Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 279
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 279 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

sedangkan orang kaya harus bertanggungjawab lebih dari itu—untuk anak-anak miskin misalnya dan orang yang benar-benar melarat, yang menerima sokongan untuk memelihara keluarganya. Bahwa pola tanggungjawab berdasarkan kekayaan (noblesses oblige) ini berjalan dengan sempurna patut diragukan karena informan yang sama segera saja mengeluh tentang bagaimana kiai biasa menggelapkan zakat. Namun, integrasi peran dalam umat di pedesaan tampaknya memang cukup mantap dan sampai tingkat tertentu masih demikian halnya. Tarekat: Mistisisme Islam Tradisional Mistisisme, fenomena lain kehidupan keagamaan pedesaan, melampaui garis yang memisahkan para magang yang belum menikah dengan santri ahli yang sudah menikah dan menghimpun orang- orang dewasa, khususnya yang sudah tua, kembali ke pondok dengan jenis yang agak khusus. Mistisisme, di bawah panji-panji sufisme, tentu saja tersebar luas di Mekkah sampai kaum pembaharu Wahhabi mengenyahkannya pada 1920-an. Untuk kebanyakan jama'ah haji dari Jawa yang dibesarkan dalam sebuah masyarakat dimana mistisisme selalu menjadi tema khasnya, praktik ekstase kaum sufi segera saja menarik perhatian. Di pondok-pondok sering terdapat perkumpulan mistik rahasia, persaudaraan esoterik dimana hanya minoritas kecil santri ikut serta, tetapi yang memiliki kekuasaan informal yang penting dalam pondok, seperti klub-klub eksklusif yang biasa ada di universitas. Dibumbui dengan ujian kekuatan, melukai tubuh dan puasa yang berke- panjangan, sekte dalam sekte ini intensitasnya tentu sudah hampir sama dengan beberapa perkumpulan mistik Arab di Timur Tengah dan Afrika Utara. Akan tetapi, karena mereka sekarang sudah musnah dan tertutup, maka sulit untuk mengetahui terlalu banyak tentang mereka. Adajuga beberapa praktik mistik di langgar-langgar, orang-orang yang menghitung tasbihnya selama berjam-jam. Namun, bentuk utama mistisisme yang mungkin adalah persaudaraan orang-orang tua yang berkerumun di sekitar seorang kiai yang ahli dalam ilmu itu menjadi semacam pondok bagi orang-orang yang sudah berumur. Walaupun, seringjuga “santri"-nya pulang ke rumah di sela-sela jam pelajaran dan beberapa orang yang lebih muda juga ikut serta.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 279 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi