Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 302
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 302 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

Suryo (suaminya) tidak setuju samasekali kalau mereka diajar agama. Menurut suaminya, mereka harus dibiarkan menemukannya sendiri. Katanya, dia hanya mendiamkan saja persoalan itu. Catatan: " Jadi,istilah santri mempunyai arti luas dan sempit. Dalam arti sempitnya, santri adalah “seorang murid dalam sebuah sekolah agama yang disebut pondok atau pesantren”. Kata pesantren itu sendiri diambil dari akar kata santri, sehingga secara harfiah berarti “tempat untuk para santri”. Dalam arti luas dan lebih umum, istilah santri merujuk kepada bagian penduduk Jawa yang memeluk Islam secara benar-benar bersembahyang, pergi ke masjid pada hari Jum'at dan 'Sseterusnya. “ Pondok biasanya dinyatakan sebagai “milik Tuhan” menurut hukum Islam tentang wakaf. 3 Bahwa kebanyakan jama'ah haji sebenarnya memperoleh pengertian tentang ortodoksi dari pengalaman mereka di pondok-pondok Jawa dan pengalaman masa kanak-kanak mereka di sekitar langgar di Jawa, sementara di Mekkah hanya berlaku sebagai seorang turis dan tidak sebagai pelajar dan bahwa kebanyakan jama'ah haji kembali sebagai haji saja dan tidak menjadi kiai—memperoleh kehormatan semata-mata karena sudah pergi haji, tetapi bukan karena ilmu dan pengetahuan mereka tentang agama—memang benar, tetapi ada juga yang melakukan lebih dari itu. « Kaum perempuan, sekalipun tidak memakai cadar dan tidak dipisahkan, adalah peserta marjinal dalam kehidupan beragama: mereka hanya melakukan shalat, mengenakan kerudung di luar dan mengikuti tuntunan suami dalam beragama. 3 Harus diingat bahwa sampai tingkat tertentu, keadaan di Mojokuto bersifat khusus sehingga komentar mengenai cabang-cabang organisasi nasional di Mojokuto sebaiknya tidak dianggap sebagai ciri umum, kecuali dalam arti yang agak luas, dari organisasi-organisasi ini di seluruh Jawa atau di tingkat nasional. Di kota lain, misalnya, orang mungkin menjumpai PSII lebih aktif daripada Muhammadiyah, tergantung kepada beberapa hal yang bersifat kebetulan, seperti kepemimpinan setempat, sejarah dan sebagainya. Perbedaan umum yang saya buat mengenai kolot dan modern akan tetap berlaku, saya kira, di mana pun juga di Jawa, tetapi detail dari pelembagaan mereka tentu saja akan sangat berbeda. Ketika saya bertanya kepada lelaki yang mengajar hal ini untuk beberapa contoh dari pelajaran yang disampaikannya, ia memberikan ungkapan-ungkapan seperti “Jangan minum ketika berdiri" dan “Jangan pernah memasuki rumah seseorang tanpa mendapatkan izin terlebih dulu”. Ia juga mengajar signifikansi moral dari ayat-ayat Al Gur'an dan hadis terpilih.


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 302 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi