Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
gila? Mengapa kau ceritakan ini kepadaku? Kau harus merahasiakannya sendiri”. Maksudnya, orang tak boleh menyebarkan rahasianya sendiri maupun rahasia orang laini kalau orang akan melakukan suatu kesalahan, orang harus diam-diam saja. Hal lain yang tak boleh dilakukan adalah menakut-nakuti atau mengejutkan orang—misalnya, mengejutkan orang pada malam hari dengan mengenakan topeng. Guru etika juga mengajarkan agar orang yang memiliki pangan berlebihan harus membaginya kepada mereka yang kekurangan. Mata pelajaran sekuler yang diajarkan adalah ilmu ukur, aljabar, bahasa Inggris, bahasa Indonesia, pedagogi, pendidikan jasmani, pengetahuan umum, akuntansi dan ilmu bumi. Anggaran keseluruhan untuk sekolah itu adalah sekitar Rp 150 sebulan, dimana Rp 100 merupakan sumbangan dari Dewan Pimpinan NU dan sisanya berasal dari uang sekolah para siswa yang sangat kecil. (Resminya uang sekolah ditetapkan Rp 10,00 sebulan, tetapi karena tak seorang murid pun yang membayar, maka dalam praktik mereka hanya membayar Rp 2,50). Seluruh anggaran digunakan untuk membayar gaji dua orang guru itu: kebutuhan lain—bangku, papan tulis dan persediaan lain—dipenuhi oleh sumbangan tak tetap dari anggota-anggota NU. (Bangunan dan tanahnya disumbangkan kepada NU oleh dua orang haji kaya sebelum perang, yang digunakan untuk madrasah NU yang pertama di kecamatan itu). Gaji Rp 75 sebulan tidak mencukupi untuk nafkah hidup, tetapi kedua guru itu adalah petani yang memiliki sedikit tanah dan makan siang mereka setiap hari ditanggung oleh Ketua Dewan Sekolah, seorang pengusaha rokok yang cukup kaya. Sesekali saya mengikuti pelajaran sekolah ini dan kutipan dari catatan saya berikut ini akan memberikan gambaran bagaimana kiranya madrasah itu. Saya menjumpai Kholip, guru “pengetahuan umum”" pada mualimin NU dan menyertai dia duduk di kelas.... Ada 20 orang murid yang hadir, kebanyakan berumur antara 18—20 tahun, beberapa barangkali lebih muda lagi. Karena hanya dua atau tiga orang yang memiliki buku (yang harganya antara lima sampai delapan rupiah per satu buah dan susah didapat). Kholip menggunakan jam pertama untuk menulis teks dari buku pelajaran kata demi kata di papan tulis dan para murid menyalinnya. (Mata pelajarannya adalah ilmu tumbuh-tumbuhan). Nyata sekali ia bosan dengan hal ini, maka pada jam kedua, ia membaca kata demi kata perlahan-lahan, sehingga mereka bisa menyalin dari diktenya, isi buku tentang ilmu hewan (ia sudah membaca sampai halaman 7