Loading...

Maktabah Reza Ervani

15%

Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000



Judul Kitab : Agama Jawa - Detail Buku
Halaman Ke : 344
Jumlah yang dimuat : 577
« Sebelumnya Halaman 344 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi
Arabic Original Text
Belum ada teks Arab untuk halaman ini.
Bahasa Indonesia Translation

pegawai negeri, juga memiliki gelar). Ia tidak bekerja di pemerintah: apakah ia seorang priyayi? “Ya", kata Wiro (informan itu), “karena ia mengikuti gaya hidup para priyayi serta bergaul dengan para priyayi dan karena ia pun keturunan priyayi". Bagaimana dengan H. Abdul (seorang saudagar santri yang kaya)? “Oh, tidak, ia bukan”, kata Wiro sambil tertawa. “Ya, saya tahu”, kata saya, “tetapi apakah ia benar-benar sama derajatnya dengan seorang tukang kayu di kampung?” Dan ia mengatakan, ya, menurut pendapatnya mereka itu sama derajatnya. Namun, ia mengatakan bahwa hal ini relatif: kalau seseorang bertanya kepada seorang desa, apakah H. Abdul itu seorang priyayi, ia mungkin akan mengatakan, ya, karena ia begitu tinggi di sana sehingga bagi penduduk desa ia tampak sebagai priyayi. (Ini, menurut pengalaman saya tidaklah benar. Tak seorang dusun pun akan salah menyebut seorang santri kaya, betapapun tinggi kedudukannya, sebagai priyayi). Apabila seseorang bertanya kepada Abdul sendiri, ia barangkali tidak akan mengatakan bahwa ia seorang priyayi, tetapi ia pun tdak akan mengatakan derajatnya sama dengan tukang kayu, melainkan lebih tinggi. Namun, dari sudutpandang Wiro sebagai seorang priyayi, Abdul, tukang kayu dan kaum tani, semuanya merupakan satu kelompok besar yang sama kelasnya. la mengatakan ada beberapa ukuran yang bisa digunakan orang untuk membedakan priyayi dan bukan priyayi: kekayaan (tetapi dalam kenyataannya, priyayi sering tidak sekaya pedagang santri yang kaya, malah mungkin lebih miskin dibandingkan dengan kepala desa abangan yang kaya): gaya hidup—pakaian yang mereka kenakan, rumah tinggal mereka, cara mereka bertingkahlaku: dengan siapa mereka bergaul, karena priyayi hanya bergaul secara eksklusif dengan sesama priyayi: dan paling penting adalah keturunan. Itulah kenapa Abdul dan tukang kayu sama, karena asal-usul mereka sama —yaitu dari orang biasa.... Saya terus mengejar dia dengan ini, menanyakan kepadanya tentang seorang anak yang dilahirkan sebagai bangsawan, kemudian berpisah dari orangtuanya, lalu besar di desa dan kemudian menemukan asal-usul keturunannya. Apakah ia seorang priyayi? “Oh ya", kata Wiro, “kalau ia merupakan keturunan raja, ia pasti berbeda: Anda akan mengetahuinya seketika. Ia akan berbicara dan bertingkahlaku dengan cara yang lebih beradab daripada orang desa di sekitarnya". Lalu saya berkata, “Bagaimana dengan pejabat-pejabat tinggi pemerintahan yang tidak memiliki silsilah kebangsawanan —katakanlah


Beberapa bagian dari Terjemahan di-generate menggunakan Artificial Intelligence secara otomatis, dan belum melalui proses pengeditan

Untuk Teks dari Buku Berbahasa Indonesia atau Inggris, banyak bagian yang merupakan hasil OCR dan belum diedit


Belum ada terjemahan untuk halaman ini atau ada terjemahan yang kurang tepat ?

« Sebelumnya Halaman 344 dari 577 Berikutnya » Daftar Isi