dengan para pimpinan cabang tiap desa sekitar sebulan atau dua bulan sekali. Dalam rapat itu strategi partai direncanakan, umumnya oleh dewan pimpinan, tetapi setidaknya dengan sepengetahuan pemimpin-pemimpin setempat. Anggota dewan pimpinan biasanya berkeliling ke desa-desa untuk berpidato dalam rapat cabang setempat mengenai masalah-masalah politik nasional. Pengajian mingguan yang teratur (terpisah untuk masing- masing jenis kelamin) diadakan, dimana ahli-ahli agama dari masing- masing partai, tetapi tidak selalu anggota dewan pimpinan, berpidato tentang Islam. Isi pidato biasanya adalah mengenai penerapannya dalam masyarakat dan isi etikanya. Di beberapa desa, pengajian ini (disebut pengaosan, yang Secara harfiah berarti “pembacaan Al Gur'an”: tetapi hanya sedikit pembacaan Al Gur'an yang dilakukan sekarang, kecuali sekitar lima menit yang dilakukan pada saat pembukaan pertemuan) merupakan urusan bersama NU serta Masyumi dan karenanya, sedikit banyak tidak memihak. Tiap anggota diberi kesempatan berbicara tentang agama secara bergiliran. Bahkan kalau kedua partai mengadakan pengaosan sendiri-sendiri, saya pernah melihat pembicara dari partai satunya lagi diundang. Metode penting lain yang digunakan oleh dewan pimpinan yang berpusat di kota untuk berkomunikasi dengan pengikut di desa adalah rapat massa, dimana pembicara dari hirarki partai yang lebih tinggi bersama-sama dengan pemimpin setempat di Mojokuto berpidato mengenai masalah-masalah sosial dan politik. Rapat-rapat umum i biasanya diadakan di Mojokuto. (NU terkadang mengadakannya di desa- desa, tetapi lokasi kota yang sentral dan pandangan petani terhadapnya sebagai pusat ekonomi, pemerintahan serta pendidikan, membuatnya lebih cocok untuk “peristiwa besar' seperti itu). Rapat itu diadakan baik di masjid ataupun di balaikota dan biasanya diatur di hari-hari besar