Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 286
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 286 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

duduk di Dewan Pimpinan NU). Akan tetapi, ia sangat kolot dan karena itu, kehilangan pengaruh: pondok-nya tidak berjalan dengan baik: ia tidak tahu lagi masa depan pondok-nya. Masalahnya, ia berpegang mati-matian kepada cara lama—membaca serta menirukan—dan tidak mengajar apa-apa, sementara anak-anak muda sekarang ini tidak mau lagi menerima cara demikian. Anda harus memakai pola sekolah sekarang ini, Setidaknya dalam beberapa hal. Bahkan pemuda konservatif tak mau lagi menerima pola pondok yang lama dalam bentuk murninya, sehingga kiai Khotib mulai kehilangan pengaruh, walaupun ia sangat pintar”. Zakir mengatakan bahwa ia sudah beberapa kali memberitahu Khotib tentang hal ini, tetapi Khotib tetap ingin berpegang teguh pada pola lama. Kebanyakan kiai memiliki cukup kontak dengan kenyataan Jawa modern yang berubah untuk paling sedikit mengizinkan pengajaran menurut model yang agak menyerupai sekolah walaupun bahkan sekolah-sekolah itu agak tidak sempurna dan tidak teratur dalam orga- nisasinya. (Informan itu menceritakan pengalamannya selama empat tahun tinggal di sebuah pondok besar di distrik sebelah selatan Mojokuto, tetapi polanya sama dengan pondok yang besar di Mojokuto). Di samping pengajian, ada sekolah agama yang teratur, dimana hanya pelajaran agama diberikan, dengan santri-santri yang lebih tua sebagai pengajar. Orang boleh memilih apakah mau ikut masuk sekolah atau sekadar mengaji, tetapi sekali ia sudah masuk sekolah, ia diharapkan akan terus mengikutinya atau keluar samasekali, tidak keluar-masuk sebagaima- na halnya dalam pengajian. Bagi mereka yang mengikuti sekolah, ada diskusi tiap malam tentang pelajaran sebelumnya dan mengenai mata pelajaran yang hendak diajarkan besok paginya. Misalnya, kalau besok mata pelajaran agamanya adalah mengenai tauhid dan figh, orang akan memperbincangkan bagian terakhir dari tiap mata pelajaran itu untuk meluruskan kembali pelajaran yang telah diperoleh sebelumnya. Masalah-masalah yang tidak bisa dipecahkan oleh para murid sendiri (guru yang lebih tua tidak hadir dalam pertemuan demikian) akan ditanyakan kepada guru besok paginya. Sekolah itu berjalan dengan jadwal yang tidak teratur, informasi tentang waktu pelajaran hanya disebarkan dari mulut ke mulut, katakanlah, sehari sebelumnya, kalau akan ada pelajaran di sekolah. Di samping pundok (mengaji) dan sekolah (semuanya pelajaran agama), ada juga beherapa pelajaran umum yang diberikan oleh guru-guru yang dipilih dari para santri maupun orang luar yang memiliki keahlian khusus. Pelajaran yang diberikan ketika ia di sana adalah kewarganegaraan, bahasa Inggris, psikologi, pendi dan berhitung. Untuk mengikuti semua pelajaran ini, orang harus


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 286 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi