Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
orang yang menaruh anak-anaknya di situ adalah bahwa mereka akan belajar di sekolah Muhammadiyah dan mereka tidak mau mundur dari situ. Akan tetapi, mereka juga tidak mau beberapa anak dari luar ikut menderita demi kebaikan anak-anak yang berasal dari panti asuhan ini.... Begitu pula, tidaklah mungkin menemukan tempat untuk mereka semua di sekolah negeri. Sesungguhnya, mudah untuk memasukkan mereka ke BPPI, tetapi ini berarti pelanggaran atas prinsip mereka karena perbedaan “ideologi" (tujuan), yakni terlalu banyak agama: Muhammadiyah menekankan pendidikan umum, berbeda dengan NU dan PSII yang menekankan agama. Akhirnya, mereka memutuskan untuk tetap meneruskan sekolah itu dan membagi rata guru-gurunya. Muhammadiyah juga mengelola sebuah taman kanak-kanak untuk anak belum sekolah yang menurut penilaian saya, hampir tak mempunyai karakter keagamaan samasekali. Taman kanak-kanak ini diikuti oleh anak-anak santri dan bukan santri. Selain itu, Muhammadiyah juga mengelola sebuah sekolah yang betul-betul untuk pengajaran agama, diniah, dengan 80 murid yang semuanya perempuan dan tiga orang guru. Saya bertanya apa yang diajarkan di diniah dan dia (seorang guru di situ) menjawab, khusus agama...karena anak-anak sudah mendapatkan “pelajaran umum” di sekolah Muhammadiyah waktu pagi.... Pelajaran agama telah disusunkan untuknya dalam sebuah buku kecil yang diterbitkan oleh Dewan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta. Aspek-aspek keagamaan yang diajarkan adalah akhlak, figh, hadis dan Al Gur'an. Muhammadiyah menekankan ajarannya pada Al Gur'an agar murid-murid memahami apa yang mereka baca. Bisa membaca 'dan memahami beberapa halaman lebih baik daripada dapat membaca seluruhnya, tetapi tanpa memahami isinya. Inilah perbedaan yang besar antara Muhammadiyah dengan golongan lain.... Akan tetapi, sekolah lanjutanlah yang dianggap sebagai jantung program Muhammadiyah. Sekolah Menengah Bawah Muhammadiyah sebanding dengan sekolah menengah pertama Amerika, terdiri atas kelas tujuh, delapan dan sembilan. Materi pelajarannya juga sama dengan yang diajarkan di sekolah menengah pertama kita. Ringkasan pembagian 232 jam pada jadwal pelajaran mingguan yang dibuat oleh sembilan guru (dua di antaranya perempuan), memberikan gambaran mengenai ciri kurikulumnya dan menjadi indikasi yang bagus dari keseluruhan kebijakan pendidikan yang diselenggarakan Muhammadiyah: