Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 264
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 264 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

STII di Mojokuto adalah contoh paling mengesankan. Semula, organisasi itu berurusan dengan pengadaan gudang simpanan (lumbung) padi petani agar mereka bisa menghindari fluktuasi harga dan pemberian pinjaman kepada petani untuk usaha pertanian kecil- kecilan. Dengan program ini serta bantuan STII, Rusman, ketua yang disebut di atas, berhasil mendirikan pabrik penggilingan beras berukuran besar yang menggunakan mesin, sehingga tampak bisa memberikan jasa penggilingan murah kepada para petani dan membentuk modal bagi organisasi. Namun, penggilingan itu semakin menyerap tenaga pimpinan teknis organisasi sehingga unit-unit lokal STII terabaikan dan mati. Sekarang STII kurang lebih terdiri atas pabrik penggilingan beras itu (mereka juga masih memiliki kebun tebu di dekat pabrik) yang memang terbukti berjalan lancar dan menguntungkan, tetapi pada umumnya, susah dibedakan dari penggilingan beras milik swasta lainnya di mata para petani Masyumi. Pendeknya, di Mojokuto dan sekitarnya, organisasi itu sudah beku pada saat itu. buruh perkebunan dan kota dimana organisasi seperti itu diharapkan akan mempunyai pengaruh, ternyata sebagian besar adalah abangan dan beraliran kiri. Karena kaum santri sebagian besar merupakan “kelas menengah” dan secara politis beraliran kanan, maka sebuah organisasi buruh Islam akan memiliki masalah yang sama dengan serikat buruh yang didukung Partai Republik di Amerika Serikat. Sarekat Buruh Islam Indonesia (SBII, serikat buruh Masyumi), memang aktif di wilayah- wilayah yang berdekatan dengan Mojokuto, tetapi di Mojokuto sendiri tidak ada. Ada satu serikat buruh, Sarekat Buruh Indonesia (SBI), yang tidak berafiliasi dengan organisasi lain di Indonesia dan meskipun tidak memiliki hubungan formal dengan Masyumi, tetapi dipimpin oleh seorang cendekiawan Masyumi. Sebagai semacam “organisasi front Islam” yang dimaksudkan untuk meredam antagonisme kaum buruh terhadap Islam pada umumnya dan Masyumi pada khususnya, SBI merupakan produk dari serangkaian keadaan yang unik. Dengan demikian, SBI tidak terkait dengan segala aspek lain dari kegiatan Masyumi di Mojokuto, sehingga rasanya tak perlu dikemukakan di sini, kecuali catatan tentang keberhasilannya yang tampaknya disebabkan oleh terpisahnya organisasi itu dari kecenderungan sentralisasi yang terdapat dalam kepemimpinan Masyumi. (Pemimpinnya adalah satu-


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 264 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi