Progress Donasi Kebutuhan Server — Your Donation Urgently Needed — هذا الموقع بحاجة ماسة إلى تبرعاتكم
Rp 1.500.000 dari target Rp 10.000.000
BAB 18 Peran Seni Klasik Dalam membahas seni non-santri di Mojokuto, tampaknya ada gunanya untuk membedakan tiga rumpun yang agak terpisah, tiga kelompok seni yang bentuk-bentuk komponennya tidak saja membawa hubungan intrinsik antara satu sama lain, tetapi juga masuk ke dalam struktur sosial dan budaya yang telah saya lukiskan dengan cara yang kira-kira sama: Rumpun I: Kompleks “Seni Alus” 5. 6. Wayang—yang menggunakan boneka kayu atau kulit untuk mendramatisasi cerita-cerita versi Jawa dari epos India, Mahabharata dan Ramayana, atau versi mitologis dari sejarah kerajaan-kerajaan Jawa sebelum masa kolonial. Gamelan—orkes tabuh yang dapat dimainkan sendiri atau mengiringi wayang atau berbagai bentuk seni lainnya. Lakon—secara harfiah berarti “alur” atau “skenario”. Sebuah mitos yang bisa didramatisasi dalam wayang, tetapi sering hanya diceritakan secara lisan sebagaimana biasanya mitos. Jog8d—tarian keraton Jawa, yang bisa berdiri sendiri atau “menarikan” lakon-lakon wayang. Tembang—sajak yang ditulis dalam berbagai bentuk yang kaku, yang bisa dibaca atau dinyanyikan, dengan iringan gamelan kalau mau. Batik—dekorasi tekstil dengan metode lilin dan pencelupan. Rumpun Il: Kompleks “Seni Kasar” 1. Ludrug—lawakan rakyat, melibatkan laki-laki yang mengenakan baju perempuan dan pelawak rendahan sebagai tokoh utamanya.